RADIONYA ANAK UNJ

Keep Inspiring, Keep Struggling, And Keep Being Low Profile.

Listening ERA FM UNJ Chat With DJ

ON AIR!

Morning Soul

Senin - Jumat

09.00 - 11.00 wib

Read More

Kampus Kita

Senin - Jumat

11.00 - 13.00 wib

Read More

Lunch Break

Senin - Jumat

13.00 - 15.00 wib

Read More

Nachos

Special Show

Senin, 15.00 - 17.00 wib

Read More

K-Oner

Special Show

Selasa, 15.00 - 17.00 wib

Read More

Love Consultant

Special Show

Rabu, 15.00 - 17.00 wib

Read More

Nostalgia

Special Show

Kamis, 15.00 - 17.00 wib

Read More

Goosebumps

Special Show

Kamis, 22.00 wib

Read More

Bolateli

Special Show

Jumat, 15.00 - 17.00 wib

Read More

Top 20 Chart

Special Show

Jumat, 19.00 - 21.00 wib

Read More

Persami

Sabtu - Minggu

Read More

Update

Minggu, 26 Juli 2020

CERITA ATALANTA MUSIM 2019 – 2020: “MULAI DARI MOMOK MENAKUTKAN DI SERIE A SAMPAI MENJADI CLUSTER PENYEBARAN COVID-19 DI ITALIA”

CERITA ATALANTA MUSIM 2019 – 2020: “MULAI DARI MOMOK MENAKUTKAN DI SERIE A SAMPAI MENJADI CLUSTER PENYEBARAN COVID-19 DI ITALIA”


CERITA ATALANTA MUSIM 2019 – 2020: “MULAI DARI MOMOK MENAKUTKAN DI SERIE A SAMPAI MENJADI CLUSTER PENYEBARAN COVID-19 DI ITALIA”


Atalanta Bergamasca Calcio atau yang biasa dikenal dengan Atalanta, klub ini didirikan pada tanggal 8 Oktober 1907 dan sekarang bermarkas di stadion Atleti Azzurri d’Italia, Beergamo, Italia yang berkapasitas 21.300 orang penonton.
Edufriend, siapa yang sebelumnya mengenali klub ini? Mungkin tak ada yang mengenalnya, selain sebagai klub semenjana di Italia. Bahkan, fans klub Serie A (Liga Italia) sendiri menganggap mereka selama ini hanya menjadi klub medioker di Italia, namun stigma medioker tersebut perlahan mulai menghilang dari klub yang berasal dari kota Bergamo, Italia beberapa tahun terakhir ini.

(Sumber: Getty Images)

Sejak musim 2016 – 2017, Atalanta acap kali mengakhiri musim mereka di Zona Eropa (7 besar). Pada musim kompetisi 2016 – 2017, Atalanta mengakhiri musim di posisi ke-4 Serie A dan mengamankan satu tempat di fase grup Liga Europa 2017 – 2018. Di musim selanjutnya, mereka berhasil finish di posisi ke-7 Serie A dan kembali berhasil mendapatkan satu spot Liga Europa 2018 – 2019 melalui jalur kualifikasi, di musim yang sama Atalanta terhenti di babak 16 Besar Liga Europa setelah kalah agregat 4-3 dari raksasa Jerman, Borussia Dortmund. Di musim 2018 – 2019 Atalanta mulai menunjukkan tajinya, mereka berhasil finish di posisi ke-3 klasemen akhir Serie A 2019 – 2020, serta keluar sebagai runner-up Coppa Italia setelah dikalahkan Lazio di final dengan skor 0-2.
Puncaknya terjadi pada musim ini, dimana Atalanta benar-benar menemukan performa terbaiknya. Menjelang berakhirnya musim kompetisi 2019 – 2020 ini yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, Atalanta telah melesatkan 95 gol di Serie A (ini membuat mereka jadi tim terproduktif dalam satu musim sepanjang sejarah Serie A melewati rekor gol yang ditorehkan Napoli dengan torehan 94 gol di musim 2016 – 2017) dan 16 gol di Liga Champions, yang mana bila ditotalkan jumlahnya berarti mereka telah mencetak 111 GOL selama musim 2019 – 2020, jumlah yang sangat fantastis untuk ukuran “klub medioker”. Bahkan, di akhir musim ini pun mereka berhasil menyegel satu tempat di fase grup Liga Champions musim depan usai memastikan diri berada di posisi 4 besar bersama dengan Juventus, Internazionale, dan Lazio (zona Liga Champions) yang mana poin mereka sudah tidak mampu dikejar oleh pesaing mereka di posisi 5, 6, dan 7 secara berurut, yaitu Roma, Milan, dan Napoli.

