Kamis, 16 November 2023

Usher's House of Horrors: Is the Hype Real or Nah? (2023)

 Usher's House of Horrors: Is the Hype Real or Nah? (2023)

Oleh Ybnou Bathouthah

 

*Warning: Spoiler Alert - Kalau kamu belom nonton, mending skip baca artikel ini ya!

 

Jadi gini, Edufriend! Gue mau bahas tentang serial terbaru dari Netflix yang lagi hits abis, "The Fall of the House of Usher." Jadi cerita ini sebenernya awalnya cerita pendek dari Edgar Allan Poe, yang mana udah jadi legenda di dunia sastra Amerika. Cerita aslinya muncul pertama kali di majalah Burton’s Gentlemen pada tahun 1839. Nah, cerita ini dirombak habis sama Mike Flanagan buat jadi serial 8 episode yang tayang di Netflix.

Gue suka cara Mike Flanagan ngolah cerita ini, dia ngambil 8 cerita pendek Edgar Allan Poe, termasuk yang paling kental, "The Fall of the House of Usher." Bukan cuma itu doang, guys, tapi ada juga "The Masque of Red Death," "Murder in the Rue Morgue," "The Black Cat," "The Tell-Tale Heart," "Goldbug," "The Pit and the Pendulum," dan yang terakhir, "The Raven." Jadi, ini bukan cuma satu cerita, tapi banyaaak cerita dalam satu bungkus!

Kalo lo suka yang horor-horor yang bikin pikiran lo muter-muter, ini cocok banget. Mike Flanagan berhasil bawa atmosfir yang khas Poe banget. Mau nangis, takut, campur aduk jadi satu. Netflix emang jago banget pilih sutradara buat ngebangun suasana. Jadi, nih, buat lo yang doyan cerita horor, "The Fall of the House of Usher" dijamin bakal bikin malam lo makin seru! Gak sabar nungguin season berikutnya deh!

Review serial The Fall of the House of Usher

Edgar Allan Poe dan Mike Flanagan, “manusia tuh gak ada yang sempurna”.

Nih, Edufriend! Jadi, 19 Januari 1809, dunia disambutin sama Edgar Allan Poe. Siapa sih yang ga kenal dia? Bapak fiksi detektif dan kriminal, bikin kita makin penasaran setiap kali baca ceritanya.

Waktu baru 18 tahun, Edgar udah nge-drop cerita pertamanya, "Tamerlane and Other Poems." Abis itu, delapan tahun kemudian, dia lempar ke publik drama perdana dia yang judulnya "Politian." Dan setelah itu, karya-karya dia ngeramein, termasuk yang paling ngetop: "The Black Cat," "The Raven," sampe yang baru diadaptasi jadi serial Netflix keren, "The Fall of the House of Usher." Pokoknya, Edgar Allan Poe emang bikin kita hooked terus sama ceritanya!

Bro, buat yang pernah gowes di dunia tulis-menulis Edgar Allan Poe, lo pasti ngerti vibe uniknya yang ngegambarkan manusia dengan segala kekacauan dan daya tariknya. Gue, Mike Flanagan, dan kalian semua kayaknya jatuh cinta sama cara Edgar nunjukin tokoh-tokohnya yang real banget.

Edgar sih bener-bener gak takut nunjukin sisi gelap masa lalu tokoh-tokohnya yang ngebentuk mereka jadi apa adanya sekarang. Dia gak pelit-pelit kasih kita pemandangan gimana susahnya tokoh-tokohnya lepas dari bayang-bayang masa lalu yang seret. Gila, kan? Tapi itu yang bikin karya-karya dia beda dari yang lain, dan gak heran, relevan sampe sekarang.

Gimana Edgar baurin unsur manusia yang jauh dari kata sempurna sama misteri dan yang supernatural, bener-bener skill tinggi. Gue yakin, di tangan Edgar, ini jadi fondasi kuat buat lahirnya detektif-detective keren kayak Sherlock Holmes sampe Hercule Poirot. Jadi, respect buat sang maestro!

Nah, edufriend udah pada tau blak-blakannya Mike Flanagan di "The Fall of the House of Usher"? Gila sih, banyak yang bilang ini karyanya paling nendang dan nekat. Sebelumnya udah bikin gempa bumi di "The Haunting of Hill House," "The Haunting of Bly Manor," "Midnight Mass," sampe "The Midnight Club."

Vulture nyebut karya terbaru si Mike ini kayak ngasih tamparan keras buat orang kaya. Dia kayak muak banget sama sikap egois mereka, sampe seneng liat mereka jatuh. Jujur, baca ini bikin ngerasa ada semacam karma balik. Bagus juga sih, ada sutradara yang berani bawa tema kontroversial kaya gini. Kalo lo suka yang beda dan punya pesan, "The Fall of the House of Usher" patut banget buat masuk list tontonan lo!

Cekidot, Edufriend! Jadi, Vulture bilang Mike Flanagan punya trik jitu nih buat bikin horor jadi deep banget. Dia nyeret kita ke dalam teror diri sendiri, gitu loh. Kata mereka, ini kayak jalan buat explore luka-luka dalam diri kita, terus nyari cara buat ngehealin' itu.

 

Tapi, gak semua media sependapat, bro. Vox nyebut Mike terlalu nekat, terutama di cerita "The Fall of the House of Usher." Mereka bilang, isu utamanya yang tadinya fokus soal inses, Mike malah nambahin drama krisis opioid di Amerika jadi gede. Beberapa orang mungkin nggak bakal nyambung kalo gak kenal karya-karya Edgar Allan Poe yang jadi dasar cerita. Jadi, kalo lo baru kenal Mike Flanagan dari sini, mungkin lo gak bakal terlalu terganggu sama "kebebasan" Mike ubah tema.

