RADIONYA ANAK UNJ

Keep Inspiring, Keep Struggling, And Keep Being Low Profile.

Listening ERA FM UNJ Chat With DJ

ON AIR!

Morning Soul

Senin - Jumat

09.00 - 11.00 wib

Read More

Kampus Kita

Senin - Jumat

11.00 - 13.00 wib

Read More

Lunch Break

Senin - Jumat

13.00 - 15.00 wib

Read More

Nachos

Special Show

Senin, 15.00 - 17.00 wib

Read More

K-Oner

Special Show

Selasa, 15.00 - 17.00 wib

Read More

Love Consultant

Special Show

Rabu, 15.00 - 17.00 wib

Read More

Nostalgia

Special Show

Kamis, 15.00 - 17.00 wib

Read More

Goosebumps

Special Show

Kamis, 22.00 wib

Read More

Bolateli

Special Show

Jumat, 15.00 - 17.00 wib

Read More

Top 20 Chart

Special Show

Jumat, 19.00 - 21.00 wib

Read More

Persami

Sabtu - Minggu

Read More

Update

Selasa, 30 Juni 2020

Grand Launching Pekan Ilmiah Mahasiswa UNJ

Grand Launching Pekan Ilmiah Mahasiswa UNJ


Grand Launching Pekan Ilmiah Mahasiswa UNJ


            Hallo Edufriend!! Pada tanggal 27 Juni 2020 kemarin merupakan Grand Launching Pekan Ilmiah Mahasiswa UNJ, sekaligus lokakarya pelatihan proposal PKM loh Edufriend. Acara tersebut bertujuan untuk memperkenalkan PIM UNJ kepada seluruh mahasiswa/i UNJ, serta memberikan pelatihan mengenai proposal PKM, seperti tips dan trik proposal PKM yang dapat lolos Pimnas. Acara ini merupakan rangkaian dari EXPO KPM 14.0.  Sejak bulan Februari, acara ini telah  dipersiapkan dan sudah mulai membentuk kepanitiaan EXPO KPM 14.0. Yang terlibat pada acara ini, yaitu seluruh Panitia Expo KPM 14.0, khususnya divisi acara PIM dan pihak WR III. Lalu, untuk sasaran dari PIM UNJ ini adalah mahasiswa/i aktif UNJ S1 dan D3 angkatan 2017 – 2019. Sedangkan untuk Grand launchingnya sendiri, terbuka untuk seluruh mahasiswa/i se Indonesia.


            Proses dalam mempersiapkan acara ini dapat dikatakan lumayan melelahkan, loh Edufriend! Karena acara ini dipersiapkan di masa pandemi Covid-19 yang dimana kita harus berkomunikasi dari jarak jauh, selain itu juga banyak pihak yang terlibat sehingga diperlukan koordinasi yang baik walaupun secara daring. Adanya pandemi Covid-19 ini menjadi kendala yang mengharuskan panitia untuk merubah konsep utama acara. Semula acara ini direncanakan akan diadakan secara offline, namun terpaksa harus dijadikan online. Meskipun begitu, pada hari pelaksanaan acara ini dapat berjalan dengan lancar, walaupun sempat ada beberapa panitia yang terkendala sinyal dan masalah lainnya, tetapi untuk teknis berjalannya acara sesuai dengan rencana panitia. Hanya sedikit kendala yang ada di awal saja. Harapan dengan diadakannya acara ini, kedepannya jumlah proposal PKM yang berhasil diupload UNJ ke PKM DIKTI dapat meningkat, sekaligus membuat proposal-proposal tersebut sudah siap diujikan di PIM UNJ ini.  


Febrizka Nabilla

Rabu, 17 Juni 2020

Kebanggaan Memiliki Ideologi Nasionalisme: Mengenal Secarik Rasa dan Asa Nasionalisme dari Film “Trilogi Merdeka

Kebanggaan Memiliki Ideologi Nasionalisme: Mengenal Secarik Rasa dan Asa Nasionalisme dari Film “Trilogi Merdeka


Hallo Edufriend!. Sudahkah kamu menonton film “Trilogi Merah Putih” atau “Trilogi Merdeka”? Film yang mengambarkan betapa hebatnya perjuangan bangsa Indonesia pada masa itu, telah dituliskan dalam sebuah esai, loh! Yuk simak tulisan esai berikut ini.


Kebanggaan Memiliki Ideologi Nasionalisme :
Mengenal Secarik Rasa dan Asa Nasionalisme dari Film “Trilogi Merdeka”
oleh: Tegar Hidayatulloh