(Sumber: Skysports)

Tak hanya garang di Italia, Atalanta juga menunjukkan tajinya di Eropa (sejauh artikel ini ditulis) dengan lolos ke babak Perempat Final Liga Champions Eropa yang mana mereka akan berhadapan dengan Paris Saint-Germain pada tanggal 13 Agustus nanti.
Namun, ada cerita unik dibalik kesuksesan klub berjuluk La Dea ini, bukan berasal dari tangan dingin allenatore Gian Piero Gasperini ataupun kisah pemain-pemain hebat nan heroik Atalanta musim ini, seperti Mario Pašalić, Josip Iličić, Alejandro Gómez, Marten de Roon, dll. Dibalik kesuksesan mereka musim ini, Atalanta juga menjadi salah satu penyebab masifnya penyebaran virus COVID-19 di Italia. Cerita ini datang setelah pertandingan leg pertama babak 16 Besar Liga Champions yang mempertemukan Atalanta dengan wakil Spanyol, Valencia yang berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan Gli Orobici. Pertandingan yang digelar di stadion San Siro, Milan ini (akibat dari tidak bisa dipakainya stadion Atleti Azzurri d’Italia, karena tidak memenuhi standar UEFA untuk menggelar pertandingan Liga Champions) dihadiri oleh 44.236 penonton yang mayoritas penonton berasal dari kota Bergamo yang berjarak 52 km dari venue pertandingan. Pada saat itu, penyebaran COVID-19 di wilayah Italia Utara sudah cukup massif dan berbahaya, kasus positif COVID-19 di Italia sendiri tercatat pertama kali di wilayah Condogno, Lombardy yang masih satu kawasan dengan Bergamo dan Milan. Keputusan untuk memainkan pertandingan dengan dihadiri oleh penonton sebanyak itu, pada akhirnya dianggap sebagai “bom biologis” oleh walikota Bergamo, Giorgio Gori.

(Sumber: Armando Mercuri/IPTC)

Namun nasi sudah menjadi bubur, banyak yang terdampak pasca pertandingan tersebut. Bahkan, dikabarkan kasus penyebaran COVID-19 di kota Bergamo langsung naik tajam setelah pertandingan ini, dan juga fans serta beberapa pemain Valencia terdiagnosa positif COVID-19 sepulang dari pertandingan di Italia. Ya, fakta yang cukup mengerikan.
Terlepas dari itu, Atalanta tetap menunjukkan keseriusan mereka musim ini. Mereka masih bisa menunda pesta juara Juventus, karena mereka masih memiliki kans untuk merengkuh Scudetto (gelar juara Serie A Italia), meskipun tidak terlalu besar. Namun seperti yang kita ketahui, apapun bisa terjadi dalam sepakbola, tak ada yang tidak mungkin.
Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi kandidat pesaing serius Juventus di Serie A musim depan serta menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Liga Champions Eropa musim depan.
FORZA ATALANTA!

Muhammad Rafif

Jumat, 24 Juli 2020

Bengkel Sastra

Bengkel Sastra


Bengkel Sastra


      Hallo Edufriend!! Kenalin yuk sama komunitas satu ini, Bengkel Sastra atau Bengsas. Mulanya Bengkel Sastra merupakan laboratorium mata kuliah Apresiasi Drama yang didirikan oleh sekumpulan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di bawah bimbingan Helvy Tiana Rosa dan Edi Sutarto selaku dosen di jurusan tersebut. Hingga kemudian, ditetapkannya tanggal 3 Juli 2008 sebagai hari lahir Bengkel Sastra dan keberadaan Bengkel Sastra diresmikan pada tanggal 4 September 2008. Adapun arti kata "bengkel" sebagai tempat untuk melakukan suatu kegiatan dengan arah dan tujuan yang pasti dan komunitas ini memiliki arah untuk mengolah dan mempelajari tentang sastra sehingga komunitas ini disebut Bengkel Sastra. Tujuan dari komunitas Bengkel Sastra, yakni sebagai wadah kreativitas berkesenian dan penggalian potensi mahasiswa di bidang kesusastraan.


        Bengkel Sastra telah melakukan pementasan teater tahunan, pementasan musikalisasi puisi, menciptakan musikalisasi puisi, pelatihan menulis, pelatihan membaca puisi, dan menjadi pengisi acara di dalam dan di luar kampus loh, Edufriend! Terdapat juga agenda rutin latihan sebanyak 2 kali dalam seminggu di hari senin dan rabu pada pukul 16.30 - 20.00 WIB. Komunitas Bengkel Sastra telah berjalan selama 12 tahun dengan menghadirkan warna baru di setiap pementasan dan penampilannya. Komunitas ini merupakan wadah bagi mahasiswa yang ingin belajar tentang sastra, membuat kita mencintai sastra, dan hidup bersama sastra. Menarik banget kan Edufriend! Untuk kamu yang tertarik menjadi bagian dari Bengkel Sastra, caranya sangatlah mudah, loh. Datang dan ikut gabung saja saat Bengkel Sastra sedang latihan di sekitar UNJ, lebih tepatnya di Teater Terbuka, karena Komunitas Bengkel Sastra bersifat terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar sastra. Calon anggota juga dapat menghubungi media sosial Bengkel Sastra di Instagram @bengsas.


