Minggu, 30 Agustus 2015

Pembukaan MPA UNJ 2015
107.8 ERA FM UNJMinggu, Agustus 30, 2015 0 komentar

Wah tidak terasa ya edufriend, ternyata kita udah punya adik-adik mahasiswa baru lagi nih. Pada tanggal 24 Agustus 2015 lalu, pembukaan MPA-UNJ 2015 telah dimulai bertempat di lapangan Velodrome- yang dipenuhi dengan mahasiswa baru yang berjumlah 5.475 mahasiswa dari 7 fakultas. Acara yang diketuai oleh Ahmad Sofyan dan diketuai pelaksana harian oleh Nidi Firas Huda.

Tema MPA UNJ 2015 ini adalah Membangun jiwa muda yang aktif, berprestasi, dan berwawasan global diharapkan mahasiswa baru mempunyai semangat yang berani dan kreatif dapat berprestasi untuk UNJ. Walaupun dengan jarkom yang sama dengan tahun-tahun sebeumnya yaitu “UNJ SATU, ONE SOUL, ONE SPIRIT” , panitia tetap membuat perbedaan atau cirri khas dari MPA UNJ 2015 ini seperti membuat formasi tulisan UNJ dan  flashmob.  Ternyata masih ada lagi loh perbedaannya untuk penutupan MPA UNJ 2015 nanti yaitu para mahasiswa baru akan disatukan, tidak dipisah sesuai per fakultas.
Rencananya, MPA UNJ akan dilakukan dari tanggal 24 Agustus – 29 Agustus 2015 dengan 2 gelombang. Gelombang 1 adalah FT, FIP, FE, FMIPA dan gelombang 2 adalah FIK, FBS, FIS. Pada pembukaan MPA UNJ 2015 ini, acara dimulai dengan kata sambutan dari Ketua Pelaksana Harian MPA UNJ, Ketua BEM UNJ, Ketua Pelaksana MPA UNJ, dan Rektor UNJ. Lalu, upacara pembukaan MPA UNJ  2015 dimulai dengan parade marching band dan arakan Ketua BEM UNJ yang menunggangi kuda. Setelah itu, dilakukan penyematan name tag sebagai simbolis dimulainya rangkaian acara MPA UNJ 2015 dan MPA UNJ 2015 resmi dibuka oleh Bapak Rektor UNJ dengan memanah balon yang diterbangkan. Sebelum upacara pembukaan selesai, para mahasiswa baru disuguhkan penampilan tari dan band dari Unit Kesenian Mahasiswa UNJ.

 Nuril Imtihanah


Kamis, 27 Agustus 2015

Selina Irawan
107.8 ERA FM UNJKamis, Agustus 27, 2015 0 komentar

         



       Selina Irwan yang akrab juga dipanggil dengan nama Sel memulai  keisengannya dalam membuat vlog (video blog) dan cover-cover lagu di Youtube pada tahun 2010 yang tidak disangka-sangka hingga saat ini mendapatkan respon yang baik dari penonton situs tersebut.
                 Remaja yang lahir di Medan pada tanggal 4 Maret 1999 ini juga mencoba mengunggah cover-cover lagunya di situs streaming musik Soundcloud yang mendapatkan respon yang luar biasa pula. Hingga pada akhirnya tepatnya pada Februari 2015 Smash Hitta seorang produser sekaligus songwriter internasional yang pernah menangani musisi seperti The Lonely Island, Megan Lee, Jay Park, Megan Nicole yang berasal dari Chicago USA menghubungi Selina untuk bekerja sama dalam pembuatan single yang berjudul Bracelet. Produksi lagu Bracelet sendiri dilakukan di Los Angeles USA.
                Lagu Bracelet yang ditulis maupun di-aransemen oleh Smash Hitta dan Brite Ma ini memiliki kualitas aransemen yang memang memiliki standar musik Internasional. Nada-nada yang catchy ditambah dengan suara seksi dan merdu dari Selina Irwan membuat lagu Bracelet memiliki kemasan musik sempurna untuk dinikmati oleh banyak kalangan.
                 Bracelet sendiri menceritakan tentang kisah gadis remaja yang merasakan sebuah rasa cinta yang romantis pada seorang laki-laki.  Rasa cinta yang selalu ada dan tidak pernah hilang itu diibaratkan seperti sebuah gelang (bracelet) yang selalu dibawa dan digunakan kemanapun sehingga Si gadis itu akan selalu mengingat pujaan hatinya.
                Salah satu media musik blog Indonesia juga telah membuat sebuah review mengenai lagu Bracelet ini yang dapat di buka di http://www.beatbold.com/bracelet-selina-irwan/