Film “Trilogi Merah Putih” atau “Trilogi Merdeka” merupakan sekuel film yang mengambil tema perjuangan rakyat Indonesia (saat itu dikenal dengan sebutan pribumi) dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pasca proklamasi (1946-1949). Film ini juga dinobatkan sebagai trilogi film perjuangan pertama di Indonesia. Hal tersebut membuat saya tertarik untuk mencoba mengkaji film Trilogi Merdeka lewat pengalaman saya menonton film ini dan mengaitkannya dengan salah satu kajian sastra, yaitu kajian ideologi. Rasa berjuang dan rasa ingin mempertahankan ini adalah salah satu syarat penting dalam ideologi Nasionalisme karena rasa nasionalisme seseorang timbul dari rasa ingin berjuang dan ingin mempertahankan itu sendiri. Saya akan sedikit menceritakan terlebih dahulu tentang Trilogi Merdeka sebelum mengaitkannya dengan kajian Ideologi.
Merah Putih merupakan film drama fiksi historis Indonesia yang dirilis tahun 2009 dan menjadi bagian pertama dari rangkaian film "Trilogi Merdeka" atau “Trilogi Merah Putih”. Film ini disutradarai oleh Yadi Sugandi dan dirilis dengan semboyan "Untuk merdeka mereka bersatu". Film ini dibintangi antara lain oleh Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, Rudy Wowor, dan Astri Nurdin. Film Merah Putih berkisah tentang perjuangan melawan tentara Belanda pada tahun 1947. Amir (Lukman Sardi), Tomas (Donny Alamsyah), Dayan (Teuku Rifnu),Soerono (Zumi Zola), dan Marius (Darius Sinathrya) adalah lima kadet yang mengikuti latihan militer di sebuah Barak Bantir di Semarang, Jawa Tengah. Masing-masing mempunyai latar belakang, suku, dan agama yang berbeda. Suatu ketika, kamp tempat mereka berlatih diserang tentara Belanda. Seluruh kadet kecuali Amir, Tomas, Dayan dan Marius terbunuh. Mereka yang berhasil lolos, bergabung dalam pasukan gerilya di pedalaman Jawa. Di sana,mereka menemukan strategi terbaik untuk mengalahkan banyak pasukan Belanda hanya dengan mengandalkan peralatan perang seadanya, sedikit pasukan tempur, dan perbukitan sebagai tameng pertahanan sekaligus serangan.
Yang kedua ada Darah Garuda atau Merah Putih II, film drama fiksi historis Indonesia yang dirilis tahun 2010 dan merupakan bagian kedua dari rangkaian film "Trilogi Merdeka" atau “Trilogi Merah Putih”. Film ini juga disutradarai oleh Yadi Sugandi dengan bantuan Conor Allyn. Film Darah Garuda berkisah mengenai sekelompok kadet heroik yang bergerilya di pulau Jawa pada tahun 1947. Terpecah oleh rahasia-rahasia mereka pada masa lalu, dan konflik yang tajam dalam hal kepribadian, kelas sosial dan agama, keempat lelaki muda bersatu untuk melancarkan sebuah serangan nekat terhadap kamp tawanan milik Belanda, demi menyelamatkan para perempuan yang mereka cintai. Para kadet ini terhubung dengan kantor pusat Jendral Sudirman di mana mereka diberi sebuah tugas sangat rahasia di belakang garis musuh di Jawa Barat, sebuah serangan dengan gaya komando pada lapangan udara vital yang dapat membalikkan perlawanan para pemberontak melawan kezaliman lewat udara yang telah dilakukan Jendral Van Mook pada Agustus 1947. Menembus dalam ke hutan, mereka bertemu dengan kelompok lain dari separatis Islam, juga menemukan sekutu baru, bahkan ada orang yang potensial berkhianat menjadi mata-mata kolonial dan musuh lama yang bertanggung jawab atas intelijen Belanda. Para Kadet terkepung saat mencoba bergerilya di lapangan udara milik Belanda, baik oleh musuh dari luar maupun dari dalam. Oleh karena para pahlawan yang terus bersatu dan saling percaya, mereka berani mati dan berjuang demi mengejar satu tujuan, yaitu mempertahankan kemerdekaan.
Yang terakhir ada “Hati Merdeka” atau “Merah Putih III”, film drama fiksi historis Indonesia yang dirilis tahun 2011 ini merupakan bagian ketiga dari rangkaian film "Trilogi Merdeka" atau “Trilogi Merah Putih”. Film ini lagi-lagi disutradarai oleh Yadi Sugandi dan Conor Allyn. Film ini berawal dari misi yang berakhir sukses namun tragis karena pasukan dari pihak Indonesia kehilangan seorang pemuda yang tergabung dalam barisan pasukan terbaik Jendral Sudirman bernama Budi yang memilih mati di tangan Belanda saat ia tertangkap basah oleh Belanda. Kesetiaan pasukan ini kembali diuji dengan mundurnya pimpinan mereka, Amir dari Angkatan Darat. Tanpa pemimpin dan dengan dirundung kesedihan karena kehilangan mereka, para kadet membawa dendam mereka dalam perjalanan misi mereka ke Bali, tempat Dayan yang kini bisu berasal untuk membalas dendam kepada Belanda. Mereka dikirim ke Bali untuk membunuh Kolonel Raymer (Michael Bell, aktor berbakat dari Inggris yang meninggal April lalu), yang telah membunuh keluarga Tomas di awal trilogi ini. Tomas telah dipilih sebagai pemimpin baru dari pasukan kadet ini. Dalam perjalanan ke Bali, para kadet harus mengahadapi banyak hadangan dari tentara Belanda, salah satunya menghadapi kapal perang Belanda dengan meriamnya di Lautan. Sesampainya di Bali, kelompok ini menyelamatkan Dayu (Ranggani Puspandya) dari kekejaman kelompok milisi KNIL Kolonel Raymer, tetapi Mariyus hampir mati terbunuh saat mencoba membantu menolong Dayu karena ditikam senjata tajam dari belakang oleh salah satu pasukan Belanda. Saat teman mereka sedang berjuang antara hidup dan mati, pasukan kadet ini bertemu dengan pemimpin pemberontak bawah tanah Wayan Suta (Nugie). Tomas sempat bentrok dengan pimpinan mereka terdahulu (Amir) saat mereka merencanakan serangan bersama Wayan Suta  untuk melawan milisi Raymer karena Amir yang sempat mundur sebagai perwira dan digantikan oleh Tomas tiba-tiba muncul di hadapan Tomas sambil berkata kalau dia akan ikut berperang dan kembali menjadi perwira demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia di daerah Bali. Perang tersebut pun akhirnya tak terelakkan, perang yang dilangsungkan di Desa Marga, Bali ini menciptakan dua hal, yang pertama: kemenangan telak Indonesia atas Belanda dan yang kedua: perang sampai titik darah penghabisan dengan bukti banyaknya korban meninggal dari pihak Indonesia. Perang itu pun kini diabadikan dengan sebutan “Puputan Margarana” yang artinya “Perang sampai titik darah penghabisan di desa Marga”. Itu adalah cerita singkat yang cukup panjang, setelah anda membaca ringkasan film Trilogi Merdeka, pasti anda langsung sependapat dengan saya bahwa film tersebut sangat erat kaitannya dengan ideologi nasionalisme.