       Natalia Anwar selaku Ketua Bengkel Sastra, mengungkapkan bahwa terdapat segala harapan yang baik untuk kemajuan Bengkel Sastra dan tentunya harapan agar Bengsas terus bisa berproses ke depannya. “Semoga lebih banyak mahasiswa yang tertarik dengan sastra dan gabung bersama Bengsas, sehingga kita dapat belajar bersama. Adapun harapan khusus di masa pandemi ini, kami berharap pandemi Covid-19 segera berakhir dan kami dapat melakukan kegiatan seperti biasa serta dapat melaksanakan pementasan tahunan” ungkapnya. Wah, komunitas satu ini menarik sekali ya, Edufriend! Buat kamu yang penasaran, bisa langsung cek media sosial mereka ya.

Febrizka Nabilla

Jurnalisme Data dalam Digitalisasi

Jurnalisme Data dalam Digitalisasi


Jurnalisme Data dalam Digitalisasi


            Jurnalisme Data dalam Digitalisasi merupakan suatu acara yang diadakan dari kolaborasi antara Sindonews, salah satu situs berita resmi di bawah naungan manajemen Sindo Media, dengan Unit Kegiatan Mahasiswa SIGMA TV Universitas Negeri Jakarta. Acara ini diselenggarakan pada 21 Juli 2020, melalui media online, yaitu Youtube dan Zoom. Tujuan dari acara ini, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan akan ilmu junalistik khususnya jurnalistik dalam digitalisasi sehingga dapat mengembangkan kemampuan dalam membuat informasi yang tepat dan akurat di era digitalisasi seperti saat ini.


            Penyelenggaraan acara ini sebelumnya sudah direncanakan sebelum pandemi, sehingga pesiapannya berjalan dengan cukup baik, hanya medianya saja yang diganti dari offline menjadi online. Panitia penyelenggara memanfaatkan media online untuk berkomunikasi, komunikasi tersebut dapat berjalan dengan lancar, hal tesebut terlihat dari keberlangsungan acara yang berjalan dengan sangat baik dan kondusif.


            Poetra Achock Haekal selaku moderator, dengan lugas dapat memimpin jalannya acara, sehingga acara tersebut terlaksana dengan waktu yang tepat. Sesi pertama dilakukan pemberian materi oleh Dr.Hj.Dini Saftri, S.Sos, M.Si, CPR dengan mengangkat judul “Jurnalisme Data dalam Digitalisasi”, pada penjelasannya dikatakan bahwa sangat penting ilmu dalam mengumpulkan dan menganalisis data yang kemudian diolah menjadi suatu informasi dengan tampilan yang baik sehingga informasi yang diberikan dapat dimengerti dengan mudah oleh orang-orang yang membacanya. Sesi kedua dibawakan oleh Wiendy Hapsari dengan mengangkat judul “Jurnalisme Data di Era Digitalisasi”. Beliau menegaskan bahwa pentingnya pengetahuan akan kebenaran data, sehingga dapat mempertanggungjawabkan informasi yang diberikan, serta beliau juga menambahkan pentingnya visualisasi dari informasi yang diberikan. Oleh karena itu, perlunya pengetahuan akan dunia design grafis untuk memberikan kesan keindahan dalam menyampaikan informasi. Acara ini menarik dan bermanfaat sekali ya, Edufriend!

