Apa
itu Hijabers UNJ?

sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang sekaligus mengandung beberapa unsur edukasi karena berlatar belakang kampus pendidikan. Dari pengalaman komite Hijabers UNJ yang sering menghadiri grand launching komunitas berhijab, kebanyakan mereka hanya sekadar perkenalan komunitas saja lalu ada hijab dan make up class. Insya Allah Hijabers UNJ memiliki rangkaian grand launching yang berbeda dari komunitas-komunitas berhijab lainnya. Beberapa rangkaian acara grand launching Hijabers UNJ yaitu roadshow ke fakultas-fakultas yang ada di UNJ dengan tujuan mengenalkan komunitas Hijabers UNJ dan mengajak perempuan muslimah yang berhijab untuk ikut gabung dalam komunitas ini. Lalu ada Community Development Hijabers UNJ yang bekerjasama dengan Comdev UNJ, mereka memberi pelatihan membuat bros ke ibu-ibu dan anak-anak. Bros yang dihasilkan mereka jadikan souvenir untuk seminar ini. Kemudian ada bazaar di depan gedung G untuk menggalang dana acara seminar ini. Dan Jumat kemarin Hijabers UNJ mengadakan seminar mengenai Menikah Itu Muda(h), “The Secret of Jodoh”, cara menemukan lalu mengenal jodoh tanpa melalui proses pacaran.
Motivasi para komite Hijabers UNJ membuat acara seminar
yang berlangsung di wisma UNJ lantai 3 ini yang pertama adalah untuk menebar
manfaat, mereka tidak mau membuat komunitas yang hanya nongkrong atau kumpul
tanpa ada kegiatan
yang jelas atau sekedar kumpul tanpa memberikan manfaat bagi orang lain. Lalu
yang kedua motivasi mereka adalah untuk memperkenalkan diri, bahwa di UNJ itu
ada wadah untuk perempuan berhijab untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat
bareng-bareng, misalnya pengajian.
Menurut Anne─penggagas Hijabers UNJ
yang pertama kali mengumpulkan anak-anak UNJ untuk
membuat komunitas perempuan berhijab di UNJ─persiapan acara ini dimulai sekitar bulan Januari 2013,
karena komite acara ini berasal dari berbagai macam jurusan
di UNJ dengan jadwal yang berbeda-beda maka mereka mengalami sedikit kesulitan untuk berkumpul dan
membicarakan konsep acara ini. Tapi mereka punya solusi untuk mengatasinya yaitu dengan
cara berdiskusi di group FB Hijabers UNJ.
“Untuk target peserta itu sendiri sebenernya 100 orang,
tapi yang hadir cuma 25 orang. Untuk acara pertama buat kami, ini Alhamdulillah
banget.” Ungkap Anne seusai acara ini berlangsung. Anne pun menambahkan
“Peserta yang datang kebanyakan berasal dari mahasiswa/i UNJ,
ada yang datang sendiri, ada juga yang bersama pasangan
mereka. Ada yang sekadar berharap tips cari jodoh yang baik, ada juga yang berharap dapat tips untuk pernikahan mereka
yang akan berlangsung sebentar lagi. Sangat variatif pokoknya.” “Mungkin karena promosi yang kurang dari kami, awalnya kami
benar-benar promosi sendirian, tapi setelah ERAFM UNJ menjadi media partner,
juga ada beberapa komunitas di UNJ juga yang bantu promosi kami, terus kami
coba promosi ke luar seperti ke HC Jakarta, Alhamdulillah peserta mulai berdatangan.”
Lanjut Anne.
Ketika kami (tim reportase UNJ) bertanya mengenai
bagaimana seorang perempuan bisa disebut anggota Hijabers UNJ, Anne pun menjawab “Yang disebut anggota oleh
hijabers itu adalah dia yang pernah ikut acara-acara kami, contohnya perkumpulan hijabers Jabotabek, hijabers
dari kampus lain, regional, KSR Expo, OASE Ramadhan MetroTV. Terus dia juga
follow twitter kami dan like fanspage kami. Ga perlu pake pendaftaran, asal dia
berkerudung dan mahasiswi UNJ maka dia bisa disebut anggota, tapi beda sama
komite ya.”
Kesan dari kami ketika mengikuti acara ini benar-benar
penuh manfaat untuk semua peserta, baik yang akan cari jodoh atau sedang
mempertimbangkan jodohnya baik atau tidak, atau juga untuk mereka yang akan
mempersiapkan pernikahan mereka dekat-dekat ini. Pesan dari Kak Canun “Cintailah dia yang serius mencintaimu, karena hati tak
bisa disentuh kecuali dengan hati.”
Seminar
‘The Secret of Jodoh’ Hijabers UNJ
Seminar ‘The Secret
of Jodoh’ menghadirkan kak @canunkamil & teh @fufuelmart sebagai pembicara. Alasannya? Pertama karena mereka masih muda. Yang perempuan berumur 22 tahun dan yang
lelaki berumur 21 tahun. Kedua, pasangan ini menikah di usia yang tergolong
masih amat muda. Ketiga, mereka juga mereka menikah tanpa proses pacaran,
menikahnya pun hanya menghabiskan modal Rp600.000,- Tidak perlu mewah, yang penting halal di
mata Allah sah di mata hukum. Alasan terakhir yaitu keunikan dari mereka berdua
yang memberikan pelatihan menikah selalu berpasangan, so romantic couple.