Mungkin bukan hanya saya, tapi anda juga, atau bahkan siapapun pasti pernah ada di titik saat kita pertama kali merasakan tumbuhnya rasa nasionalisme, rasa cinta itu timbul karena rasa ingin berjuang dan ingin mempertahankan yang menggebu-gebu terhadap Indonesia, terhadap Nusantara, terhadap tanah air, terhadap negara, terhadap tempat di mana kita lahir, hidup, dan mati. Rasa tersebut akan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Saya kira film ini sangat senada dalam menggambarkan rasa nasionalisme saya, Saya ingat betapa kuatnya tekad para perwira, para penduduk, para pecinta damai, para pengagum negeri, dan para-para lainnya  yang menginginkan kemerdekaan tetap bertahan, ketentraman negeri tetap terjalankan, dan negeri Indonesia tetap terdirikan. Jadi film ini seperti mengingatkan saya pada momen itu, saat semua elemen pribumi bersatu demi mengusir penjajah agar Indonesia tetap merdeka. Bahkan, film ini pun seakan-akan mengajarkan saya, betapa pentingnya menumbuhkan rasa Nasionalisme dalam diri, Bagaimana saya bersikap dalam menjunjung tinggi negara dengan rasa cinta.
Ketika kita terciprat pertanyaan, bagaimana kita bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri kita? Bagaimana kita bisa membubuhkan ideologi nasionalisme pada diri kita? Apakah hanya perlu menonton film Trilogi Merdeka? Jawabannya adalah bisa jadi, dan bisa tidak. Mengapa? Karena menumbuhkan rasa nasionalisme untuk dapat menganut ideologi nasionalisme tidak melulu karena satu hal saja, tetapi bisa dilakukan juga dengan hal lain. Misal saya terpecik rasa nasionalisme saya karena menonton film Trilogi Merdeka, tetapi rasa nasionalisme dalam diri saya ini juga dapat terlecut dengan pergi ke museum-museum sejarah Indonesia, membaca buku sejarah Indonesia, atau hal-hal yang terkait karenanya. Kembali menilik tentang film ini, kalau kita coba rasakan dengan sangat menghayati, kita juga akan seperti merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan para pejuang dalam film tersebut. Ketika mereka berperang dengan semangat membara melawan Belanda demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, kita juga seperti merasakan semangat membaranya mereka, ketika mereka berduka saat menyaksikan banyak teman-teman mereka yang gugur dalam medan perang, kita juga seperti merasa bahwa kita juga berduka atas kepergian atau gugurnya para pejuang. Ketika mereka berhasil mengesampingkan perbedaan suku, ras, ataupun agama, dan lebih mengedepankan rasa toleransi untuk dapat bersatu dalam satu kesatuan negara Indonesia, kita juga jadi lebih sadar bahwa rasa toleransi itu penting dalam menyikapi perbedaan, saling menghargai perbedaan itu penting demi terciptanya persatuan yang sangat diidam-idamkan.
Secara keseluruhan, film Trilogi Merdeka memang menarik minat penonton dalam menggugah rasa nasionalisme si penonton. Apalagi ketika kita mencoba mengamati film ini, di mana film ini berkisah tentang petualangan empat pemuda putera bangsa dari beragam identitas (suku/agama berbeda), yang memiliki jiwa serta semangat berkobar melawan penjajah demi bertahannya kemerdekaan Indonesia. Pengembangan karakter dari keempatnya disajikan secara perlahan dalam trilogi film tersebut, melalui kilas balik masa lalunya dengan kisah yang berbeda-beda. Namun ada satu kesamaan dari banyaknya perbedaan tersebut, yaitu masa lalu kelam yang sama-sama mereka alami membuat mereka mengerti bahwa mereka merasakan rasa sakit yang sama dan membuat mereka jadi memiliki impian yang sama lewat rasa sakit tersebut. Hal ini juga yang membuat kita akhirnya semakin mengerti akan kondisi rumit sisi manusiawi terhadap keberagaman bangsa Indonesia, bahwa kita saling terhubung, bahwa kita memiliki rasa sakit yang sama dan impian yang sama. Jadi film Trilogi Merdeka pantas untuk dinikmati sebagai sebuah media pengingat akan film perang kemerdekaan sekaligus media untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.
Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut, kita seharusnya semakin yakin bahwa film Trilogi Merdeka atau Trilogi Merah Putih memperlihatkan alur yang senada sekaligus berkesinambungan dengan rasa nasionalisme seseorang. Film seakan-akan selalu mengajarkan kita bahwa mencintai tanah air itu adalah suatu keharusan sebagai hubungan timbal balik antara kita dan tanah air. Menonton Film Trilogi Merdeka dapat membuat seseorang menjadi sosok yang nasionalis dan membuatnya berideologi nasionalisme, atau seseorang yang memilki pandangan nasionalisme akan semakin tergerak hati dan rasa kecintaannya saat maupun setelah menonton film Trilogi Merdeka.
Tetapi, apakah benar ideologi nasionalisme seseorang itu tercipta semata-mata karena mengembangnya rasa nasionalisme seseorang? Apa benar suatu film tentang nasionalitas dapat membuat seseorang menjadi nasionalis sekaligus menjadi pribadi yang berideologi nasionalisme? Saya pun saat ini masih memikirkan teknik-teknik yang pas untuk menganalisa dan memecahkan itu semua, tentang ideologi nasionalisme, tentang rasa nasionalis, dan tentang kenasionalitasan seseorang. Ya, semua itu masih saya pikirkan. Yang jelas, saya merasa sangat senang karena bisa dalam mencoba membongkar rasa nasionalis yang terkandung dalam film Trilogi Merdeka dan mengaitkannya dengan ideologi nasionalisme. Ternyata hal tersebut memang memiliki keterkaitan dengan konsep saling mempengaruhi atau sebab-akibat.