Anjuita

Rabu, 22 Juli 2020

ELEFAITH

ELEFAITH


ELEFAITH


Elefaith merupakan singkatan dari "Elevating Faith". Acara ini merupakan acara ucapan syukur dari Student Life Department Universitas Pelita Harapan atas satu tahun kepengurusan. Acara ini dilaksanakan bersama BEM UPH Medan dan BEM UPH Surabaya
            Tujuan Elefaith, yaitu untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu sosial yang terjadi, sebagai bentuk ucapan syukur dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Tema yang diangkat pada acara Elefaith tahun ini adalah  “Pendidikan adalah Hak Semua Orang”. Tema tersebut memiliki makna, yaitu mengajak kita menyadari betapa penting dan fundamental pendidikan, sehingga harus dimiliki oleh setiap orang. Oleh karena itu, melalui Elefaith orang-orang diajak untuk membantu anak-anak yang masih kurang akses dalam pendidikan, terutama dalam masa pandemi COVID-19 seperti ini.
            Sasaran dari Elefaith adalah masyarakat, terutama mahasiswa dan warga UPH. Elefaith telah dipersiapkan sejak November tahun lalu. Seharusnya eksekusi terakhir di bulan April, namun karena terhalang pandemi, maka diundur hingga bulan Juli. Proses penyiapan acara Elefaith ini, menurut pendapat salah satu panitia, “cukup menyenangkan, mulai dari meriset materi, melakukan survey, planning dan menantang karena dalam keadaan pandemi, kita tetap harus bisa menyampaikan inti dari pesan Elefaith kepada masyarakat”. Lalu, menurut panitia mereka jadi harus cerdik dan kreatif dalam memilih strategi campaign, terlebih saat ini semua perhatian beralih pada media sosial.
            Dengan diadakannya Elefaith, diharapkan akan membuat orang-orang sadar akan pentingnya pendidikan, serta semakin menyadari bagaimana pendidikan mengubah hidup seseorang dan bersyukur, karena telah mendapatkan sebuah  privilege untuk dapat mengenyam pendidikan dimana tidak semua orang bisa merasakannya. Elefaith ini juga mengharapkan agar para peserta memiliki kerinduan untuk membantu sesama meraih pendidikan, sebagai sesama penerus bangsa. Seperti tagline Elefaith, yaitu “It Starts with You” yang bermakna setiap perubahan dimulai dari kita sendiri.
            Kendala yang harus dialami dalam pelaksanaan Elefaith, yaitu acara harus diubah total menjadi online karena pandemi COVID-19 dan kegiatan visitasi tidak dapat dilanjutkan. Seharusnya juga akan ada Charity Concert, yang akan diisi oleh penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa di bawah naungan Student Life UPH, namun kembali lagi karena pandemi, hal ini belum dapat terealisasi. Seperti yang diucapkan panitia sebelumnya, bahwa mereka harus cerdik dan kreatif dalam memilih strategi campaign, sehingga terciptalah beberapa rangkaian acara seperti, Social Study yang diadakan Februari yang ingin melihat pandangan mahasiswa terkait isu pendidikan yang masih kurang saat ini. Adapun Social Campaign offline yang sudah dilakukan pada tanggal 10 Maret 2020, yang diisi dengan pemaparan isu pendidikan yang ingin dibawa, penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa dan membagi-bagikan burung sebagai simbol dukungan dan harapan bagi pendidikan Indonesia.
Elefaith juga melakukan visitasi ke Yayasan Rama-Rama, sebuah PAUD untuk anak-anak di sekitar Kampung Dadap dan Yayasan Tri Kusuma Bangsa, yayasan tempat anak-anak jalanan dan di sekitar Jakarta dapat belajar bersama volunteer pada bulan Maret 2020. Seharusnya pihak Elefaith juga melakukan visitasi ke Sekolah Lentera Harapan Curug yang berada di naungan Yayasan Lentera Membangun Bangsa, namun karena pandemi COVID-19 kegiatan ini belum dapat terealisasi. Akhirnya, setelah semua rangakaian kegiatan Elefaith harus beralih menjadi online, pada bulan Mei, Elefaith memulai campaign kembali dan menggalang donasi sampai tanggal 9 Agustus 2020. Donasi ini akan disalurkan ke Yayasan Lentera Membangun Bangsa, Yayasan Rama-Rama, Yayasan Tri Kusuma Bangsa, untuk membantu mendukung anak dalam meraih pendidikan, fasilitas pembelajaran anak baik offline maupun online selama pandemi. Donasi dapat dilakukan melalui http://kitabisa.com/campaign/elefaithforedu dan CIMB Niaga UPH 800116868000 dengan akhiran .001 dibelakang contoh Rp 100.001. Tanggal 13 Juli 2020 kemarin, Elefaith juga membuka Mini Exhibition Online sampai tanggal 23 juli 2020 bertepatan dengan hari anak nasional, menggunakan media CoSpace Edu yang ingin menggambarkan bagaimana Indonesia sejak dahulu sampai sekarang memperjuangkan pendidikan dan ada Wall of Hope yang berisikan harapan untuk pendidikan Indonesia kedepannya. Exhibition ini dapat dilihat pada http://bit.ly/miniexhibitionelefaithuph dan http://bit.ly/wallofhopeelefaithuph


Ada juga Talk Show "Soaring through Education" pada 15 Juli 2020 oleh Choky Sitohang dan Mikha Tambayong yang menyampaikan apa sebenarnya makna pendidikan dan bagaimana kita dapat berkontribusi kepada dunia pendidikan. Menarik sekali ya, Edufriend!

Michelle Marcellina

Kamis, 16 Juli 2020

E-BULLETIN JULI 2020

E-BULLETIN JULI 2020

Hallo Edufriend! 😉
E-Buletin BPRS ERAFM-UNJ Juli 2020 sudah terbit loh 🎉🎉
E-Buletin BPRS ERAFM-UNJ bisa langsung Edufriend baca di sini yaa..

