RADIONYA ANAK UNJ

Keep Inspiring, Kee Struggling, And Keep Being Low Profile.

Listening ERA FM UNJ Chat With DJ

ON AIR!

Morning Soul

Senin- Jumat. Jam 08.00 - 10.00 wib.

Read More

Kampus Kita

Senin- Jumat. Jam 10.00 - 12.00 wib.

Read More

Lunch Break

Senin- Jumat. Jam 12.00 - 14.30 wib.

Read More

Era Explore

Senin- Jumat. Jam 14.30 - 17.00 wib.

Read More

Request Kamu

Senin- Jumat. Jam 17.00 - 19.00 wib.

Read More

Chart

Latest Update Chart

Read More

Update

Selasa, 10 Oktober 2017

STORM EUNOIA: Encouraging The Unity of Indonesia. Sukses!

STORM EUNOIA: Encouraging The Unity of Indonesia. Sukses!

Hola Edufriend! Apa kabar? Semoga kabar baik selalu ya. Pada hari Sabtu tanggal 7 Oktober 2017 DJ Rizal dan DJ Ritsya datang ke acara yang keren banget di SMA Saint Peter, Jakarta Utara. Acara tersebut adalah STORM EUNOIA: Encouraging The Unity of Indonesia.

DJ Rizal dan DJ Ritsya datang ke acara penutupan rangkaian acara STORM yang dimeriahkan oleh guest star yang super keren, yaitu Josephine Alexandra x Sesilia Agata, Cindercella & Ben Sihombing, Adhitia Sofyan, dan DJ Freya.

STORM merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh SMA Saint Peter, Jakarta Utara. Acara ini diselenggarakan berbentuk rangkaian dimulai dari tanggal 29 September 2017 – 7 Oktober 2017. Selama tanggal tersebut diadakan lomba-lomba untuk SMP dan SMA sederajat, diantaranya; bola basket putra & putri, futsal putra & putri, modern dance, mural, badminton, tenis meja, mading Bahasa Jerman, English debate, dan English Speech.

“Tahun ini STORM bertemakan Encouraging The Unity of Indonesia. Terkait dengan isu yang ada sekarang tentang perbedaan, acara ini diselenggarakan bertujuan agar lebih mengerti arti persatuan antar manusia dalam berkehidupan.” Ujar Dean selaku ketua pelaksana STORM.

DJ Rizal dan DJ Ritsya juga mewawancarai salah satu pengunjung, Andreas, katanya, “Acaranya keren banget, lighting dan tempatnya bagus, guest starnya juga keren-keren banget. Semoga STORM tahun depan bisa lebih sukses dari tahun ini.” Aamiin. Kalo Edufriend ingin tahu juga gimana serunya STORM, tunggu tahun depan di SMA Saint Peter, Kelapa Gading.

DJ Rizal dan DJ Ritsya pamit mengudara, dengerin terus ERAFM UNJ, Keep Inspiring, Keep Struggling, and Keep Being Low Profile.


Rizal Subekti





Kalam Akbar

Kalam Akbar

Telah diadakannya seminar kedokteran hari sabtu  tanggal  7 oktober  2017 pukul 08-00-14.30di auditorium Gedung Sudirman lantai 4 Fakultas kedokteran, Universitas Pembangunan Jakarta. Seminar ini mengangkat tema Contribute for Nation : Islamic Character berlangsung dengan tertib. Untuk pematerinya sendiri Lembaga Dakwah  Fakultas Kedokteran  UPN mengundang 3 orang tamu undangan yaitu: Dr . dr. Basuki, Sp.OT, FICS , MARS , Ustadz Zaky A.Rivai , S.H.I. , dan  terakhir Muzammil Hasballah, ST.
Menurut Hamdan Yuafi Yusuf selaku  ketua pelaksana acara kalam akbar, d iadakannya acara ini supaya semua orang bisa belajar melakukan dakwah untuk semua umat islam dengan tujuan  membangun  karakter dari setiap orang untuk menjadi lebih baik dan membuat negara  indonesia ke arah  positif.
Dan tema acara kalam akbar yaitu contribute for nation islamic character. Kenapa memilih tema ini? Karena kita ingin membangun negeri kita ini dengan merubah orang-orang yang mulai melenceng dari ajaran agama menjadi lebih lurus dalam agama  islam tersebut. Dengan cara melakukan dakwah  inilah semua  orang  akan  tetap berada di jalan Allah SWT. Sasaran utama dari acara “Kalam Akbar” yaitu  untuk umum dan para pemuda. Para pemuda inilah yang akan menjadi tonggak dimasa depan, sehingga dengan dakwah tersebut  bisa mencakup segala aspek tersebut. Setelah penonton sudah  menyaksikan acara seminar ini, mereka jadi tahu ilmu positif yang mereka ambil dan dari sudah  menonton acara tersebut, berharap agar penonton bisa menjadi lebih baik untuk dirinya sendiri dan juga untuk negaranya. Adapun pihak yang terlibat di dalam acara ini yaitu pihak kampus, pihak panitia,pihak sponsorship dan  media partner.Acara ini dipersiapkan secara matang sejak 6 bulan yang lalu. Dalam melakukan sebuah acara pasti  tidaklah  selalu  lancar. Hambatan  acara ini diantaranya pemakaian ruangan, perijinan  tempat dan sebagainya.  Selain itu, adapun hambatan dalam  mencari pembicara. M ulai dari tanggal yang sudah ditentukan tetapi tidak bisa hadir karana ada sudah  ada  janji  agenda terlebih dahulu, lalu ada yang  merespon  terlalu lama  sehingga hanya perlu bersabar untuk mendapatkan  kabar pasti dari pembicara tersebut. Tetapi dibalik kesulitan itu semua, Allah mempunyai rencana lain yang lebih baik. Sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar berkat hasil kerja keras dari semua panitia dan pihak yang terlibat.
Acara ini termotivasi karena belajar akan  kesehatan masyarakat, dengan melihat teman-teman kita diluar sana yang akan  kurangnya asupan gizi, pendidikan, pengetahuan dan  kesehatan. Dan dari situlah kita terpicu bagaimana cara untuk memperbaikinya di dunia fakultas kedokteran.

Social Action BEMP Elektro

Social Action BEMP Elektro


Jumat, 6 Oktober 2017 BEMP Pendidikan Teknik Elektro sukses menyelenggarakan acara Sosial Action yang berkonsep Bazar Murah di Teater Terbuka, Kampus A, Universitas Negeri Jakarta. Acara ini bertujuan untuk membantu masyarakat sekitar UNJ dan Karyawan UNJ yang kurang mampu dari segi ekonomi.
Acara dimulai pada pukul 14.30 WIB dengan membuka open registrasi, namun sebelum acara dimulai terlihat antusiasme warga untuk menghadiri agenda kebaikan ini. Masyarakat sekitar UNJ dan Karyawan UNJ nampak menikmati rangkaian acara yang disusun oleh panitia penyelenggara, selanjutnya berbondong-bondong menukarkan kupon yang sebelumnya diberikan oleh panitia untuk ditukar dengan paket sembako yang berisi beras,telur,gula,minyak goreng dan mie instan. Acara ditutup pukul 17.00 WIB dan berjalan tertib dan terkendali.
-Iqbal Syafputra

Kamis, 28 September 2017

The 4th International Youth Inventors Award

The 4th International Youth Inventors Award

Tahun ini INNOPA (Indonesian Innovation and Invention Promotion Association) bekerja sama dengan
Universitas Mercubuana kembali mengadakan acara tahunannya yaitu The 4th International Youth Inventors Award (IYIA) 2017 yang dilaksanakan dari tanggal 22 September – 24 September 2017 di Gedung Rektorat Universitas Mercubuana.