Senin, 15 Juni 2020

”Talent Mapping Talk" Acara Untuk Mengenal Minat dan Bakat

”Talent Mapping Talk" Acara Untuk Mengenal Minat dan Bakat


”Talent Mapping Talk" Acara Untuk Mengenal Minat dan Bakat


Jakarta – Minat dan bakat merupakan hal yang ada di dalam diri manusia. Sayangnya, tidak semua manusia dapat dengan mudah mengenali minat dan bakat dari diri mereka masing-masing. Dengan begitu, BEM FE selaku organisasi di lingkungan kampus Universitas Negeri Jakarta mengadakan acara Talent Mapping Talk dan berkolaborasi dengan tim Kolaborasi Inovatif.
Talent Mapping Talk merupakan acara yang memiliki tujuan untuk membuka mata seseorang untuk mencari tahu seputar minat dan bakat yang ada di dalam diri seseorang.
Menurut Kak Azizah selaku penanggung jawab acara Talent Mapping Talk, tujuan diadakan acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengetahui minat dan bakat.
"Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengetahui minat dan bakat di dalam diri. Sehingga peserta sadar, bahwa mereka punya potensi kelebihan di dalam diri masing-masing. Selain itu, peserta tidak bingung lagi ketika pasca kampus, harus kemana, dan di materi juga membahas mengenai selflove, agar setiap peserta mengetahui pentingnya mencintai diri sendiri tanpa nantinya membandingkan diri dengan orang lain," kata Kak Azizah.
Tujuan dari acara tersebut juga sesuai dengan tema yang diambil dalam melaksanakan acara. Kak Azizah menuturkan bahwa tema yang diambil dalam acara tersebut adalah "To know yourself;  to love  yourself” di mana kita sebagai manusia harus mengenali dan mencintai diri sendiri.
Saat ditanya tentang sasaran audiens, Kak Azizah mengatakan "Tentunya siswa SMA yang baru/akan lulus, mahasiswa, dan mahasiswa yang baru lulus."
Kak Azizah juga mengatakan bahwa hasil yang ingin dicapai dalam acara ini adalah bertambah banyaknya orang peduli dengan acara yang seperti ini, terutama tentang minat dan bakat, serta menerapkan selflove terhadap diri masing-masing.
Acara tersebut diadakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2020, dengan narasumber yaitu Faisal M. Syahri Alwi, S.I.Kom, sebagai seorang praktisi talent mapping dan konselor komunikasi efektif. Acara  dimulai pada pukul 08.00-15.30. Dalam acara tersebut, dibagi menjadi 3 sesi acara, yaitu Sharing Hasil Assesment (08.00-09.30), Sharing Main Topic (09.30-12.00), dan Diskusi dan Kosultasi (13.00-15.30), dengan dihadiri oleh kurang lebih 30 orang.