Selamat membaca. 😄😄





















KPB Nycticorax

KPB Nycticorax


KPB Nycticorax


Hai Edufriend! Kali ini kita akan bahas salah satu komunitas yang ada di FMIPA, yaitu KPB Nycticorax. KPB Nycticorax adalah singkatan dari Kelompok Pengamat Burung, dan nama Nycticorax diambil dari nama burung yang pertama kali diamati oleh pendiri komunitas ini, yaitu Bapak Paskal Sukandar. Komunitas ini didirikan pada tanggal 25 Maret 1994 melalui inisiatif dari Bapak Paskal Sukandar.
Tujuan dari KPB Nycticorax ini adalah sebagai wadah mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang ornithologi, serta mencetak pengamat-pengamat burung yang inspiratif dan profesional dengan berlandaskan kekeluargaan. Selain itu, komunitas ini dibentuk untuk menghadapi permasalahan terkait konservasi burung di Indonesia, karena kondisi perburungan di Indonesia sedang dalam masa kritis dan masih belum maksimalnya peranan kelompok-kelompok yang bergerak untuk melakukan konservasi di bidang ornitologi.



Di komunitas ini terdapat dua jenis kegiatan, yaitu internal dan eksternal. Kegiatan internal merupakan kegiatan yang dikhususkan bagi anggota saja. Sedangkan kegiatan eksternal merupakan kegiatan yang dapat diikuti, baik anggota KPB Nycticorax UNJ, maupun di luar keanggotaan. Beberapa kegiatan yang ada di KPB Nycticorax, yaitu Famday, MABI Biologi UNJ, Pelantikan, Pengamatan Kampus, Pengamatan Burung ruang terbuka Hijau, Seminar National, Ekspedisi KPB Nycticorax UNJ, Guiding birdwatching, Birdwatching Competition.
Setiap tahun KPB Nycticorax mengadakan satu hingga dua event tingkat nasional. Temanya beraneka ragam dengan fokus tetap ke konservasi dalam dunia ornitologi, mulai dari kebakaran hutan yg mengancam eksistensi burung-burung langka di Indonesia, status konservasi burung Indonesia selama pandemi, etnoornitologi dan masih banyak tema yang diangkat setiap tahunnya. Event tersebut dapat diselenggarakan dengan bantuan dana sponsor yang diberikan oleh lembaga terkait konservasi, serta dukungan dan dorongan yang diberikan oleh dosen dan para expert dibidang konservasi. 



Untuk agenda rutin, seminggu sekali komunitas ini mengadakan KKN (Kicau Keluarga Nycti) dan pengamatan rutin untuk mengasah skill dan mempererat kekeluargaan. Ada juga agenda rutin 2 minggu sekali, yaitu Kubur (Kuliah Burung) dan setahun sekali seminar nasional. Selain itu, masih banyak agenda yang diadakan secara rutin.
Komunitas ini memiliki prestasi yang berlimpah loh, Edufriend! Selain itu, kekeluargaannya cukup kental dan mereka juga mempunyai ciri khas yang cukup langka, yaitu kemampuan komunitas ini untuk menciptakan karakter konservasionis. Wah, keren yaa!
KPB Nycticorax terbuka untuk mahasiswa FMIPA UNJ yang berminat bergabung menjadi anggota. Karena KSP masih berada di tingkat fakultas, jadi pendaftarannya terbatas untuk mahasiswa FMIPA. Krisna Arya Pambudi selaku ketua KPB Nycticorax, mengungkapkan harapannya untuk KPB Nycticorax. “Komunitas ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan untuk kondisi konservasi di Indonesia yang semakin buruk dengan mengedukasi masyarakat-masyarakat sekitar, terkait pentingnya konservasi” ungkapnya. Untuk kamu yang mau tau lebih lanjut tentang KPB Nycticorax, kamu bisa cek akun instagramnya di @kpbnycticoraxunj loh, Edufriend!