Berdasarkan informasi dari Ibu Mega selaku Direktur Internasional Partnership,Pada awalnya INNOPA mengadakan acara IYIA ini pada 2013 ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dari berbagai negara dan jenjang Pendidikan untuk memperkenalkan hasil inovasi mereka ke publik,juga untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk membuka lapangan pekerjaan baru dari inovasi tersebut.


Untuk tahun ini IYIA 2017 diikuti oleh 800 peserta dari 15 negara diantaranya Indonesia,Malaysia,Filipina,India,Yordania,dll.Hasil inovasi dari acara ini pun sudah ada yang benar-benar dikenalkan ke publik salah satunya permen untuk orang diabetes dari salah satu sma di Indonesia


Acaranya ini dari tanggal 22-24 september,namun untuk peserta sudah mulai menyiapkan booth dan juga menghias booth yang akan mereka gunakan untuk memamerkan hasil inovasi mereka disana.Untuk tanggal 22 sendiri itu adalah opening ceremony dari acara tersebut,tanggal 23 september itu dimulai exhibition & award juga ada seminarnya.Dan hari terakhir yaitu tanggal 24 acaranya adalah pameran hasil inovasi yang menjadi juara di IYIA 2017 dan di akhiri dengan closing.Untuk sistem kompetisinya sendiri itu ada exhibition atau pameran,dan juga ada penilaian dari juri.Penilaian dari juri2 ini dilakukan terpisah dan peserta akan menjelaskan hasil dari inovasi mereka didepan juri2 yang berasal dari Indonesia dan negara lain.Jurinya pun diambil dari akademisi seperti dosen atau ilmuwan.Acara ini dibuka untuk umum,jadi untuk semua orang yang ingin datang ke IYIA 2017 bisa langsung datang ke Universitas Mercubuana.

Selasa, 26 September 2017

Seminar Psikologi 'Mental Health for Everyone'

Seminar Psikologi 'Mental Health for Everyone'

Telah diadakannya Seminar Psikologi pada hari Sabtu tanggal 23 September 2017 pukul 09.00-12.30 di Auditorium Gedung H Lantai 4 Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia. Seminar yang mengusung tema besar Mental Health for Everyone ini berlangsung dengan tertib dan tenang. Untuk pematerinya sendiri BEM Psikologi UI mengundang empat orang tamu istimewa, diantaranya yaitu, ada Ivan Sujana M. Psi., Psikologi selaku Dosen Fakultas Psikologi UI Psikologi Klinis, Ir. Bambang Harymurti MPA selaku Mantan Wakil Ketua Dewan Pers, Fairuziana S.Psi., MA selaku Dosen Fakultas Psikologi UI Bidang Psikologi Sosial, dan yang terakhir ada Benny Prawira Siauw selaku Kepala Koordinator Info The Light Indonesia.
Seminar ini membicarakan tentang Suicide Portrayal In Our Media yang apabila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Penggambaran Bunuh Diri di Media Kita. Tujuan diadakannya seminar ini tidak lain adalah untuk menjadikan sarana agar masyarakat menjadi pembaca yang bertanggung jawab terhadap berita-berita bunuh diri yang ada di media. Karena, terkadang media mendramatisasi berita tersebut, sehingga membuat orang lain yang sedang depresi menjadi ingin untuk melakukan bunuh diri. Panitia dari Seminar Psychology Summit ini berharap agar teman-teman bisa menyalurkan informasi-informasi penting terkait bunuh diri setelah menghadirkan seminar ini.
Di dalam seminar ini dijelaskan bahwa bunuh diri berkaitan dengan kesehatan mental. Mas Ivan mengatakan menurut WHO, tingkat bunuh diri di Indonesia masih minim. Meskipun demikian, bunuh diri adalah hal yang sangat disayangkan untuk terjadi. Bahkan sebenarnya, setiap tahunnya itu pasti ada orang yang bunuh diri. Secara definisi bunuh diri adalah tindakan menyakiti diri sendiri sampai ke batas fatal. Mas Ivan juga membeberkan beberapa hal yang dirasakan oleh orang yang ingin bunuh diri. Pertama, adanya rasa lelah pada diri sendiri. Kedua, adanya rasa malu atau kecewa pada diri sendiri, karena tidak bisa berbuat apa-apa. Ketiga, adanya rasa ketidakpercayaan diri pada hal yang dilakukan. Keempat, adanya rasa putus asa pada setiap hal yang telah dilakukan. Kelima, merasa dirinya tidak mempunyai tujuan hidup atau harapan atau alasan untuk hidup.
Adapun faktor yang mempengaruhi seseorang untuk bunuh diri adalah keadaan ekonomi, faktor bawaan dan lingkungan, serta faktor kesempatan untuk melakukan bunuh diri. Beberapa tanda-tanda orang yang ingin melakukan bunuh diri, yaitu adanya perubahan atau tingkah laku dalam bicara. Mereka – orang yang ingin bunuh diri akan lebih sering membicarakan kehidupan selanjutnya atau dunia setelah kematian. Lalu, mereka akan lebih sering berpikir yang negatif. Perubahan mood juga merupakan salah satu tanda-tanda orang yang ingin melakukan bunuh diri.
Hal yang harus dilakukan oleh kita untuk mencegah bunuh diri adalah melihat sekitar anda apakah ada yang aneh atau berubah sama teman anda di sekitar anda, jika ada coba lakukan pendekatan yang tidak terlalu mencolok dan apabila mereka tertangkap ingin melakukan bunuh diri, cobalah sebisa mungkin untuk mencegahnya dan ikut membantunya keluar dari zona kesendiriannya.
Pak Bambang mengatakan kalau setiap orang itu mempunyai hak untuk mati dengan cara terhormat. Di beberapa negara sudah ada yang menterapkan kematian secara hormat itu. Namun, di Indonesia masih belum jelas keresmiannya.
Menurut Fairuziana atau yang biasa dipanggil Mba Fei ini, mengatakan bahwa ada beberapa orang yang terdoktrinisasi untuk melakukan bunuh diri. Ia menjelaskan kalau bunuh diri itu adalah suatu penyakit yang menular. Siapa saja bisa dan mempunyai peluang untuk bunuh diri. Di dalam penjelasannya Mba Fei memberikan penggambaran bunuh diri di media sosial dan cetak. Mba Fei membaginya menjadi dua kategori, yaitu sensasional dan informatif. Untuk berita sensasional biasanya akan menceritakan cerita, memasukkan foto atau video, simplistis dan terlihat seperti tanda-tanda, memasukkan isi pesan terakhir dalam bentuk surat dan lainnya, serta terdengar seperti laporan kriminal termasuk wawancara polisi. Sedangkan untuk berita yang informatif lebih menggunakan kata meninggal atau mengakhiri hidup, memasukkan foto bersama tempat untuk mencari pertolongan, memasukkan data populasi, melihat sebagai masalah kesehatan masyarakat, serta memasukkan kutipan wawancara pakar kesehatan jiwa. Sebelum menutup pembicaraanya Mba Fei sempat berpesan untuk memiliki sikap aktif yang bertanggung jawab dalam membaca berita di media.
Lain dengan Kak Benny yang mengatakan kalau bunuh diri itu berasal dari pemikiran-pemikiran kecil untuk mengakhir hidup. Perkiraan bunuh diri sekitar 800.000 orang per tahunnya. Rata-rata yang bunuh diri kisaran usia 15-29 tahun.