Fazri Oka Ramadhan

Minggu, 14 Juni 2020

Community of Marine Conservation Acropora

Community of Marine Conservation Acropora


Community of Marine Conservation Acropora


            Hai, Edufriends! Apa kabar nih? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya. Yup, sekarang kita akan memberi tahu salah satu komunitas yang cocok banget nih buat pecinta lingkungan, juga yang ingin menambah kepedulian terhadap alam. Komunitas tersebut adalah CMC Acropora. CMC merupakan singkatan dari Community of Marine Conservation Acropora yang didirikan sejak 13 Juli 2009 oleh dosen dan mahasiswa rumpun biologi dengan Dr.  Hanum Isfaeni, M.Si sebagai pembimbing dari komunitas ini.  Alasan dari pengggunaan nama CMC merujuk pada nama salah satu spesies karang yang memiliki pertumbuhan paling cepat dibandingkan spesies karang lain yang diharapkan komunitas ini bisa tumbuh berkembang cepat dan bermanfaat bagi orang lain. 


             Tujuan awal dari CMC adalah untuk mengumpulkan mahasiswa dari rumpun biologi yang memiliki kecintaan dan kepedulian terhadap laut untuk melakukan kegiatan penelitian ataupun kegiatan konservasi tetapi seiring berjalannya waktu, CMC berkembang jadi komunitas yang mengumpulkan mahasiswa UNJ yang memiliki minat dan cinta terhadap laut serta kepedulian untuk menjaga laut dan melaksanakan kegiatan konservasi kelautan berbasis penelitian dan aksi nyata.



           CMC memiliki banyak kegiatan yang seru lho, Edufriends. Selain bisa menambah wawasan,  kegiatan-kegiatan yang dilakukan juga bisa membuat kita mengetahui kehidupan laut.  Beberapa kegiatan tersebut terdiri dari:
1.    Coral Study (COAST).
Coral Study merupakan kegiatan yang diadakan setiap bulan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta membangun budaya diskusi anggota CMC tentang laut.
2.    Berenang Bareng CMC (BBC).
Berenang Bareng CMC merupakan kegiatan yang diadakan setiap bulan, ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berenang anggota CMC. Untuk bisa melakukan kegiatan di laut dengan maksimal, maka perlu melatih anggota CMC untuk bisa berenang dengan baik.
3.    Seminar Kelautan (SELAT).
Seminar Kelautan merupakan kegiatan penyaluran informasi kepada masyarakat luas berupa seminar yang mengangkat tema kelautan dan isu-isu terkini mengenai laut yang diadakan setiap tahun.
4.    Ekspedisi
Ekspidisi merupakan kegiatan mengunjungi pulau dengan tujuan untuk monitoring, penelitian, ataupun melakukan aksi penyuluhan kepada masyarakat sekitar. Untuk saat ini, kegiatan CMC masih berpusat di beberapa pulau Kepulauan Seribu.
5.    Perayaan World Ocean Day
Kegiatan yang selalu dirayakan setiap tanggal 8 Juni, biasanya berupa kegiatan kampanye mengenai pentingnya menjaga laut dan menggalakan masyarakat untuk bisa melakukan kegiatan menjaga laut, karena adanya pandemi maka dialihkan dengan aksi melalui media sosial.
6.    Pelantikan
Pelantikan merupakan agenda tahunan untuk melantik anggota baru. Kegiatannya berlangsung sekitar 4 bulan dengan tujuan akhir melatih anggota baru untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan laut untuk bisa melakukan kegiatan penelitian dan konservssi dengan baik.


            Nah, gimana nih, Edufriends? Tertarik enggak untuk menjadi anggota CMC?  CMC ini bisa menjadi tempat untuk kita belajar dan menambah pengalaman tentang kehidupan laut, bukan hanya untuk diri kita namun juga dapat menjadi kesempatan untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Bagi kalian yang tertarik untuk menjadi anggota dari CMC, kalian bisa melihat seluruh informasinya secara lengkap di instagram yaitu @CMC_acropora yaa.

Anjuita

Training Soft Skill #2: Guidance and Counseling Techniques in Dealing with Children

Training Soft Skill #2: Guidance and Counseling Techniques in Dealing with Children


Training Soft Skill #2
Guidance and Counseling Techniques in Dealing with Children




            Edufriend, cepat atau lambat kita akan menjadi orang tua ataupun akan menjadi guru, jika Edufriend memilih jurusan pendidikan. Menjadi orang tua bukan hal yang mudah, salah satunya adalah memahami dan mengenali pribadi anak. Hal tersebut bisa dijawab di salah satu training soft skill yang dilaksanakan oleh Community Development FE UNJ.
            Tema yang diusung acara ini adalah Guidance and Counseling Techniques in Dealing With Children, Comdev FE UNJ memilih tema ini karena diharapkan Edufriend bisa menguasai karakter anak yang berbeda-beda melalui teknik bimbingan konseling, supaya dapat memotivasi anak dalam perkembangannya terlebih pada saat “golden age”. Training kali ini, dibawakan oleh Bu Dra. Michiko Mamesah, M.Psi selaku Dosen Prodi Bimbingan Konseling FIP UNJ & Konselor sebagai narasumber.


            Selain latar belakang dari dipakainya tema tersebut, tujuan diadakannya acara ini juga enggak kalah keren loh, Edufriend!. Tujuan diadakannya acara ini supaya ketika kita menjadi orang tua dan guru dapat mendidik dan membimbing anak-anak secara baik dan benar. Selain itu, training ini juga difokuskan kepada pengajar Comdev FE UNJ yang nantinya dapat menerapkannya dalam kegiatan pengajaran rutin Comdev FE UNJ.
            Kesuksesan dari training ini tidak luput dari peran-peran yang terlibat dalam acara ini loh, seperti Divisi PSDM Comdev FE UNJ sebagai panitia acara, ERA-FM UNJ dan EconoChanel sebagai media partner, serta UPT-LBK UNJ yang mensupport acara ini. Selain dari yang disebutkan, tentu adanya peserta dari masyarakat umum.