Karinka Sutendi Putri

Rabu, 15 Juli 2020

WEBINAR INVESTASI SAHAM 2020

WEBINAR INVESTASI SAHAM 2020


WEBINAR INVESTASI SAHAM 2020


Karya Salemba Empat (KSE) Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan kegiatan daring, yakni “WEBINAR INVESTASI SAHAM 2020” pada Sabtu, 12 Juli 2020 melalui platform online Zoom. Acara tersebut dilaksanakan sebanyak 2 sesi dan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Tema yang diangkat pada acara ini, yaitu “Cerdas Dalam Menentukan Strategi Berinvestasi”. Makna dari tema tersebut, yakni mengajak orang-orang agar lebih cerdas atau dengan kata lain lebih bijak dalam berinvestasi. Tema ini diangkat karena saat ini bermunculan investasi bodong. Jadi jika peserta sudah cerdas dalam berinvestasi, maka dapat mengerti bagaimana berinvestasi terkait langkah awal dalam menentukan strategi berinvestasi.
“WEBINAR INVESTASI SAHAM 2020” juga memiliki tujuan, yaitu untuk mengajak masyarakat dari berbagai kalangan, khususnya milenial, serta memberikan arahan dan mengajak peserta yang mengikuti acara tersebut untuk melek akan investasi sejak dini, juga tidak takut atau cemas untuk memulai berinvestasi. Webminar ini terbuka untuk umum, sasaran pesertanya meliputi anak sekolah pada jenjang menengah atas sederajat, mahasiswa/i, dan individu baik sedang bekerja maupun belum bekerja. Jika diukur dengan rentang usia, yakni sekitar usia (17 – 40 tahun).


Pada kegiatan wawancara yang dilakukan dengan Frisca selaku ketua pelaksana acara “WEBINAR INVESTASI SAHAM 2020”, terdapat kendala yang dihadapi pada pelaksaan acara ini, seperti jaringan internet yang kurang baik pada bagian awal login peserta, sehingga agak terhambat. Namun, hal ini tidak mengurangi waktu dan juga tidak menggangu jadwal pembukaan yang dilakukan oleh MC dalam acara tersebut, Panitia penyelenggara juga telah melakukan gladi seminggu sebelum acara untuk meminimalisir kendala-kendala yang muncul selama proses acara berlangsung. Teknis dalam pelaksanaan webinar ini sama seperti acara daring lainnya, yakni sebelum mengikuti acara peserta diwajibkan mendaftar sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara. Kemudian acara dimulai dengan pembicara menyampaikan materi, lalu pada setiap akhir sesi juga terdapat sesi tanya jawab oleh peserta.
Fadli selaku peserta mengungkapkan tujuannya mengikuti acara ini, yaitu ingin mengenal saham dan ingin mengetahui bagaimana cara mengelola saham. Ia juga mengungkapkan, bahwa acara ini seru dan sangat berkesan, pemateri yang ada menyampaikan materi dengan baik. “Menjadi lebih mengetahui terkait saham, jenis-jenis saham, dan bagaimana cara menentukan kemana kita harus menanam saham, ya webinar ini sudah cukup baik sih menurutku sebagai orang yg masih awam tentang saham, sedikit tercerahkan” tutur Fadli, selaku peserta acara.
Frisca selaku ketua pelaksana berharap, semoga acara “WEBINAR INVESTASI SAHAM 2020” dapat bermanfaat dan memiliki nilai, khususnya dalam hal menentukan strategi, mengelola saham dan agar peserta dapat lebih bijak dan cerdas dalam melakukan investasi.
Rindu Fitri Erista Dinanti
Editor: Riska Damayanti

Senin, 13 Juli 2020

Workshop I-Create 2020

Workshop I-Create 2020


Workshop I-Create 2020




Workshop I-Create 2020 ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 11-12 Juli 2020 yang diselenggarakan dalam dua sesi, yaitu sesi pertama “food photography” dan sesi kedua “design graphic” melalui platform online GoogleMeet. Workshop I-Create 2020 mengusung tema “Go Beyond Our Self Creativity” yang bermaksud melampaui batas kreatifitas kita sebagai anak muda melalui fotografi dan juga desain grafis. Dalam acara ini, fotografi berfokus pada food photography, sedangkan desain grafisnya berfokus pada desain kemasan.


Tujuan dari workshop ini, yaitu pertama memberikan wadah untuk menambah ilmu dan mengembangkan kreativitas mahasiswa/i UNJ dan juga masyarakat umum, dan yang kedua meningkatkan skill atau kemampuan khususnya di bidang fotografi dan desain grafis. Acara workshop ini terbuka untuk umum, jadi semua kalangan dapat mengikuti workshop ini tanpa kecuali. Sasaran utama dari diselenggarakannya workshop I-Create 2020 adalah mahasiswa/i UNJ dan mahasiswa/i secara umum dan khalayak luas.