Minggu, 24 September 2017

Wisuda Akbar Universitas Negeri Jakarta

Wisuda Akbar Universitas Negeri Jakarta

Wisuda adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan perkuliahan dan diawali dengan penyusunan skrispsi tersebut. Universitas Negeri Jakarta tahun ini meluluskan 3.488 mahasiswa. Total jumlah alumni Universitas Negeri Jakarta saat ini telah mencapai 110.745 orang yang tersebar di tanah air. Wisuda yang dilaksanakan pada tanggal 20 september 2017 di Jiexpo Kemayoran Hall D ini dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama dimulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Sedangkan sesi kedua dimulai dari pukul 13.00-16.00 WIB.
Pada pidato rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Djaali berkata bahwa kampus hijau ini telah meraih berbagai capaian di bidang akademik, bidang sarana dan prasarana, tata kelola keuangan, bidang kemahasiswaa dan bidang kerjasama serta telah menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan.

Selain itu beberapa capaian prestasi yang telah di raih oleh mahasiswa Universitas Negeri Jakarta dalam kurun waktu Maret sampai dengan September 2017 yaitu dari delapan Fakultas yang nantinya agar dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa yang sedang berkuliah untuk terus melanjutkan prestasi Nasional maupun Internasional.
Acara wisuda ini dihadiri oleh tamu undangan seperti: Gubernur DKI Jakarta selaku Ketua Dewan Penyantun Universitas Negeri Jakarta, Para Anggota Dewan Penyantun, para petinggi lainnya dan pimpinan BEM, MTM dan UKM UNJ serta para orangtua dan wali wisudawan dari berbagai daerah.

Selasa, 12 September 2017

AFAIR UI

AFAIR UI

AFAIR UI 2018

Universitas Indonesia-Depok, 9 September 2017- Telah di mulai salah satu rangkaian acara Architecture Fair UI 2018 atau yang lebih dikenal dengan AFAIR UI. Acara yang diselenggarakan oleh Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia ini merupakan acara yang hampir diselanggarakan setiap tahun sejak tahun 2010. Rangkaian acara tahun ini dimulai dengan Pre-Event yang diisi dengan Talkshow dan Technical Meeting (9 September 2017), sementara Main Event yang berupa Exhibition, Architecture Talk, Top 5 Finalis Presentation, serta Workshop akan dilakasanakan pada 27 Januari-4 Februari 2018.
Mengusung tema Architecture as Catalyst yang  berarti adalah sebuah terjemahan dari konsep arsitektur dimana kita memadukan kenyamanan, kepraktisan, dan kegunaan yang diharapkan dapat meningkatkan awareness kita mengenai residual spaces, serta bagaimana peran arsitektur dalam sebuah kota seperti yang dibahas melalui Talkshow kemarin, khususnya kepada milineal seperti kita mahasiswa yang mana di masa depan akan membangun negeri  dan apapun, karena sudah waktunya kita melihat arsitektur tidak sebagai membuat bangunan saja akan tetapi bisa membangun kehidupan kita semua.
                                       
Talkshow yang dihadiri oleh para mahasiswa jurusan arsitektur UI dan beberapa kampus lainnya ini mengahdirkan pembicara-pembicara yang sangat kompeten pada bidangnya, seperti  Ibu Sarah Ginting selaku Founder dari SAGIarchitects, Bapak Joko Adianto selaku Architect dari Matapena Studio serta akademisi UI, dan Bapak Adi Panuntun selaku CEO & Creative Head dari Sembilan Matahari. Sebagai pembicara, Bapak Joko sebagai Architect dari Matapena Studio berpesan selalu untuk “gali-gagas-garap”, sedangkan Ibu Sarah Ginting berpesan “Cintai apa yang kamu lakukan maka kamu akan terima resiko nya”,”Arsitektur yang keren bukan arsitektur yang wah tapi yang kontekstual”, serta “Bangsa tidak akan maju kalau tidak ada estetika”-Sembilan Matahari.
“Dengan adanya acara ini diharapkan kita dapat mengumpulkan prespektif yang berbeda-beda dari berbagai sudut pandang serta membuat khalayak umum mulai menegenal tentang dunia arsitektur dengan cara yang friendly”(Alisha, Arsitektur 2014-Ketua Pelaksana).

Enggal Fauzia L.S.




Minggu, 10 September 2017

Seminar Broadcasting Vol. 2 Radio Komersil vs Radio Komunitas

Seminar Broadcasting Vol. 2 Radio Komersil vs Radio Komunitas

BPRS ERAFM UNJ kembali mengadakan seminar keradioan. Sukses dengan  Seminar vol 1  bertemakan “ Music On Radio”  yang dihadiri oleh Dias Danar ( penyiar GENFM) , Dyar Danar (Music Director MustangFM) . BPRS ERAFM UNJ kembali mengadakan seminar keradioan,  seminar vol 2 tanggal 7 September 2017 kini bertemakan “RADIO KOMERSIL VS RADIO KOMUNITAS” seminar vol 2 bertujuan untuk memberikan informasi kepada Edufriends tentang bedanya radio komersil dan radio komunitas, Seminar ini dihadiri oleh pembicara yang keren loh Edufriends, dan pastinya yang paham dan sudah berkecimpung didunia keradioan yaitu Sahil Mulachela ( ex Station Manager Bvoice dan penyiar IndikaFM) , Dixon Saragi ( ex penyiar IndikaFM) dan Astryovie ( yuhu Radio) yang berlangsung di Gedung serbaguna Ki Hajar Dewantara lantai 9 UNJ.  Menurut Pembicara dapat disimpulkan nih Edufriend bahwa radio komunitas dn radio memiliki perbedaan dari segi tata pengelolaan dan tata cara pendirian. Yaitu:
Radio Komunitas
memperhatikan aspek keterlibatan warga atau komunitas.
Tujuannya, melayani kebutuhan informasi warganya sehingga keterlibatan mereka dalam merumuskan program sangat penting
Radio Komersil
Meraih pendengar sebanyak-banyaknya, rating sebagai ukuran gengsi radio. Hidup dan matinya radio swasta terletak pada pemasukan iklan sehingga seluruh kreativitas diukur dari segmen pasar yang disasar
melaksanakan prinsip ekonomi dan tidak melanggar etika penyiaran
dengan adanya seminar ini, kita bisa lebih meninjau kembali nih Edufriends bahwa radio komnitas berbeda dengan radio komersil

Jumat, 08 September 2017

Campus Special Hunt Miss Indonesia 2018

Campus Special Hunt Miss Indonesia 2018

Hallo edufriend! Kalian pasti udah tahu dong kalau hari Rabu, 6 September 2017 kemarin baru aja ada acara Campus Special Hunt Miss Indonesia 2018 loh!

Campus Special Hunt Miss Indonesia 2018 ini hadir di kampus tercinta kita Universitas Negeri Jakarta loh edufriend, nah acara ini merupakan ajang untuk perempuan - perempuan berumur 17-23 tahun yang memiliki bakat, kecerdasan, wawasan yang luas dan juga pastinya cantik dong ya untuk memberikan penampilan terbaiknya. Kegiatan Campus Special Hunt Miss Indonesia ini dilaksanakan di Aula Gedung Daksinapati, jam 10.00 - 16.00 sore hari Rabu kemarin, para peserta ini menunjukkan talentnya untuk di seleksi dan terdapat 38 peserta loh edufriend dari beberapa fakultas yang ada di Universitas Negeri Jakarta.