                Semoga Selina Irwan dengan single-nya yang berjudul Bracelet dapat ikut menghiasi belantika musik Indonesia maupun di kancah musik Internasional.

Rabu, 12 Agustus 2015

Suara Pikiranku - Noah
107.8 ERA FM UNJRabu, Agustus 12, 2015 0 komentar


Lagu ini merupakan salah satu dari tiga lagu yang diproduseri oleh Steve Lilywhite. Ariel, sang vokalis Noah merasa gembira Suara Pikiranku akhirnya bisa digarap. “Suara Pikiranku ini sudah tersimpan cukup lama. Kurang lebih tiga tahun lalu kita ciptakan. Dan akhirnya sekarang kita masukan ke dalam album. Tentunya dengan arransemen yang diperbaharui,” tuturnya.

Steve Lilywhite sendiri mengaku tidak terlalu banyak campur tangan dalam penggarapan arransemen lagu. Semua arransemen Suara Pikiranku berasal dari kreatifitas para personel Noah. “ Kehadiran saya sebagai produser, adalah mengoptimalkan kemampuan mereka. Membantu mereka mendapatkan hasil yang mereka inginkan,” terang produser yang sudah menangani band band kelas dunia ini.

Dan hasilnya kerjasama Noah dan Steve Lilywhite menghasilkan Suara Pikiranku yang terdengar megah. Membalut sebuah kisah tentang keresahan seorang laki laki karena cinta. Lagu galau soal cinta memang bisa diciptakan banyak orang. Namun, akan sangat berbeda ketika lagu itu berasal dan dibawakan oleh Noah. Lagu ini memainkan emosi pendengar sejak petikan gitar di bagian intro lagu, hingga ketukan drum terakhir di ending lagu.

Kekuatan kharisma Noah ditambah produksi sound yang optimal, diyakini membuat lagu ini akan membuat pendengar musik di tanah air bakal kecanduan. Bisa jadi lebih hebat dari pada kecanduan lagu lagu Noah sebelumnya. Mari kita nikmati suara dan pikiran Noah dalam Suara Pikiranku.


Selasa, 11 Agustus 2015

Endah N Rhesa Ramaikan Darwin Fertival 2015
107.8 ERA FM UNJSelasa, Agustus 11, 2015 0 komentar



Minggu ini, Endah N Rhesa akan meramaikan acara Darwin Festival 2015 di Australia. Endah N Rhesa dijadwalkan tampil dua hari yaitu tanggal 15 & 16 Agustus. Ini merupakan kali pertama bagi Endah N Rhesa untuk tampil di Darwin Festival yang berlangsung selama 18 hari tersebut. Kesempatan ini berawal pada saat Endah N Rhesa tampil pada acara Indonesia Performing Arts Market (IPAM) tahun 2013 yang mengundang para penyelenggara acara festival dari luar negeri.
Selain tampil sendiri, Endah N Rhesa akan berkolaborasi untuk beberapa lagu dengan musisi folk asal Melbourne bernama Sweet Jean. Sweet Jean adalah pasangan duo musisi akustik dengan personel Sime Nugent (vokal, gitar akustik) dan Alice Keath (vokal, gitar elektrik) yang bermusik sejak tahun 2010.