Dalam wawancara yang dilakukan dengan Kurnia Agung, selaku ketua pelaksana I-Create 2020, ia mengatakan bahwa ada banyak kendala yang dihadapi dalam proses pelaksanaan acara ini, terutama disaat pandemi yang mengharuskan semua orang bekerja dari rumah. Kendala yang dihadapi adalah terkait masalah keuangan acara, seperti sulit mendapatkan sponsor karena tentu perusahaan akan berpikir dua kali dalam keadaan seperti ini. Kemudian, pembicara yang beberapa kali batal karena ketidaksesuaian dengan budget ataupun konsep acara yang diusung. Lalu untuk persiapan acara sudah dimulai sejak bulan April, namun untuk konsep acara sudah terbentuk sejak bulan Maret.
Teknis dalam pelaksanaan acara workshop online ini adalah panitia yang bertugas sudah lebih dulu berada di forum atau room untuk memastikan semuanya lancar, mempersiapkan seperti powerpoint yang akan ditampilkan, iklan sponsor,dan lain sebagainya. Kemudian peserta dipersilakan untuk masuk ke room google meet yang sudah disiapkan oleh panitia sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya dan nantinya pembicara juga akan masuk dan memberikan materi serta mempraktekkannya, lalu peserta diberi waktu untuk mempraktekkan juga dan nanti hasilnya akan dibahas dan dikoreksi oleh pembicara, dan yang menarik adalah akan ada peserta dengan karya terbaik yang terpilih dan mendapatkan hadiah dari tim panitia.
Harapan Kurnia Agung dalam terlaksananya workshop I-Create 2020, yaitu wawasan pengetahuan dalam bidang fotografi dan desain grafis bertambah setelah peserta mengikuti workshop I-Create dan ia juga berharap agar peserta dapat memanfaatkan segala peluang positif dalam industri kreatif.

Niken Ayuningtyas
Editor: Riska Damayanti


PESTA DARING UNJ – LOMBA PODCAST

PESTA DARING UNJ – LOMBA PODCAST


PESTA DARING UNJ – LOMBA PODCAST


            Halo edufriend? Sudah dengar tentang pesta daring UNJ? jika belum, acara ini adalah salah satu acara terbesar yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta. Acara ini tentunya mau memberitahu kepada mahasiswa di seluruh Indonesia bahwa, Edufriend tetap aktif dan bisa berkarya walaupun disituasi pandemi saat ini.
            Pesta Daring ini mempunyai kegiatan seperti lomba dan seminar. Lomba-lomba yang diselenggarakan ada Music Collaboration Challeng, Essay Competition, Photo Competition, dll. BPRS ERAFM-UNJ sendiri menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bekerja sama untuk memeriahkan Pesta Daring dengan mengadakan Podcast Competition.
             Podcast Competition sendiri mempunyai tema “Pasca Pandemi” yang dimana latar belakang diadakan lomba ini, karena awalnya Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan ingin bekerja sama dengan seluruh UKM dan BEM dalam membuat lomba dan workshop untuk memeriahkan acara tersebut. Selain itu, BPRS ERAFM-UNJ sendiri bekerjasama untuk memeriahkan pesta daring dan membuat lomba podcast karena BPRS ERAFM-UNJ bergerak di bidang audio. Dengan banyaknya anak muda dan masyarakat yang berminat untuk membuat podcast saat ini, sehingga BPRS ERAFM-UNJ mau mewadahi hal tersebut dengan sharing session atau workshop yang telah diadakan pada Sabtu, 4 Juli 2020 dan mengadakan lomba podcast untuk mengasah kemampuan peserta, karena lomba siaran tidak memungkinkan dilakukan pada saat ini.
            Lomba podcast ini, juga sudah mempunyai ketentuannya sendiri. Pastinya dilaksanakannya di rumah ya, Edufriend. Karena yang diangkat adalah tema “Pasca Pandemi”, isi podcast yang dilombakan bercerita tentang bagaimana keadaan kita menghadapi pandemi yang sedang kita alami, serta lebih menghargai waktu yang telah diberikan supaya Edufriend lebih produktif lagi setelah pandemi. Selain memberikan cerita yang membuat Edufriend menghargai waktu, tentunya juga membuat peserta dapat mengasah skill mereka dalam berimajinasi dan skill mengedit audionya.
            Edufriend, lomba podcast yang diadakan ini bukan sekedar dilakukan tanpa persiapan. Intan Maulida selaku panitia dari acara ini mengungkapkan, bahwa lomba ini telah dipersiapkan dari bulan Mei, karena kegiatan yang diadakan tidak hanya lomba melainkan juga terdapat workshop. Lomba Podcast yang telah dipersiapkan dari bulan Mei ini memiliki kendala, seperti konsep yang harus diubah supaya acara tersebut dapat berjalan dengan baik. Kendala lainnya adalah sulit untuk mencari juri dan pembicara yang paham tentang podcast karena yang mengerti podcast itu sendiri, sangat jarang. Selain itu juga terdapat kendala berupa masalah yang umum, seperti peserta yang kurang membaca ketentuan yang telah disediakan panitia.
            Timeline dari Lomba Podcast ini, yaitu 6-12 Juli 2020 untuk pengiriman karya oleh peserta. Tanggal 13-14 Juli 2020, untuk upload hasil karya ke media streaming online. Lalu, penjurian akan diadakan pada 15-19 Juli 2020. Dan, lomba podcast akan diumumkan pada tanggal 20 Juli 2020.
            Untuk Edufriend yang ingin mendengarkan bagaimana para peserta memberikan opini dan imajinasinya dalam podcast, kamu bisa mendengarkannya di Spotify BPRS ERAFM-UNJ yaa Edufriend. Jangan sampai terlewat untuk mendengarkan podcast dari peserta favoritmu, karena selain, juara 1, 2, dan 3 akan ada juara favorit, loh! Jadi, stay tune on Spotify BPRS ERAFM-UNJ.
            Intan Maulida berharap semoga dengan diadakannya workshop dan lomba podcast ini, para peserta dapat menghasilkan hal yang baik, karena sudah dibekali ilmu tentang  podcast dan bisa terus mengasah kemampuan dalam podcast supaya bisa menyalurkan karyanya dan terus produktif. Serta, acara ini bisa terus terlaksana karena sangat memberikan dampak yang positif bagi universitas dan BPRS ERAFM-UNJ sendiri.