Team dari ERAFM UNJ mencari beberapa talent untuk mengikuti Campus Special Hunt Miss Indonesia 2018 dan begini loh kata salah satu talent yang kita temui "Wah seneng banget pas tau ada acara ini, sumpah ini tuh impian aku dari kecil banget! Keren keren ada Campus Special Hunt Miss Indonesia 2018 di UNJ" Rika - Fakultas Ilmu Pendidikan

Wah kita doakan ya untuk teman-teman semua yang mengikuti seleksi Campus Special Hunt Miss Indonesia 2018 semoga bisa menjadi pengalaman untuk mereka dan bisa lolos membawa nama Universitas Negeri Jakarta ke tingkat yang lebih tinggi!



Aziizah Mu'minah

Jadi Mahasiswa Baru? #KATAUNJ9

Jadi Mahasiswa Baru? #KATAUNJ9

17 Agustus 2017, telah genap 72 tahun usia negeri ini. Selain itu, tepat di tanggal 17 Agustus 2017, Universitas Negeri Jakarta telah menyambut 6 ribu mahasiswa baru dari berbagai macam fakultas dan prodi yang berbaur menjadi satu dalam Rangkaian Briefing Masa Pengenalan Akademik (MPA) yang dilaksanakan pada hari Kamis tersebut.

            Mahasiswa – mahasiswi yang membawa ‘semangat baru’ karena berhasil melewati persaingan ketat bersama ratusan ribu pendaftar PTN dan berhasil lolos menjadi salah satu mahasiswa resmi perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Negeri Jakarta. Tentunya para mahasiswa baru ini menyebarkan aura positif dari kebahagiannya yang telah menjadi bagian dari Civitas Akademika UNJ.

Jadi mahasiswa baru atau lebih seringnya disebut ‘maba’ ini memang kerap menimbulkan rasa penasaran bagi diri mereka sendiri. Penasaran bagaimana sih dunia perkuliahan itu. Belum lagi para maba yang memang mengidam-idamkan menjadi seorang ‘mahasiswa’. Padahal kata ‘mahasiswa’ tentunya berbeda dengan siswa. kata ‘maha’ di depannya membuat makna dari mahasiswa itu sendiri bukanlah hal yang biasa.

            Namun perkaranya kini, memasuki dunia perkuliahan bukanlah hal yang sulit maupun mudah. Mahasiswa baru perlu menyesuaikan diri dengan time management yang pastinya berbeda dengan di SMA. Perlu juga memahami perbedaan sistem perkuliahan dengan sekolah. Memilah organisasi-organisasi kampus, entah itu opmawa maupun ormawa. Banyak pula perubahan – perubahan yang harus disesuaikan dengan pribadi masing-masing.

Pada akhirnya, semua kembali ke diri masing-masing. Bagaimana self – management dan buatlah target yang ingin dicapai sebagai acuan menghadapi dunia kampus ini.



Fikri Khoerani

Selasa, 05 September 2017

Pelaporan Rektor UNJ ke Ombudsman RI

Pelaporan Rektor UNJ ke Ombudsman RI

JAKARTA – Pihak Aliansi Dosen Universitas Negeri Jakarta melaporkan Rektor UNJ ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) pada 4 September lalu. Laporan tersebut berisi dugaan praktik KKN yang dilakukan oleh Rektor UNJ.

Sebelumnya, Rektor UNJ melaporkan beberapa dosen atas dugaan penyebaran fitnah atas informasi grafis anonim dari media sosial fan fage facebook bernama ‘SAVE UNJ’. Info grafis tersebut berisi adanya dugaan praktik KKN yang dilakukan oleh Rektor UNJ. Maka dari itu, Aliansi Dosen UNJ meminta Rektor UNJ melakukan pencabutan laporan tersebut, namun tidak mendapat respon.

Aliansi Dosen UNJ akhirnya mengumpulkan bukti-bukti atas dugaan praktik KKN . Adapun bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh Aliansi Dosen UNJ. Pertama, berdasarkan SK nomor 1197/SP/2016 yang ditanda tangani oleh Rektor UNJ mengangkat Nurjannah (anak kandung) sebagai Kepala Pusat Studi Wanita dan Perlindungan Anak. Kedua, berdasarkan SK nomor 20/SP/2017 yang ditanda tangani oleh Rektor UNJ mengangkat Baso Maruddani (anak kandung) sebagai staf Pengelola Keuangan UNJ. Ketiga, berdasarkan SK nomor 1102/SP/2016 yang ditanda tangani oleh Rektor UNJ mengangkat Bazzar Ari Mighra (menantu) sebagai dosen Fakultas Ilmu Olahraga. Keempat, berdasarkan lembar disposisi yang diterima tanggal 12 Februari 2016 atas rekomendasi Rektor UNJ mengangkat Wahyuningsih (anak kandung) sebagai dosen Fakultas Ilmu Olahraga.

Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Laode Ida menggungkapkan tindakan pengangkatan anggota keluarga untuk masuk ke jajaran Civitas Akademika UNJ merupakan praktik maladministrasi.

Kasus ini masih dalam tahap laporan dan pengumpulan bukti. Bukti-bukti yang telah diberikan oleh Aliansi Dosen UNJ akan diteliti dan dilakukan tahap investigasi lebih lanjut oleh pihak Ombudsman RI.


Neneng Halimatusadiah


Kamis, 31 Agustus 2017

Dunia Kampus #KATAUNJ8

Dunia Kampus #KATAUNJ8

Ketika kita lulus dari Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan dan ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, kita selalu berpikir kemana kaki kita akan melangkah, kemana kita akan melaju. Mungkin sebagian akan memilih untuk bekerja dan ada yang memilih untuk kuliah, ya kuliah, apa itu kuliah? apakah sama dengan sekolah? dahulu sebagai anak yang baru lulus sekolah dan memilih untuk berkuliah pasti akan bimbang dan bingung jurusan apa yang akan diambil, terkadang ketika sudah masuk kuliah ada yang mengambil jurusan tidak sesuai dengan keinginan hati, ada yang mengikuti kemauan orang tua, ada juga yang mengikuti teman. Di dunia kampus ini, banyak sekali orang yang salah jurusan, entah karena orangnya ataupun karena jurusan yang diambil? Ya mungkin itu hanya diri sendirilah yang bisa menjawabnya.

Apa yang harus di lakukan ketika kita akan masuk kuliah? Alangkah lebih baiknya kita memikirkan secara matang jurusan yang akan kita ambil, apalagi kita terjebak di jurusan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Berusahalah untuk mecintai jurusan yang kita ambil apa adanya, dan jalanilah dan motivasilah diri sendiri untuk terus maju dan menjalaninya, karena ketika kita benar-benar berusaha pasti akan baik hasilnya. Lalu, bagaimakah dunia kampus sebenarnya? Dunia kampus sangatlah luas, disini kita bertemu banyak teman dari berbagai jurusan yang berbeda, latar belakang berbeda, suku , budaya yang berbeda pula, di dunia kampuslah kita harus bisa bersikap toleransi, menerima dan bisa memahami setiap kebudayaan agar kita bisa bergaul dan berteman dengan siapa saja. Kita juga akan banyak menemui mahasiswa yang beranekaragam  dari yang julukannya kupu-kupu (kuliah pulang), kura-kura (kuliah rapat), kunang-kunang (kuliah nangkring) ya begitulah julukan bagi mahasiswa di kampus. Sebenarnya itu tergantung dari diri kita sendiri bagaimana cara kita untuk meng-exsplore diri kita sendiri, karena disitulah kita beranjak dewasa untuk menggapai cita-cita yang akan kita gapai.

