Sabtu, 23 Mei 2020

PUASA SYAWAL SETARA DENGAN PUASA SETAHUN PENUH


PUASA SYAWAL SETARA DENGAN PUASA SETAHUN PENUH


Halo Edufriend!. Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dapat ditunaikan selama 6 hari di bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri. Orang yang berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal setara dengan berpuasa selama setahun penuh. Puasa syawal diibaratkan sebagai penyempurna puasa kamu selama bulan Ramadhan.
Puasa syawal merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan karena berbagai keutamaannya, pelaksanannya pun dapat berturut-turut atau tidak berurut selama masih memasuki bulan syawal. Karena keutamannya ini, rasanya sangat disayangkan jika kita lewatkan. Yuk simak beberapa keutamaan Puasa Syawal.
1.    Setara dengan Ibadah Puasa Setahun Penuh.
Keutamaan puasa Syawal terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Muslim. Hadits itu berasal dari Abu Ayyub Al Anshori yang pernah mendengar sabda Nabi Muhammad SAW.
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR Muslim).
Imam Nawawi memberikan penjelasan bahwa para ulama mazhab Syafi'i bersepakat, paling afdhol melakukan puasa Syawal secara berturut-turut sehari setelah sholat Idul Fitri. Ibnu Rajab Al Hambali dalam Lathoiful Ma'arif berpendapat,
"Kebanyakan ulama tidak memakruhkan puasa pada tanggal 2 Syawal yaitu sehari setelah Idul Fitri."
Sementara Syeikh Muhammad bin Rosyid Al Ghofiliy berpendapat,
"Yang lebih utama adalah memulai puasa Syawal sehari setelah Idul Fitri. Ini demi kesempurnaan dan menggapai keutamaan. Hal ini supaya mendapatkan keutamaan puasa segera mungkin sebagaimana disebutkan dalam dalil sebelumnya. Namun, sah-sah saja puasa Syawal tidak dilakukan di awal-awal bulan Syawal karena menimbang mashalat yang lebih besar."
2.    Menandakan diterimanya Puasa Ramadhan
Hal ini berkaitan dengan balasan dari Allah SWT atas amalan baik yang telah kita lakukan,maka kita akan dituntun kepada amalan baik selanjutnya yaitu Puasa Syawal. Ibnu Rajab menjelaskan keutamaan puasa syawal yang telah dijelaskan di atas sebagai berikut:
”Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394.)
Akan sangat baik jika semua hal baik/amal baik yang telah kita lakukan dibulan Ramadhan juga berlaku pada bulan-bulan selanjutnya.
Lalu untuk cara menunaikan ibadah Puasa Syawal ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Jika seorang umat muslim memiliki hutang puasa Ramadhan,maka seseorang tersebut harus menggantinya terlebih dahulu. Hal ini agar waktu puasa Syawal dilaksanakan, maka keutamaannya akan ikut didapatkan karena telah menyempurnakan puasa ramadan.
Bahkan mengganti puasa ramadan lebih utama hukumnya dari puasa 6 hari di bulan Syawal, karena puasa ramadan adalah puasa wajib. Bila seorang muslim tidak mengganti puasa Ramadhan-nya terlebih dahulu,maka keutamaan puasa Syawal tidak bisa didapatkan.

Alviana Sachri Fauzie

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Badan Penyelenggara Radio Siaran Educational Radio

Address:

Universitas Negeri JakartaGedung G Lantai 1 Ruang 101

Work Time:

Monday - Friday from 8am to 8pm

Phone:

0899-2107-7878