Beberapa media juga nyampein kalo mungkin perubahan tema ini malah bikin cerita jadi lebih relevant di zaman sekarang. Terutama karena tema krisis opioid udah sering muncul di serial lain kaya "Dopesick" di Disney+ Hotstar sama "Painkiller" di Netflix. Jadi, buat lo yang demen cerita yang ngebingkai ketamakan dan keegoisan di tengah krisis, "The Fall of the House of Usher" bisa jadi pilihan, guys!

Episode pertama "The Fall of the House of Usher" tuh ngebuka cerita dengan gaya yang gaspool banget, yakni perkenalan sama tokoh utama, Roderick Usher. Gak bisa dipungkiri, doi tuh tua dan kaya raya. Meski punya duit sebanyak gudang, kepedihan dan kegundahan tetep nyantol di hati bokap ini.

Dalam waktu cuma 2 minggu aja, Roderick kehilangan enam anaknya, guys, dalam berbagai macem kematian tragis. Nah, yang paling nusuk jantung tuh waktu anaknya yang seharusnya jadi pewaris, si Frederick, ikutan jadi korban misterius. Fikiran lo pasti jadi ngeblur, kan? Kayaknya Roderick bener-bener dapet porsi gede tragedi dalam hidupnya.

Di tengah semua duka dan kematian itu, lo bisa merasain gimana Roderick kayak ngerasa lebih rapuh, lebih ngerasain ketidaksempurnaan, dan lebih sadar betapa manusia itu bisa mati kapan aja. Nah, dari lubuk hatinya yang paling dalam, Roderick putusin buat ngadepin kematiannya dengan ngungkapin semua rahasia gelap yang dia simpen selama ini.

Jadi, di depan asisten jaksa yang lagi ngejar dia dengan beragam tuntutan hukum, Roderick nekat buat ngakuin segala kejahatan yang dia lakuin dan ceritain apa aja yang bikin anak-anaknya tewas. Tapi, yang paling penting, dia ajak C. Auguste Dupin, si asisten jaksa, buat menyusuri masa lalu sampe ke masa paling pahit dalam hidupnya: zaman kecil dia dibesarkan sama ibu tunggal di rumah yang minim segalanya. Epic, kan? 

Roderick Usher dan Logan Roy dari "Succession" bener-bener mirip abis! Keduanya punya kontrol penuh atas anak-anaknya, gak peduli nyoblos aturan etika apa. Pokoknya, kalau mesti jahat, ya jahat! Tapi, bedanya Roderick, si karakter di "The Fall of the House of Usher," tuh lebih jahat lagi karena Mike Flanagan ngasih space buat ngeksplor masa lalu dia, dari awal sampe dia bangun kerajaan bisnisnya yang sukses, dan bikin nafas ratusan ribu orang mati gara-gara obat opioid yang dia produksi.

Di akhirnya, Roderick sadar kalau kematian brutal anak-anaknya itu tuh mahal banget harganya. Seharusnya, menurut dia, dia dan saudarinya yang nanggung konsekuensinya, bukan anak-anaknya yang gak bersalah. Tapi, kehidupan gak fair, bro, dan hantu-hantu masa lalu ngejar terus Roderick sampai akhirnya dia harus nerima keadaan.

Nah, di film lokal "Di Ambang Kematian" karya Azhar Kinoi Lubis, ceritanya juga gak kalah serem. Ada laki-laki yang deal sama iblis buat kekayaan. Awalnya mungkin cuma tumbal kambing, tapi akhirnya nyawa manusia jadi tumbalnya. Ibunya sampe sakit-sakitan, terus anaknya kena teror kematian yang bisa dateng kapan aja. Serem banget, kan? Jadi, ini kayaknya lagi ngetrend tema tumbal kesuksesan yang kadang bikin merinding, terutama buat kita di Indonesia.

Wuih, bener-bener serem nih ceritanya Mike Flanagan, dia bikin Roderick dan Madeline juga ikutan main deal sama makhluk serem. Makhluk yang bisa jadi iblis dan bisa berubah bentuk kapan aja cuma demi kekayaan yang gak terhingga. Mirip banget sama vibe "Di Ambang Kematian," kan? Deal untuk kekayaan ini, menurut mereka, pasti bakal bawa efek mengerikan. Kayaknya, gak ada untungnya deh deal sama setan, selalu ada harga yang harus dibayar.

Buat Edgar Allan Poe dan Mike Flanagan, kekayaan tuh kayak bumerang, bro. Jadi, mereka ngebet banget buat nunjukin kalau kekayaan itu sebenernya bikin manusia jadi lemah. Mereka pengen ngasih tau kita kalau di balik duit berlimpah itu, pasti ada konsekuensi yang bisa muncul tiba-tiba kayak bom waktu. Nah, konsekuensi itu gak bisa dihindarin, selalu ada dan bisa meledak kapan aja. Jadi, meskipun kekayaan bisa bikin hidup jadi mewah, tapi selalu ada harga yang harus dibayar, bro.

Dan, gak bisa lupain kata-kata klasik dari Edgar Allan Poe yang masih kebayang sampai sekarang, "You will observe that the stories told are about money-seekers, not about money-finders." Intinya, ceritanya lebih tentang orang yang terus cari duit daripada yang udah dapet duit. Dan, kayaknya, ini jadi reminder buat kita bahwa pursuit kekayaan bisa jadi bumerang.


0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Badan Penyelenggara Radio Siaran Educational Radio

Address:

Universitas Negeri JakartaGedung G Lantai 1 Ruang 101

Work Time:

Monday - Friday from 8am to 8pm

Phone:

0899-2107-7878