Lalu, bagaimana cara meng-exsplore diri kita di dunia kampus? Banyak sekali cara untuk meng-exsplore diri kita di dunia kampus yaitu dengan kita kuliah prinsip 3S (santai, serius, sukses). Kuliah tidak harus serius-serius dan jangan terlalu santai yang penting kita fokus terhadap apa yang akan kita capai, kita juga bisa mengikuti organisasi di dalam atau bahkan di luar kampus sesuai apa yang kita inginkan, bergaul dengan siapa saja tetapi kita juga harus tau akan batasannya. Mulai dengan hal-hal yang kecil untuk meng-exsplore diri kita, karen dari suatu hal yang kecil akan berubah menjadi suatu hal besar nantinya. Ya itulah sepenggal kata tentang Dunia Kampus. Kenalilah diri kita, berusahalah untuk menjadi yang terbaik walaupun kita belum bisa memberikan yang terbaik setidaknya kita sudah mampu mencoba dan berusaha.

Anugerah Dwi Fitriani

Usaha Jasa Pariwisata 2015

Mahasiswa Jangan Asal Aktif #KATAUNJ7

Mahasiswa Jangan Asal Aktif #KATAUNJ7

Satu hal yang bikin kuliah asyik dibanding sekolah adalah kebebasan. Kebebasan untuk ikut apa aja (tanpa harus jadi pengurus OSIS dulu) dan juga karena banyak dari mahasiswa tinggal di kost, mobilitas diri makin leluasa dan memungkinkan kita untuk jalan - jalan tanpa harus menunggu izin orang tua. Nah, karena kuliah itu juga salah satu cara mempersiapkan masa depan maka coba manfaatkan kegiatan kamu agar punya manfaat yang maksimal untuk pengembangan dirimu.

Ikuti tujuan kuliah kamu, jangan pernah bilang “Belum tahu nih jadi apa nanti abis wisuda.Karena akan susah ngembangin diri kamu kalau tujuan kamu aja kamu ga tahu, oh ya ga semua skill harus kamu kuasai! Kamu ga perlu (atau tepatnya ga mungkin) jadi orang yg sempurna dan bisa semua hal dari ngedit foto dan poster sampai ngebantu penelitian dosen sembari jadi ketua acara mahasiswa dan merangkap ketua himpunan mahasiswa dengan titel anggota BEM. Yang penting adalah kamu punya skill yang sesuai di dunia kerja nanti. Plis banget jangan ngasal juga karena senior pun ga akan suka sama mahasiswa baru yang kebanyakan acara, ini karena kamu jadi nggak fokus sama kerjaan kamu, terlalu banyak kepanitiaan di awal juga bisa bikin kesempatan yang datang ke kamu berkurang karena kamu dianggap terlalu sibuk untuk terima kerjaan baru yang mungkin lebih bergengsi hehe.

Btw, kalau kamu mau punya posisi yang bagus, jadilah orang yang gampang diajak bekerja sama dan asyik, cantik/ganteng itu plus poin tapi kebanyakan senior kalau memilih bawahan selain dari kecakapan juga dari kecakepan dan keasikan anaknya hehe.


Atika Azmi Purnama

Tata Boga 2014

Senin, 28 Agustus 2017

Lead Club 2.0; Does Perfectionist Matter?

Lead Club 2.0; Does Perfectionist Matter?


Lead Club 2.0 dilaksanakan pada Jumat, 25 Agustus 2017 di Gedung Serba Guna Lantai 9, Kampus A, Universitas Negeri Jakarta. Acara Lead Club 2.0 dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Lead Club 2.0 ini bertema “Does Perfectionist Matter?”

Lead Club sendiri termasuk acara yang setiap tahun pasti diadakan oleh divisi Public Relation AIESEC Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Namun, kali ini tema acara Lead Club 2.0 diangkat dari AIESEC Value; Striving for Excellent, yang mana para AIESECER di UNJ akan mengubah pemikiran-pemikiran khalayak banyak tentang tidak enaknya bekerja dengan orang yang perfectionist dan mengembangkan ketrampilan di bidang kepemimpinan dari pemuda-pemudi yang ada di Indonesia. Maka dari itu, panitia-panitia acara Lead Club 2.0 ini mengundang beberapa speaker yang diketahui sebagai seseorang yang perfectionist. Mereka adalah Rahmat Fajri sebagai President of AIESEC Indonesia dan Jemi Ngadiono sebagai Founder of 1000 Guru. Selain itu, melalui acara Lead Club 2.0 ini para AIESECER di UNJ ingin menyebarkan berbagai informasi mengenai organisasi kami melalui events yang telah dibuat, menyebarkan pengaruh-pengaruh positif, menaikkan jumlah exchange participants yang akan pergi keluar negeri untuk melakukan projek sosial.

Dari acara Lead Club 2.0 ini, para AIESECER di UNJ mempunyai hasil yang ingin dicapai. Mereka ingin semua orang, khususnya mahasiswa/i di UNJ mengetahui tentang AIESEC, mereka bisa lebih penasaran dan mencari tahu tentang AIESEC, dan mereka bisa mengikuti program global volunteer yang diadakan oleh AIESEC agar mereka bisa memberikan pengaruh yang besar kepada sekitarnya. Lalu, pesan yang ingin disampaikan adalah anak muda khususnya yang ada di UNJ bisa mengambil bagian dalam membangun lingkungan kampus yang lebih baik.



Annisa Novitasari


Roadshow ERAFM UNJ

Roadshow ERAFM UNJ

Jumat, 25 Agustus 2017 telah dilaksanakan Closing Ceremony Masa Pengenalan Akademik (MPA) Universitas Negeri Jakarta 2017. Kegiatan tersebut berisi parade dari OPMAWA dan ORMAWA Gedung G Kampus A Universitas Negeri Jakarta dari Lantai 1 sampai dengan Lantai 3.

Kegiatan tersebut dipandu oleh 2 orang MC. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta 2017. Semua mahasiswa baru terlihat antusias melihat parade tersebut. Khususnya pada saat ERAFM-UNJ menampilkan paradenya, semua mahasiswa baru ikut bernyanyi dan menari.

Pada hari itulah para mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta terlihat sumringah karena telah berakhirnya juga Masa Pengenalan Akademik yang telah berlangsung dari tanggal 17 Agustus 2017. Mereka juga terlihat sangat puas dan sangat menikmati parade tersebut. Karena setiap ORMAWA dan OPMAWA menampilkan hal-hal yang menarik dan berbeda yang membuat mereka tidak merasa bosan. Kegiatan tersebut pun ditutup pada pukul 17.30 setelah berlangsung mulai pukul 06.00.

Mahasiswa baru pun dikondisikan untuk pulang oleh panitia yang bertugas. Dan mahasiswa baru pun akan memasuki perkuliahan perdananya pada tanggal 4 September 2017.