Natalia Kristiani M.
Editor: Riska Damayanti


Sabtu, 11 Juli 2020

PELAKSANAAN UTBK DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA TAHUN 2020

PELAKSANAAN UTBK DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA TAHUN 2020

PELAKSANAAN UTBK DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA TAHUN 2020


            Halo Edufriend! Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, membuat pemerintah akhirnya menetapkan kebijakan “New Normal”. New Normal merupakan pola hidup baru dimana masyarakat beradaptasi terhadap lingkungan dalam bentuk penyesuaian perilaku masyarakat untuk kembali beraktivitas normal, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan agar dapat mencegah penularan Covid-19. Dengan adanya tatanan pola hidup baru ini, Ujian Tulis Berbasis Komputer atau UTBK yang merupakan seleksi masuk perguruan tinggi negeri pun harus dilakukan dengan menggunakan prosedur baru yang mengedepankan protokol kesehatan.


            Dalam pelaksanaannya, UTBK 2020 dibagi menjadi dua tahap. Tahap I diadakan pada tanggal 5-12 Juli 2020, sementara itu Tahap II diadakan pada tanggal 20-27 Juli 2020. Sebagai salah satu pusat pelaksanaan UTBK di tengah pandemi Covid-19, Universitas Negeri Jakarta juga telah menyiapkan protokol kesehatan bagi peserta ujian sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi atau LTMPT.

Sumber: Youtube Universitas Negeri Jakarta

            Dilansir dari akun Instagram @unj_official, UNJ membagi ujian menjadi dua sesi. Ujian sesi I dimulai pukul 09:00 WIB dan sesi II dimulai pukul 13:00 WIB. Peserta ujian yang akan melaksanakan UTBK harus melewati pemeriksaan suhu tubuh dengan thermogun sebelum memasuki area kampus. Setelah itu, peserta diminta untuk mencuci tangan di wastafel yang ada di sekitar lokasi UTBK. UNJ juga menempatkan dokter dan tenaga medis di lokasi UTBK yang bertugas untuk memastikan panitia dan peserta UTBK memenuhi syarat pelaksanaan UTBK sesuai dengan protokol Covid-19. Selain itu, guna mengantisipasi kejadian luar biasa dalam hal protokol Covid-19, UNJ menyiagakan ambulans yang dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) penanganan pasien Covid-19 dan telah berkoordinasi dengan dua rumah sakit rujukan, yaitu RS Persahabatan dan RSAL Mintoharjo. UTBK dilaksanakan di lantai 3 dan 4 gedung Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) dengan kapasitas setiap ruangan diisi oleh 20 peserta, 1 pengawas, dan 1 teknisi. Semua pengawas menggunakan masker dan face shield. Peserta juga diwajibkan memakai sarung tangan dan masker.


            Wah menarik bukan? Suasana UTBK 2020 di UNJ ini kamu bisa lihat juga di youtube Universitas Negeri Jakarta atau di link berikut ini https://youtu.be/a_5ScT7lYp4 ya, Edufriend. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Riska Damayanti

Our Blog

Our Team

GENERAL MANAGER
MAINBOARD
VICE GENERAL MANAGER
MAINBOARD
SECRETARY
MAINBOARD
TREASURER
MAINBOARD
CREATIVE DESIGN
DEPARTMENT
PRODUCER
DEPARTMENT
HRD
DEPARTMENT
PUBLIC RELATIONS
DEPARTMENT
LOGITECH
DEPARTMENT
MUSIC DIRECTOR
DEPARTMENT
NEWS DIRECTOR
DEPARTMENT

Contact

Talk to us

Badan Penyelenggara Radio Siaran Educational Radio

Address:

Universitas Negeri JakartaGedung G Lantai 1 Ruang 101

Work Time:

Monday - Friday from 10am to 5pm

Phone:

0896-1006-1078