RADIONYA ANAK UNJ

Keep Inspiring, Kee Struggling, And Keep Being Low Profile.

Listening ERA FM UNJ Chat With DJ

ON AIR!

Morning Soul

Senin- Jumat. Jam 08.00 - 10.00 wib.

Read More

Kampus Kita

Senin- Jumat. Jam 10.00 - 12.00 wib.

Read More

Lunch Break

Senin- Jumat. Jam 12.00 - 14.30 wib.

Read More

Era Explore

Senin- Jumat. Jam 14.30 - 17.00 wib.

Read More

Request Kamu

Senin- Jumat. Jam 17.00 - 19.00 wib.

Read More

Chart

Latest Update Chart

Read More

Update

Senin, 31 Juli 2017

Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali

Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali


Pada tanggal 27 Juli 2017, Jakarta. Program Sabang Merauke kembali di gelar di Ruang Serbaguna Perpustakaan Kemendikbud RI Gedung A Lantai 1 Kemendikbud ini. Program yang dimulai semenjak tahun 2013 ini bertujuan untuk menanamkan rasa toleransi pada sesama tanpa memandang latar belakang agama, budaya, kelas sosial, ataupun perbedaan-perbedaan lainnya. Memasuki tahun kelima, program pertukaran pelajar ini dilaksanakan selama tiga minggu sejak 15 Juli-5 Agustus 2017, Program ini diikuti oleh lima belas Adik Sabang Merauke (ASM) yang berasal dari bermacam daerah di Indonesia yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang berbeda. Selama di Jakarta, para asm tinggal bersama Famili Sabang Merauke (FSM) yang juga dengan latar belakang agama dan budaya yang berbeda, asm juga didampingi oleh Kakak Sabang Merauke (KSM) sebagai mentor. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

Kegiatan yang dilakukan oleh peserta SabangMerauke saat berada di Jakarta yaitu berkunjung ke berbagai rumah ibadah, Eijikman Institue, Museum Nasional, Museum Perumusan Naskah Proklamasi dan bertemu para Veteran, lpdp Kementrian Keuangan, Museum Tekstil, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BTPN, INTEL, Universitas Podomoro, Art Club Universitas Bina Nusantara, Komunitas Muda Digital, dan Komunitas Duta Cerita The Habibie Center. Yang menarik di tahun ini yaitu adanya sesi literasi media dan storytelling, dengan adanya materi ini diharapkan supaya ASM dan KSM dapat membagikan pengalamannya pada publik dan belajar cara memanfaatkan sosial media secara positif.

SabangMerauke percaya, bahwa toleransi tidak bisa hanya diajarkan,  toleransi harus dialami dan dirasakan. Karna sering sekali intoleransi muncul karena keengganan untuk mengenal lebih baik. Sesudah acara ini diharapkan para ASM dan KSM ketika kembali ke daerahnya masing-masing, dapat menjadi duta perdamaian karna sudah pernah mengalami interaksi dengan orang lain yang berbeda agama dan budaya. Dengan adanya acara ini kita bisa menyimpulkan, untuk lebih membuka fikiran, supaya tidak mudah menilai seseorang hanya karna perbedaan agama, budaya, kelas sosial, dan perbedaan lainnya.




Endras Angelina

Selasa, 25 Juli 2017

Seminar Mengenal Lebih dalam Autisme

Seminar Mengenal Lebih dalam Autisme

Kamis lalu (20/07) di gelar seminar autism bertempat di Gedung daksinapati (FIP) , ruang siding lantai 3, kampus A Universitas Negeri Jakarta yang dihadiri 150 pendaftar. Seminar autism di gelar oleh Program Studi Pendidikan Luar biasa khususnya kelas B angkatan 2016 yang bertemakan “Mengenal, Memahami, dan Menangani Autisme”. Tema tersebut diambil dengan tujuan agar masyarakat luas dapat mengetahui autism lebih dalam bukan hanya sekedar memberi label anak tetapi juga tau apa ciri dan tanda autism. Selain itu tujuan lainnya adalah agar orang tua lebih memperhatikan buah hatinya sedari dini agar dapat mengintervensi secara tepat. Tetapi bukan hanya mengenak seminar ini juga bertujuan untuk memberi tau cara yeng tepat menangani anak dengan autism secara dasar.

Seminar ini melibatkan 2 pembicara yang handal di bidangnya yaitu bapak  Paulus Suli, S.Pd, Msi beliau adalah pendiri sekolah kasih bunda Surabaya dan ibu Nurmayanti, S.Pd beliau tak kalah hebat, beliau adalah pemilik keanna center, school, and therapy. Selain 2 pembicara yang memberikan materi, hadir juga Dosen dari Universitas Negeri Jakarta yang turut menemani pembicara dalam memberikan materi yaitu Dr. Asep Supena, M.Psi, Selaku Dosen Universitas Negeri Jakarta program studi penddidikan luar Biasa. Seminar ini di persiapkan cukup singkat hanya kurang lebih 1 bulan dengan panita yang terlihat bersemangat. Walau hanya 1 bulan seminar ini diminati oleh kalangan umum serta hasil yang tidak mengecewakan. Yang menarik dari seminar ini terdapat pendaftar autism yang merupakan mahasiswa baru UNJ dan lebih menariknya buhan hanya satu tetapi 2 dan mereka kembar.