Alasan Hijabers UNJ memilih tema menikah
untuk seminar yang pertama kali mereka adakan yaitu, karena mahasiswa UNJ yang
sudah dewasa itu harus memiliki cara yang benar dan tepat untuk menemukan jodoh
mereka. Kalau
bisa tanpa ada proses pacaran tapi langsung mempersiapkan
diri untuk menikah. Karena pernikahan adalah suatu
hal yg harus dijalani seumur hidup, maka harus benar dipersiapkan ilmunya
secara matang.
Menurut Kak Canun, kebanyakan orang yang mau menikah itu
sangatlah ribet, seperti mau pergi ke mall, padahal nikah itu ya seperti orang
mau naik gunung. Jadi tidak setimpal apa yang mereka persiapkan dengan
kehidupan pernikahan yang akan mereka jalani.
Kak Canun membahas 3 cara benar untuk cari jodoh. Apa saja? Pertama CLEANSING. Mungkin ada yang bertanya-tanya ‘Kenapa jodoh belum juga datang
menghampiri saya?’ Cari sebab masalahnya dan bersihkan! Mulai dulu dari diri
sendiri, jika ingin mendapat jodoh yang baik maka perbaikilah dulu diri sendiri.
Kemudian bersihkan trauma Anda dengan masa
lalu. Hati-hati bagi yang sudah merasa mendapatkan jodoh. Coba dicek dulu apakah
masa lalunya sudah bersih? Jika belum bersih, maka siap siaplah jadi lampiasan
emosi semata dari pasangan Anda. Dan saat sudah
menikah, tak perlu membicarakan masa lalu dengan pasangan. Memang kenangan masa lalu membekas, apalagi cinta pertama. Ingat! Jagalah perasaan pasangan kita. Yang terakhir apa
yang perlu dibersihkan? Hubungan dengan orang tua. Jangan sampai Anda menikah hanya karena ingin cepat keluar dari rumah karena tidak betah
tinggal di rumah. Menjelang akhir seminar, Kak Canun juga mengadakan games tentang tahap Cleansing ini. Sangat menarik,
peserta pun semua menikmatinya dan partisipasi aktif di dalam games ini.
Kedua UPGRADING. Apa yang harus kita tingkatkan? 1. Ilmu 2. Skill 3. Hati. Survei
membuktikan banyak wanita ingin menikah namun belum siap menjadi istri apalagi
menjadi seorang ibu. Semua harus kita persiapkan dari mulai ilmu yang cukup,
kemampuan untuk menjalani kehidupan rumah tangga dan terakhir adalah persiapan
hati yang kuat. Pernikahan itu seperti berlayar dalam satu kapal yang mempunyai
2 nahkoda, mereka berbeda dan memiliki peran masing-masing dengan tujuan yang
sama: menjaga kapal tetap stabil walau banyak gelombang yang menghantam sampai tujuan akhir nanti. Maka kita harus memiliki mimpi dan visi
bersama dengan pasangan kita. Salah satu bentuk kedewasaan dalam pernikahan
adalah tidak mudah marah. Ketika peserta ditanya oleh Kak Canun, apakah mereka mau mempunyai pasangan yang gampang
marah? Mereka kompak menjawab TIDAK.
Ketiga SELECTING.
Disini Kak Canun bertanya ke beberapa peserta tentang
kriteria jodoh idaman mereka. Rata-rata peserta menjawab yang tampan, sholeh,
kaya, baik, tanggung jawab, dll. Itu semua sesuai kriteria masing-masing tapi
ingatlah pesan Rasulullah dalam memilih jodoh. Setidaknya kalian sudah berusaha, maka biarkan Allah memilihkan
hadiah dari usaha kalian.
Di dalam seminar ini tidak melulu Kak Canun yang berbicara menyampaikan materi demi materi, tapi diselingi oleh
teh Fu, walaupun sedang hamil besar dia tetap semangat dan sangat lincah
menyampaikan selingan materi meneruskan suaminya. Kak Canun pun memanggil Teh Fu dengan sebutan PSK, eittt jangan
berfikir negatif dulu, PSK yang dimaksud Kak Canun adalah Partner Sahabat
Kekasih sehidup semati. Aww so sweet! Teh Fu juga memberi jargon penyemangat
dalam seminar ini yaitu “Siapa saya? I'm
Single and Anti Galau” sangat cocok bukan
untuk Anda yang single dan suka galau? Lalu Teh Fu
menambahkan, kalau teh Fu bertanya: Di mana jodoh anda? Jawablah dengan lantang: SUDAH
DEKAT!! Super bukan? Seminar ini pun
berjalan sangat atraktif, peserta beberapa kali mengajukan pertanyaan.
Jumlah panitia untuk acara ini sendiri tidak
begitu banyak, sekitar 20 orang yang terdaftar dari komite hijabers UNJ dan
yang terlihat sibuk di acara ini sekitar 10 orang saja. Semua wanita cantik
yang tergolong sebagai panitia di acara ini sangat kompak memakai baju berwarna
pink dengan hijab unik dan tetap syar’i menutupi aurat mereka, look super
beautiful!
Reporter: Sumayyah dan Ratna
Editor: Oktiani Endarwati
0 komentar:
Posting Komentar