            Training yang sangat bermanfaat ini, tentunya sudah dipersiapkan dengan baik  dari bulan Mei 2020. Dengan waktu ± sebulan dalam menyiapkan acara ini, tentunya ada kendala yang dihadapi seperti pembuatan room zoom yang sedikit bermasalah. Akan tetapi, hal tersebut dapat ditangani dan dibantu oleh kakak-kakak BPH Comdev FE UNJ, DPO Comdev FE UNJ, serta beberapa dosen. Sehingga, acara ini dapat berjalan dengan lancar sampai akhir acara.
            Salah satu peserta dari training ini pun mengakui bahwa acara ini sangat keren, banyak hal yang ia dapatkan dari training ini. Tujuan dari salah satu peserta dalam mengikuti training ini, “karena tema yang diangkat menarik, yaitu ‘Guidance and Counseling Techniques in Dealing with Children’. Saya sangat tertarik dengan seminar-seminar yang diadakan tentang cara menjadi orang tua yang baik, cara berinteraksi dengan anak, cara memahami dan mengatur anak, dan hal lain yang menyangkut tentang anak, karena menurut saya menjadi orang tua adalah sesuatu yang sulit, sesuatu yang harus dipersiapkan dan dipelajari secara bertahap. dalam mendidik anak secara baik pun bukanlah hal yang mudah terlebih anak adalah anugerah, oleh sebab itu menurut saya penting sekali mempelajari tentang tema yang diangkat tersebut meskipun kita masih belum menjadi orang tua, agar saat kita menjadi orang tua nanti setidaknya kita mengerti karena kita telah mempelajari cara-cara untuk memahami anak dan belajar cara menjadi orang tua yang baik di kemudian hari.” (Bunga Syntya Claudya – Pendidikan Sosiologi 2019).
            Selain itu, ketika ditanyai perasaannya setelah mengikuti acara ini, Bunga merasa senang, karena pertanyaannya dijawab oleh narasumber, pertanyaannya terkait tentang pola asuh orang tua dan perfeksionis. Selain itu, manfaat yang didapat setelah mengikuti seminar ini menurut Bunga yaitu, bisa lebih memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap anak di kemudian hari, dan memberikan bekal buat kita terutama anak-anak muda untuk mempersiapkan diri agar dapat menjadi orang tua yang siap, khususnya secara mental dalam mendidik anak.
            Wah keren sekali ya Edufriend acara ini! Harapan ke depannya, Nisalia Ningrum selaku ketua pelaksana mengucapkan semoga peserta semakin banyak dalam acara ini, agar dapat mengembangkan pengetahuannya dalam bidang pendidikan dan semoga acara yang selanjutnya tidak ada kendala apapun.

Natalia Kristiani Maru’ao
Editor: Riska Damayanti

Kamis, 11 Juni 2020

Puisi Aku Sebagai Kekosongan

Puisi Aku Sebagai Kekosongan


Aku Sebagai Kekosongan
Muhammad Taufiqul Hakim


Aku menelisik dingin angin laut
Derai dan desir ombak ibarat lagu kekosongan
Mengisi dengan lihai sampai lupa soal sekitar
Dan matahari sore yang mulai kabur dari pupil mataku

Katanya, bulan hadir sebagai pelipur
Purnama larut dalam kepalaku yang lapar
Aku dengan hati terisi penuh arah yang hilang
Ketika riuh tawa hanya berisi kebohongan

Semua terlihat biasa-biasa saja
Kau yang larut dalam dekap bahu kokoh
Sedang, mataku perih dilahap asap polusi
Sebagai sebab, banyak objek yang aku hiraukan


Puisi Kamu dan Hati ini

Puisi Kamu dan Hati ini


Kamu dan Hati ini
Febrizka Nabilla


Tidak lagi kulihat pelangi di langit setelah hujan
Tidak ada embun sejuk pagi di kala panasnya
Tidak ada tenang malam berikutnya
Aku sudah jatuh menembus langit hingga dingin malam
Lalu siap dipeluknya
Cerita singkat ini kan jadi tumpukan cerita
Berhasil mengenalmu sekali saja, namun gagal membuatmu berwarna
Penantianku terbayar, sakitnya hambar, namun rasanya tak hilang
Aku di sini ketika kamu butuh warna pelangi
Sejuk embun pagi atau hanya ingin menembus tenang malam
Karena rasanya hilang
Dan aku tak mau hilang

Rabu, 10 Juni 2020

Talkshow The Office Explorer 4.0

Talkshow The Office Explorer 4.0


Talkshow The Office Explorer 4.0


Acara ini diselenggarakan oleh program studi D3 Administrasi Perkantoran berkolaborasi dengan S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Jakarta. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan program studi tersebut ke khalayak umum dengan mengadakan perlombaan bagi siswa/i SMK dan mahasiswa/i universitas. Tahun ini adalah keempat kalinya acara tersebut berlangsung. Dengan konsep yang berbeda dengan tahun sebelumnya, acara ini menggunakan media online berhubung dengan adanya pandemic Covid-19. Acara TOE 4.0 dilaksanakan selama 2 hari, hari pertama diadakan tanggal 9 Juni 2020, sebagai pembukaan acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan perlombaan yang diikuti oleh berbagai macam universitas dan SMK. Pada hari kedua, diadakan talkshow dengan moderator Rima Selviana selaku alumni D3 Administrasi Perkantoran dan pemateri Bapak Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. dan Bapak Dr. Hendrik Heri Sandi, S.Pd. M.M.