Ribka Vanesa


Senin, 21 Agustus 2017

Lakon Umang - Umang

Lakon Umang - Umang

Bengkel Sastra UNJ mengadakan pementasan teater Orkes Madun II dengan lakon “Umang-Umang” karya Arifin C. Noer yang  disutradarai oleh Mussab Askarullah. Pada hari Sabtu, tanggal 19 Agustus yang bertempat di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Lakon “Umang-Umang” pun digelar dengan sangat sukses.

Orkes Madun II Umang-Umang ini merupakan produksi ke-37 oleh Bengkel Sastra Universitas Negeri Jakarta. Bengkel Sastra merupakan komunitas teater kampus yang pada awalnya didirikan oleh sekumpulan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dibawah bimbingan Helvy Tiana dan Edi Sutarto selaku dosen di jurusan tersebut dan diresmikan pada tanggal 3 Juli 2008.

Bercerita tentang seorang kepala perampok yaitu Waska yang mengalami masa mencapai ajal ketika sedang rapat dengan pengikut setianya mengenai perampokan semesta. Melihat kejadian tersebut, para pengikutnya berusaha mencari cara agar waska tidak meninggalkan mereka. Jantung bayi merupakan obat yang dapat menyembuhkan waska dari masa mencapai ajalnya, namun obat tersebut memberikan efek samping yang sangat kuat yaitu keabadian yang dimiliki oleh Waska.



Hajar Nur Qibtyah


Selasa, 15 Agustus 2017

Young on Top National Conference

Young on Top National Conference

Young On Top National Conference atau yang biasa disebut YOTNC merupakan event besar tahunan yang diselenggarakan oleh PT YOT Inspirasi Nusantara. Tahun 2017 ini menjadi tahun ke-7 diselenggarakannya conference tingkat nasional tersebut. Sejak digelar pertama kalinya pada tahun 2011, YOTNC telah berhasil menarik perhatian para generasi muda Indonesia.

Dalam conference ini, setiap tahun mengangkat tema yang berbeda dan diisi oleh para praktisi yang ahli di bidangnya masing-masing. Tujuan diadakan YOTNC yaitu agar generasi muda Indonesia mendapatkan inspirasi yang diperoleh dari para speakers. Selain itu juga agar generasi muda bisa terhubung dengan satu sama lain alias bisa menambah koneksi pertemanan.

Young On Top National Conference lahir sebagai bentuk kepedulian Young On Top untuk menciptakan generasi muda Indonesia yang berkualitas. Sama seperti visinya yaitu “To Create a Stronger Generation For Indonesia”. Young On Top sadar betul bahwa generasi mudalah yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Maka dari itu, peran generasi muda sangatlah penting demi membawa perubahan kepada Indonesia.

Selain itu, Young On Top National Conference juga memiliki misi untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda Indonesia bahwa sukses tidak hanya bisa diraih saat usia menginjak tua, sukses bukan tidak mungkin diraih pada usia muda. Dengan tagline “Kalau bisa sukses di usia muda, kenapa mesti nunggu tua?” Young On Top memotivasi generasi muda Indonesia untuk meraih kesuksesannya di usia muda.

YOTNC 2017 mengangkat tema “FORWARD”, YOTNC 2017 menargetkan kepada generasi Millenials. Generasi Millenials (atau biasa disebut generasi Y) adalah generasi yang lahir diantara tahun 1980an sampai tahun 2000 yang kisaran umurnya antara 15 sampai 34 tahun. Sedangkan maksud dari tema tersebut adalah, YOTNC 2017 ingin menjadi ajang para millennials untuk terus sama-sama melangkah ke depan agar bisa turut memajukan Indonesia. Karena Young On Top sadar betul bahwa millennials adalah generasi yang menjadi penentu kemajuan bangsa.


YOTNC 2017 menghadirkan sederet pembicara yang sangat ahli di bidangnya dan siap menginspirasi para millennials. Pembicara yang sudah pasti akan hadir adalah, Dian Siswarini (CEO XL Asiata), Wishnutama (CEO & Co-Founder NET Mediatama Televisi), Desi Anwar (Senior Anchor & Director CNN Indonesia), Yuliandre Darwis (Ketua Komisi Penyiaran Indonesia), Yoris Sebastian (CCO OMG Creative Consulting), Salman Subakat (Marketing Director Wardah Cosmetics), Ongki Kurniawan (Managing Director LINE Indonesia), Veronica Colondam (Founder & CEO YCAB Foundation), dan para mentors BIG CIRCLE Metro TV (Rene Suhardono, William Tanuwijaya, Arto Soebiantoro, Danton Sihombing, dan Ben Soebiakto) dan dipandu langsung oleh Billy Boen (Founder Young On Top) dan Andi F Noya (Host Kick Andy).



Nurul Azizah

Rabu, 09 Agustus 2017

Semarak Gelar Jepang UI 2017

Semarak Gelar Jepang UI 2017

Pada Minggu 6 Agustus 2017 telah digelar acara tahunan milik Program Studi Bahasa Jepang FIB Universitas Indonesia. Acara ini memiliki nama Gelar Jepang UI atau disingkat GJUI dan telah memasuki tahun ke-23. Acara ini digelar selama 3 hari yaitu mulai tanggal 4-6 Agustus 2017. Pada tanggal 4&5 Agustus acara digelar di Pusat Studi Jepang FIB UI Depok, dan pada tanggal 6 Agustus acara digelar di Boulevard UI Depok. Selain tempat yang membedakan, harga tiket masuk pun berbeda. Pada tanggal 4&5 Agustus jika datang ke acara ini tidak dikenakan biaya alias free, sedangkan pada tanggal 6 Agustus dikenakan HTM sebesar Rp 30.000.

Menurut penyelengggara, tujuan diadakannya acara ini yaitu karena ingin budaya Jepang lebih dikenal oleh masyarakat umum. Tema yang diusung pada acara gelar jepang tahun ini yaitu “Japan in Harmony” dengan harapan adanya harmony antara budaya, seni, dan pendidikan. Acara gelar Jepang ini telah dipersiapkan sejak 6 bulan lalu dan hanya anak Program Studi Jepang FIB UI yang terlibat dalam acara ini. Pada awalnya, sasaran yang ditunjukkan oleh acara ini yaitu untuk kalangan mahasiswa dan anak sekolah tetapi banyak juga karyawan atau pekerja yang datang ke acara gelar Jepang ini.


Penyelenggara juga memilik harapan agar pengunjung setiap tahun naik dan yang datang tidak hanya wibu saja, tapi dari semua kalangan.



Atuy

Selasa, 08 Agustus 2017

Yuk Belajar di Kursus Bahasa Prancis LGV 2017

Yuk Belajar di Kursus Bahasa Prancis LGV 2017

 
Acara LGV berlangsung dengan open registration jam 7 sampai 9 pagi dan dilanjutkan membuka acara oleh dua MC yang menyapa hangat peserta kursus. Selanjutnya diberikan kesempatan kepada ketua pelaksana untuk memberikan sambutan dan dilanjutkan dengan penampilan-penampilan yang melibatkan mahasiswa dan mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Prancis. Mulai dari panitia angkatan 2016 sampai senior angkatan 2013 yang ikut tampil menunjukkan bakatnya dalam menguasai budaya dan bahasa Prancis.

Ada sebuah penampilan yang menyanyikan salah satu lagu berbahasa Perancis dengan judul Le Sens de la Vie dan satu lagu lainnya. Dilanjutkan oleh penampilan Standup Comedy oleh mahasiswa prodi lain yang diundang khusus di LGV ini.