Motivasi pada acara ini adalah untuk memenuhi matakuliah Pers.Pendidikan Autismn yang bagaimana seminar ini adalah tugas akhir. Sebelum diadakan seminar ini team penilai dari seminar ini menyeleksi 42 laporan dari Kelas B PLB 2016 yang nantinya dipilih 2 terbaik untuk mempresentasikan dalam seminar ini. Mahasiswa yang beruntung dalam presentasi ini adalah Chika Mrianda Putri serta Citra Devi Tyas yang mengangkat perbandiangan antara 2 anak autism dengan jenis yang berbeda.

Selama acara berlangsung peserta terlihat sangat antusias terutama kalangan muda. Acara berlangsung sangat lancar yang ditutup dengan pemberian plakat kepada pembicara oleh bapak Asep Supena dan pemberian doorprize kepada penonton yang beruntung.





Muhammad Syaifullah

Makna Dibalik Acara 'IN SITU'

Makna Dibalik Acara 'IN SITU'

Pendidikan Seni Rupa – Universitas Negeri Jakarta mempersembahkan pameran seni rupa “IN SITU” yang di buka pada hari Kamis, 13 Juli 2017 pukul 6 sore di SPACE: Gallery + Workshop. Pameran yang dikuratori oleh Aprina Murwanti tersebut diikuti oleh tiga orang seniman yaitu Arif, Lillah Fauzillah, dan Reza Zefanya Mulia. Acara ini berlangsung kurang lebih selama 11 hari, mulai dari tanggal 13 – 24 Juli 2017.

Acara ini melibatkan Arif, Lillah, dan Zefan sebagai senior dan artist yang menunjukkan karya-karyanya, serta para mahasiswa dan mahasiswi Pendidikan Seni Rupa tahun angkatan 2015 sebagai panitia pelaksana.

Pameran ini sudah dipersiapkan dengan baik, dimulai dari rapat pemilihan tempat, penetuan tema, dan karya-karya yang akan dipajang untuk memberikan “nilai” kepada para tamu atau pengunjung yang datang. Sasaran dalam acara ini tentunya mahasiswa/i Universitas Negeri Jakarta dan juga terbuka untuk umum.

Setelah acara ini berlangsung, para pengunjung diharapkan untuk menerima pesan yang disampaikan melalui karya-karya para artist, contohnya karya Zevan, beliau mencerminkan ketika ada pameran, seni itu hilang. Karena setiap ada pameran, para pengunjung hanya memikirkan egonya dengan cara memfoto atau selfie, dan memamerkan karya di sosial media hanya untuk keeksisan mereka, padahal dengan dibuatnya pameran, para artist menginginkan pengunjung untuk menikmati karya karya yang ada, bukan untuk meningkatkan popularitas.

Pameran “IN SITU” ini juga diramaikan dengan diskusi pada tanggal 22 Juli 2017, dengan para artist yang membuat karya karya tersebut. Antusias para pengunjung cukup tinggi dalam mendengarkan penjelasan para artist mengenai karya-karya yang dipamerkan.


Muhammad Rizky Alvian

Sabtu, 01 Juli 2017

Apa yang Anda Pikirkan? #KATAUNJ6

Apa yang Anda Pikirkan? #KATAUNJ6

Kalimat tersebut sering kali kita baca dimedia sosial atau sering juga kita tanyakan pada diri kita sendiri. Sebagian besar orang sering kali bertanya-tanya apa yang sedang ia pikirkan, namun sebagian orang juga merasa kesulitan menggungkapkannnya baik secara verbal maupun nonverbal.

Padahal banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menggungkapkan apa yang kita pikirkan, salah satunya adalah menulis. Jika kebanyakan orang sulit untuk menggungkapkan ide, kritik ataupun saran kepada seseorang atau kepada lembaga tertentu secara verbal (bicara) yang mungkin disebabkan karena satu dan lain hal, maka cara terbaik adalah menuliskannya (non verbal).

Di UNJ juga telah ada FIDE atau forum ide kita, menurut saya FIDE merupakan forum yang bagus untuk mahasiswa UNJ agar dapat menggungkapkan ide, kritik atau saran dengan menulis, namun sepertinya FIDE kurang diminati mahasiswa, entah karena broadcast yang tidak tersampaikan dengan baik, atau memang dari mahasiswa itu sendiri yang kurang berminat.

Hal ini perlu dibenahi, kita perlu merubah pola pikir kita bahwa menulis bukanlah sesuatu yang sulit, hal ini bisa dimulai dengan menuliskan apa yang kita rasakan dan kita pikirkan di buku diary, menuliskan apa yang kita inginkan dikemudian hari, menceritakan semua isi hati, atau bisa juga membuat cerita tentang berbagai hal yang kita impikan.

Lambat laun kita akan terbiasa menulis, belajar menulis yang baik, belajar menggungkapkan ide, kritik atau saran lewat menulis, dan juga belajar menuliskan opini tentang suatu hal dimasyarakat.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” kata Pramoedya Anata Toer.


Rosita
PGPAUD 2015


Our Blog

Our Team

HRD
DEPARTMENT
BROADCAST
DEPARTMENT
PUBLIC RELATIONS
DEPARTMENT
LOGITECH
DEPARTMENT

Contact

Talk to us

Badan Penyelenggara Radio Siaran Educational Radio

Address:

Universitas Negeri JakartaGedung G Lantai 1 Ruang 1

Work Time:

Monday - Friday from 10am to 5pm

Phone:

0896-1006-1078