Talkshow tersebut mengusung tema “Improving Our Interpersonal Skill to Survive The Industrial Revolution 4.0”. Dihadiri oleh ±340 peserta, dengan media online Zoom dan Youtube Streaming, talkshow ini diawali dengan pemutaran video sponsor, selanjutnya sambutan, pengisian materi, serta sesi tanya jawab dan acara penutupan.
Bapak Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., selaku pemateri, memaparkan materi tentang Team Work and Creative Thinking. Dalam materi tersebut beliau menjelaskan walaupun sedang keadaan pandemi seperti ini, kita harus selalu melihat peluang yang ada dengan memanfaatkan kesempatan tersebut, dimulai dengan mengenali passion diri sendiri kemudian mencari peluang usaha dengan melihat data e-commerce. Rupanya banyak peserta yang berfokus pada wajah yang biasa disebut dengan papa online ini, dilihat dari sosial media peserta yang sangat antusias dengan beliau.
Selanjutnya, pemateri kedua adalah Bapak Dr. Hendrik Heri Sandi, S.Pd. M.M. dengan memaparkan materi tentang materi Komunikasi dan Jiwa Kepemimpinan. Beliau menjelaskan bahwa komunikasi yang baik akan menimbulkan jiwa kepemimpinan dalam diri kita dan hal tersebut akan berdampak pada lingkungan sekitar.


Intan Maulida Rizaldy
Editor: Riska Damayanti

DESA PENDIDIKAN

DESA PENDIDIKAN


DESA PENDIDIKAN




            Halo Edufriend! Pernahkah kalian berpikir bagaimana sih lingkungan pendidikan yang asri dan ramah? Jika kalian pernah berpikir seperti itu, bisa kalian lihat nih dari salah satu komunitas Fakultas Ilmu Sosial yaitu, Desa Pendidikan atau yang disingkat menjadi DEPE.
            Ngomong-ngomong, nama Desa Pendidikan sendiri mempunyai makna loh, Edufriend. Makna dari nama Desa merupakan sebagai gambaran lingkungan yang asri dengan penduduk yang ramah. Nama desa pun menjadi salah satu pengikat yang mencerminkan karakter dari pengurus DEPE. Hingga akhirnya, nama dari Community Development FIS UNJ adalah Desa Pendidikan. Harapan dengan dinamakannya Desa Pendidikan bisa menjadikan satu lingkungan yang asri dan ramah. Dengan bertambah besarnya komunitas ini, akhirnya DEPE mulai diperkenalkan kepada seluruh mahasiswa khususnya FIS UNJ.

 

            Komunitas yang sudah berdiri sejak Agustus 2012 dan didirikan oleh salah satu mahasiswa program studi Sosiologi 2009, yaitu Gunardi Ridwan. Tujuan komunitas ini berdiri pun sangat mulia loh Edufriend, yaitu menjadi tempat belajar gratis bagi anak-anak dengan kisaran usia 3-15 tahun; mengurangi tingkat kriminalitas terhadap anak-anak yang biasanya dilakukan oleh remaja dan orang dewasa; mencetak generasi penerus yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas, cerdas, berbudi pekerti, penuh semangat dan ceria; serta memberdayakan anak remaja dalam hal pendidikan supaya selepas dari SMP bisa mengajari adik-adik di wilayahnya. Keren banget kan Edufried tujuan dibentuknya Desa Pendidikan ini.

 

            Selanjutnya, kegiatan yang sudah dilakukan Desa Pendidkan juga banyak loh Edufriend yaitu, pengajaran rutin yang dilakukan setiap minggu pada hari sabtu. Pengajaran pun sebagai kegiatan rutin dalam mengajar dan mendidik adik-adik binaan di sekitar yayasan tempat pengajaran lalu, ada festival anak, dan pendidikan & kepelatihan (diklat), serta DEPE juga mengadakan study tour yang biasanya ke museum-museum loh, Edufriend! Seru banget ya kegiatan yang dilakukan oleh Desa Pendidikan.


            Desa pendidikan sendiri mempunyai kegiatan rutin untuk pengurus seperti, evaluasi pembelajaran yang diadakan sekali dalam sebulan yang pastinya evaluasi tersebut membuat komunitas Desa Pendidikan semakin maju dalam mengajarkan adik-adik kita. Selain evaluasi pembelajaran, adanya kegiatan rutin kumpul bersama untuk tetap mempererat tali persaudaraan antar pengurus, biar ga ada yang slek (konflik) gitu Edufriend.
            Komunitas Desa Pendidikan pun mempunyai hal yang menarik, menurut Kepala Sekolah (ketua) Desa Pendidikan tahun 2020 dan sebagai narasumber, yaitu Aldi Waskito, hal yang membuat Desa Pendidikan menarik adalah sebagai tempat mahasiswa untuk mengabdikan dirinya untuk masyarakat, seperti salah satu tri dharma perguruan tinggi ya Edufriend, yaitu pengabdian masyarakat. Lalu, manfaat yang banyak didapati dari Desa Pendidikan yang membuat hal itu semakin menarik yaitu, mengasah kemampuan mengajar, mendapatkan teman-teman seperjuangan dan manfaat lainnya.