Kelangsungan acara cukup ramai karena seperti yang sudah dikatakan bahwa jumlah peserta memenuhi kuota. Menariknya akan dipilih salah satu peserta terbaik yang mengikuti kursus dengan keseriusan dan keaktifannya dalam mempelajari bahasa Prancis saat kursus berlangsung.

Setelah menyaksikan bermacam-macam penampilan, tibalah saatnya para peserta dibagi berdasarkan kelas kursus. Pada tahun ini, nama-nama kelas kursus diambil dari nama-nama keju yang ada di Prancis. Terdapat 5 kelas yaitu Brie, Faiselle, Delice, Vachrins, Camemberf.  

Peserta mengikuti fasil masing-masing menuju ruang kelas yang dimana adalah kelas-kelas di salah satu gedung IDB yang juga berada di kampus A, Universitas Negeri Jakarta.

Manfaat yang di dapat dengan mengikuti kursus ini adalah sertifikat, modul pembelajaran, merchandise, cemilan khas Prancis sampai menonton film Prancis.

Motivasi diadakannya acara ini untuk melatih mahasiwa maupun mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Prancis agar terlatih memberikan ilmu, mengajar sesama mengenai budaya dan bahasa Prancis. Sehingga keuntungan tidak hanya dirasakan oleh peserta kursus namun juga untuk panitia.

Suatu acara pasti tidak hanya memiliki hal-hal yang baik saja, adapun faktor penghambat seperti yang terjadi dalam LGV. Menurut sang ketua, Muhammad Irfan, ada beberapa kendala seperti kurang menguatkan dalam hal publikasi, mengajak mahasiswa baru (maba)  untuk memenuhi target sosialisasi budaya dan bahasa Prancis kepada mereka, sampai hal administrasi. Namun, beruntungnya semua itu bisa dihadapi karena acara LGV ini bisa terlaksanakan.

Dengan berlangsungnya acara ini dan beberapa kendala yang sempat ada, Irfan mengharapkan LGV pada tahun berikutnya akan lebih baik lagi dengan persiapan yang lebih matang agar acara nya tetap menjadi acara unggulan yang ada di dalam Prodi Pendidikan Bahasa Prancis.




 Ravica

Sabtu, 05 Agustus 2017

Peluncuran Program Kampung Terang Hemat Energi 2017

Peluncuran Program Kampung Terang Hemat Energi 2017

1.1. Peresmian secara simbolis oleh jajaran direksi Philips Lighting Indonesia dan Kopernik
Jakarta, 2 Agustus 2017- Philips Lighting resmi meluncurkan program “Kampung Terang Hemat Energi”. Philips Lighting memberikan sistem pencahayaan LED tenaga surya untuk menerangi lebih banyak desa terpencil di seluruh Indonesia melalui program ini. Sebelum adanya program ini desa-desa mengandalakan sumber pencahayaan yang menggunakan minyak tanah dan lilin sehingga penduduknya rentan terhadap bahaya kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.


Program “Kampung Terang Hemat Energi” ini telah dimulai sejak tahun 2015 dan sudah berhasil di Sembilan desa yang tersebar di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan. Program “Kampung Terang Hemat Energi” ini menyediakan penerangan untuk rumah dan fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah, balai desa, dan jalan umum di desa tersebut. Pada tahun ini (2017) Philips akan melakukan ekspansi ke wilayah Sumatera utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah, dan Maluku, diawali dengan menjangkau enam desa di Sumatera Utara.
1.2 Percontohan LED tenaga surya
1.3. Proses distribusi lampu LED ke desa-desa

Untuk setiap desa terpilih, program “Kampung Terang Hemat Energi” memberikan paket pencahayaan LED tenaga surya Philips yang inovatif, yang terdiri atas; Solar Indoor Lighting System lengkap dengan panel surya, Philips LifeLight yang 10 kali lebih terang dari lampu minyak tanah, dan Solar LED Road Light untuk menerangi jalan-jalan di desa pada malam hari. Tenagasurya yang digunakan Philips LED ini sangat membantu karena tidak perlu penaikan kabel-kabel dari PLN.  

“Kami sanagat senang dapat menolong lebih banyak lagi masyarakat dengan menjembatani kesenjangan pencahayaan antara kota dan wilayah pedesaan melalui program “Kampung Terang Hemat Energi”. Pencahayaan akan membantu kehidupan masyarakat, memampukan kegiatan sehari-hari seperti belajar, dan kegiatan kemayarakatan atau pekerjaan rumah lainnya setelah matahari terbenam.” ujar Rami Hajjar, Country Leader Philipis Lighting Indonesia.

Philips Lighting Indonesia juga bekerjasama sejak tahun 2015 dengan lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Kopernik yang bergerak di bidang teknologi untuk memberdayakan penduduk di desa terpencil. Di thaun yang sama, Philips Lighting secara globalmenyerukan ajakan untuk mengakhiri kemiskinan cahaya dalam rangka Tahun Cahaya Internasional PBB. 



Enggal

Senin, 31 Juli 2017

Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali

Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali


Pada tanggal 27 Juli 2017, Jakarta. Program Sabang Merauke kembali di gelar di Ruang Serbaguna Perpustakaan Kemendikbud RI Gedung A Lantai 1 Kemendikbud ini. Program yang dimulai semenjak tahun 2013 ini bertujuan untuk menanamkan rasa toleransi pada sesama tanpa memandang latar belakang agama, budaya, kelas sosial, ataupun perbedaan-perbedaan lainnya. Memasuki tahun kelima, program pertukaran pelajar ini dilaksanakan selama tiga minggu sejak 15 Juli-5 Agustus 2017, Program ini diikuti oleh lima belas Adik Sabang Merauke (ASM) yang berasal dari bermacam daerah di Indonesia yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang berbeda. Selama di Jakarta, para asm tinggal bersama Famili Sabang Merauke (FSM) yang juga dengan latar belakang agama dan budaya yang berbeda, asm juga didampingi oleh Kakak Sabang Merauke (KSM) sebagai mentor. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

Kegiatan yang dilakukan oleh peserta SabangMerauke saat berada di Jakarta yaitu berkunjung ke berbagai rumah ibadah, Eijikman Institue, Museum Nasional, Museum Perumusan Naskah Proklamasi dan bertemu para Veteran, lpdp Kementrian Keuangan, Museum Tekstil, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BTPN, INTEL, Universitas Podomoro, Art Club Universitas Bina Nusantara, Komunitas Muda Digital, dan Komunitas Duta Cerita The Habibie Center. Yang menarik di tahun ini yaitu adanya sesi literasi media dan storytelling, dengan adanya materi ini diharapkan supaya ASM dan KSM dapat membagikan pengalamannya pada publik dan belajar cara memanfaatkan sosial media secara positif.

SabangMerauke percaya, bahwa toleransi tidak bisa hanya diajarkan,  toleransi harus dialami dan dirasakan. Karna sering sekali intoleransi muncul karena keengganan untuk mengenal lebih baik. Sesudah acara ini diharapkan para ASM dan KSM ketika kembali ke daerahnya masing-masing, dapat menjadi duta perdamaian karna sudah pernah mengalami interaksi dengan orang lain yang berbeda agama dan budaya. Dengan adanya acara ini kita bisa menyimpulkan, untuk lebih membuka fikiran, supaya tidak mudah menilai seseorang hanya karna perbedaan agama, budaya, kelas sosial, dan perbedaan lainnya.




Endras Angelina

Selasa, 25 Juli 2017

Seminar Mengenal Lebih dalam Autisme

Seminar Mengenal Lebih dalam Autisme

Kamis lalu (20/07) di gelar seminar autism bertempat di Gedung daksinapati (FIP) , ruang siding lantai 3, kampus A Universitas Negeri Jakarta yang dihadiri 150 pendaftar. Seminar autism di gelar oleh Program Studi Pendidikan Luar biasa khususnya kelas B angkatan 2016 yang bertemakan “Mengenal, Memahami, dan Menangani Autisme”. Tema tersebut diambil dengan tujuan agar masyarakat luas dapat mengetahui autism lebih dalam bukan hanya sekedar memberi label anak tetapi juga tau apa ciri dan tanda autism. Selain itu tujuan lainnya adalah agar orang tua lebih memperhatikan buah hatinya sedari dini agar dapat mengintervensi secara tepat. Tetapi bukan hanya mengenak seminar ini juga bertujuan untuk memberi tau cara yeng tepat menangani anak dengan autism secara dasar.

Seminar ini melibatkan 2 pembicara yang handal di bidangnya yaitu bapak  Paulus Suli, S.Pd, Msi beliau adalah pendiri sekolah kasih bunda Surabaya dan ibu Nurmayanti, S.Pd beliau tak kalah hebat, beliau adalah pemilik keanna center, school, and therapy. Selain 2 pembicara yang memberikan materi, hadir juga Dosen dari Universitas Negeri Jakarta yang turut menemani pembicara dalam memberikan materi yaitu Dr. Asep Supena, M.Psi, Selaku Dosen Universitas Negeri Jakarta program studi penddidikan luar Biasa. Seminar ini di persiapkan cukup singkat hanya kurang lebih 1 bulan dengan panita yang terlihat bersemangat. Walau hanya 1 bulan seminar ini diminati oleh kalangan umum serta hasil yang tidak mengecewakan. Yang menarik dari seminar ini terdapat pendaftar autism yang merupakan mahasiswa baru UNJ dan lebih menariknya buhan hanya satu tetapi 2 dan mereka kembar.

Motivasi pada acara ini adalah untuk memenuhi matakuliah Pers.Pendidikan Autismn yang bagaimana seminar ini adalah tugas akhir. Sebelum diadakan seminar ini team penilai dari seminar ini menyeleksi 42 laporan dari Kelas B PLB 2016 yang nantinya dipilih 2 terbaik untuk mempresentasikan dalam seminar ini. Mahasiswa yang beruntung dalam presentasi ini adalah Chika Mrianda Putri serta Citra Devi Tyas yang mengangkat perbandiangan antara 2 anak autism dengan jenis yang berbeda.

Selama acara berlangsung peserta terlihat sangat antusias terutama kalangan muda. Acara berlangsung sangat lancar yang ditutup dengan pemberian plakat kepada pembicara oleh bapak Asep Supena dan pemberian doorprize kepada penonton yang beruntung.





Muhammad Syaifullah

Makna Dibalik Acara 'IN SITU'

Makna Dibalik Acara 'IN SITU'

Pendidikan Seni Rupa – Universitas Negeri Jakarta mempersembahkan pameran seni rupa “IN SITU” yang di buka pada hari Kamis, 13 Juli 2017 pukul 6 sore di SPACE: Gallery + Workshop. Pameran yang dikuratori oleh Aprina Murwanti tersebut diikuti oleh tiga orang seniman yaitu Arif, Lillah Fauzillah, dan Reza Zefanya Mulia. Acara ini berlangsung kurang lebih selama 11 hari, mulai dari tanggal 13 – 24 Juli 2017.

Acara ini melibatkan Arif, Lillah, dan Zefan sebagai senior dan artist yang menunjukkan karya-karyanya, serta para mahasiswa dan mahasiswi Pendidikan Seni Rupa tahun angkatan 2015 sebagai panitia pelaksana.

Pameran ini sudah dipersiapkan dengan baik, dimulai dari rapat pemilihan tempat, penetuan tema, dan karya-karya yang akan dipajang untuk memberikan “nilai” kepada para tamu atau pengunjung yang datang. Sasaran dalam acara ini tentunya mahasiswa/i Universitas Negeri Jakarta dan juga terbuka untuk umum.

Setelah acara ini berlangsung, para pengunjung diharapkan untuk menerima pesan yang disampaikan melalui karya-karya para artist, contohnya karya Zevan, beliau mencerminkan ketika ada pameran, seni itu hilang. Karena setiap ada pameran, para pengunjung hanya memikirkan egonya dengan cara memfoto atau selfie, dan memamerkan karya di sosial media hanya untuk keeksisan mereka, padahal dengan dibuatnya pameran, para artist menginginkan pengunjung untuk menikmati karya karya yang ada, bukan untuk meningkatkan popularitas.

Pameran “IN SITU” ini juga diramaikan dengan diskusi pada tanggal 22 Juli 2017, dengan para artist yang membuat karya karya tersebut. Antusias para pengunjung cukup tinggi dalam mendengarkan penjelasan para artist mengenai karya-karya yang dipamerkan.


Muhammad Rizky Alvian

Sabtu, 01 Juli 2017

Apa yang Anda Pikirkan? #KATAUNJ6

Apa yang Anda Pikirkan? #KATAUNJ6

Kalimat tersebut sering kali kita baca dimedia sosial atau sering juga kita tanyakan pada diri kita sendiri. Sebagian besar orang sering kali bertanya-tanya apa yang sedang ia pikirkan, namun sebagian orang juga merasa kesulitan menggungkapkannnya baik secara verbal maupun nonverbal.

Padahal banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menggungkapkan apa yang kita pikirkan, salah satunya adalah menulis. Jika kebanyakan orang sulit untuk menggungkapkan ide, kritik ataupun saran kepada seseorang atau kepada lembaga tertentu secara verbal (bicara) yang mungkin disebabkan karena satu dan lain hal, maka cara terbaik adalah menuliskannya (non verbal).

Di UNJ juga telah ada FIDE atau forum ide kita, menurut saya FIDE merupakan forum yang bagus untuk mahasiswa UNJ agar dapat menggungkapkan ide, kritik atau saran dengan menulis, namun sepertinya FIDE kurang diminati mahasiswa, entah karena broadcast yang tidak tersampaikan dengan baik, atau memang dari mahasiswa itu sendiri yang kurang berminat.

Hal ini perlu dibenahi, kita perlu merubah pola pikir kita bahwa menulis bukanlah sesuatu yang sulit, hal ini bisa dimulai dengan menuliskan apa yang kita rasakan dan kita pikirkan di buku diary, menuliskan apa yang kita inginkan dikemudian hari, menceritakan semua isi hati, atau bisa juga membuat cerita tentang berbagai hal yang kita impikan.

Lambat laun kita akan terbiasa menulis, belajar menulis yang baik, belajar menggungkapkan ide, kritik atau saran lewat menulis, dan juga belajar menuliskan opini tentang suatu hal dimasyarakat.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” kata Pramoedya Anata Toer.


Rosita
PGPAUD 2015


Our Blog

Our Team

HRD
DEPARTMENT
BROADCAST
DEPARTMENT
PUBLIC RELATIONS
DEPARTMENT
LOGITECH
DEPARTMENT

Contact

Talk to us

Badan Penyelenggara Radio Siaran Educational Radio

Address:

Universitas Negeri JakartaGedung G Lantai 1 Ruang 1

Work Time:

Monday - Friday from 10am to 5pm

Phone:

0896-1006-1078