            Setelah Edufriend berkenalan dengan komunitas Desa Pendidikan, mungkin Edufriend tertarik untuk ikut sebagai pengurus di dalamnya. Nah, untuk Edufriend yang minat menjadi pengurus di dalamnya, Desa Pendidikan ini membuka Open Recruitment setiap tahun yang dimana ada tahap-tahap yang nantinya Edufriend ikuti, dimulai dari ikut pendidikan, dan pelatihan yang telah disediakan oleh para pengurus Desa Pendidikan. Namun, Desa Pendidikan baru membuka open recruitment bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNJ saja nih, Edufriend. Kita doakan saja semoga Desa Pendidikan bisa terbuka untuk umum ya Edufriend, sehingga tujuan yang ada bisa tercapai dengan maksimal.
            Harapan dari ketua Desa Pendidikan sendiri, yaitu semoga DEPE bisa lebih baik dalam segala hal. Baik dalam hal pengajaran, pengorganisasian dan hal-hal lainnya. Serta, DEPE bisa berkembang lebih besar dan lebih baik lagi.
            Semoga DEPE bisa berkembang lebih besar dan lebih baik lagi.
           
Natalia Kristiani Maru’ao


Minggu, 07 Juni 2020

MEMBUAT BANOFFEE, CARA TERBARU MENGHILANGKAN BOSAN SAAT DI RUMAH AJA

MEMBUAT BANOFFEE, CARA TERBARU MENGHILANGKAN BOSAN SAAT DI RUMAH AJA

MEMBUAT BANOFFEE, CARA TERBARU MENGHILANGKAN BOSAN SAAT DI RUMAH AJA
Oleh @larsdinda


Kamu udah mulai bosen dan bingung mau mengisi waktu luang selama di rumah aja? Tenang Edufriend, saya udah menyiapkan sebuah resep yang mudah dibuat, anti gagal dan rasanya dijamin enak. Kali ini, saya akan membuat Banoffee. Banoffee atau banana toffee ini merupakan dessert pie asal Inggris yang merupakan perpaduan antara pisang, karamel, dan krim, dengan bagian dasar yang terbuat dari remahan biskuit dan mentega. Jadi, gimana Edufriend? Kamu udah mulai penasaran sama resepnya, kan? Yuk, simak resep dibawah ini!

Resep Banoffee :
Bahan-bahan yang perlu disiapkan:
Saus Karamel
200 g gula pasir
80 ml air
180 ml whipping cream
30 g margarin
1 sdt vanili
Sejumput garam

- Untuk base atau bagian dasarnya, kamu perlu:
20 buah biskuit marie (merk apa saja)
60 g margarin (cairkan)

- Bahan untuk membuat whipped cream:
100 g whipped cream bubuk
200 ml air es

- Bahan tambahan:
3 buah pisang (potong kecil-kecil)
Bubuk coklat untuk taburan diatasnya

- Cara membuatnya:
1. Saus karamel: Masukan gula pasir dengan air sampai gula terendam, kemudian nyalakan api sampai gula berubah coklat tua, lalu matikan api. Masukan whipping cream aduk rata, kemudian masukan mentega aduk kembali, lalu masukan vanilla dan garam. (Atau kamu bisa pakai saus karamel yang sudah jadi).
2. Base: Haluskan biskuit marie, kemudian tuang margarin cair. Aduk rata.
3. Whipped cream: kocok semua bahan whipped cream sampai kaku.
4. Masukan biskuit ke dalam wadah apa saja, kemudian masukan caramel di atasnya, dan letakan pisang. Lalu, masukan kembali karamel di atasnya.
5. Beri whipped cream di atas pisang sampai tertutup rapih.
6. Taburi dengan coklat bubuk, kemudian masukan ke dalam kulkas selama satu setengah jam.

       Nah, gimana resep di atas? Tertarik untuk kamu coba? Semoga resep di atas bisa kamu coba untuk menemani waktu luangmu selama di rumah aja yaa, Edufriend. Selamat mencoba! 

Our Blog

Our Team

GENERAL MANAGER
MAINBOARD
VICE GENERAL MANAGER
MAINBOARD
SECRETARY
MAINBOARD
TREASURER
MAINBOARD
CREATIVE DESIGN
DEPARTMENT
PRODUCER
DEPARTMENT
HRD
DEPARTMENT
PUBLIC RELATIONS
DEPARTMENT
LOGITECH
DEPARTMENT
MUSIC DIRECTOR
DEPARTMENT
NEWS DIRECTOR
DEPARTMENT

Contact

Talk to us

Badan Penyelenggara Radio Siaran Educational Radio

Address:

Universitas Negeri JakartaGedung G Lantai 1 Ruang 101

Work Time:

Monday - Friday from 10am to 5pm

Phone:

0896-1006-1078