Darwin Festival 2015 akan berlangsung dari tanggal 6 - 23 Agustus 2015 di kota Darwin, Australia. Festival ini sangat populer dan jumlah penontonnya mencapai hingga angka 100 ribu orang. Dari 27 kawasan terpilih di daerah Darwin, Endah N Rhesa akan tampil di panggung "Bamboo Stand" dan “The Lighthouse”. Untuk informasi lebih lanjut mengenai festival ini bisa langsung mengunjungi website resmi Darwin Festival : www.darwinfestival.org.au .

Tidak hanya tampil di dalam negeri, Endah N Rhesa juga pernah tampil di luar negeri seperti di acara Indie Asia: Esplanade Singapore 2009, KinestAsia Singapore 2010, Marketplace of Creative Arts Kazakhstan 2011, Midem Conference & Festival 2013 di Perancis, dan Music Matters Live Singapore 2014.  

Jumat, 31 Juli 2015

Karya Rinto Harahap Rasa Geisha
107.8 ERA FM UNJJumat, Juli 31, 2015 0 komentar


Ada jarak berbilang tahun ketika Rita Butar Butar mempopulerkan tembang Seandainya Aku Punya Sayap, dengan era saatGeisha menghadirkan kembali salah satu hit karya Rinto Harahap itu.  Momo, vokalis Geisha Band belumlah lahir ketika lagu ini ngehit.Namun, penyanyi bernama lengkap Narova Morina Sinaga ini bisa menginterpretasikan dengan baik tembang lawas yang legendaris ini. Bersama Roby (gitar), Nard (bas), Dhan (keyboard) dan Aan (drum), yang tergabung dalam Geisha Band, menghadirkan kembali tembang Seandainya Aku Punya Sayap dengan aransemen baru yang lebih fresh.

Kesegaran memang menjadi janji Indrawati Widjaja, produser Musica Studio’s yang memproduksi tembang ini. Sejak Musica dilibatkan dalam pembuatan lagu-lagu Rinto Harahap dalam konsep album ‘tribute’ atau daur ulang akhirnya memilih Geisha untuk membawakannya. “Kami sengaja memilih lagu-lagu karya almarhum yang belum dibuat versi cover version oleh penyanyi siapapun. Dan salah satu pilihan jatuh pada lagu Seandainya Aku Punya Sayap. Kami pun percaya kalau Geisha yang pas membawakannya,” ungkapnya

Lagu Seandainya Aku Punya Sayap versi Geisha ini sudah terlebih dahulu dibawakannya dalam panggung konser mengenang Rinto Harahap, yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta nasional, beberapa waktu lalu. Sebenarnya ini bukan kali pertama industri musik memberikan kemasan album tribute lagu-lagu karya musisi yang meninggal di Singapura, 9 Februari 2015 itu. Namun, kejelian Indrawati Widjaja dan tim Musica Studio’s membuat Seandainya Aku Punya Sayap versi Geisha menjadi karya segar di industri musik Tanah Air saat ini.

Dari gaya beryanyinya Rita Butar Butar dengan Momo ‘Geisha’ memang tidak sama. Rita yang bervibrasi kuat dalam berdendang dikenal sebagai penyanyi muda saat mendiang Rinto menyodorkan karya ini hampir 35 tahun lalu. Namun, Momo yang meski sama-sama berdarah Batak memiliki gaya bernyanyi yang khas, dan tak sama dengan Rita. Di era tahun 1980-an, banyak penyanyi perempuan Indonesia yang memang memiliki kualitas vokal sekelas festival dengan gaya beryanyi yang khas. Tapi, Momo adalah penyanyi band pop yang dikenal memiliki tingkat penghayatan tinggi dan interpretasi bagus pada lagu dalam bernyanyi.

Teknik vokal, sejatinya, seperti kata mendiang musisi Harry Roesli bukankah ‘dewa’. Karena sebenarnya telinga pencinta musik Tanah Air, lebih sering tertambat hatinya pada sebuah lagu karena penghayatan sang biduan dan juga lirik yang dahsyat. Dan, di singleSeandainya Aku Punya Sayap memiliki semua elemen itu, lagu yang awalnya dikenal sebagai tembang solois kini menjelma sebagai tembang berkonsep band, yang disuarakan vokalis perempuan.

Awalnya, Momo dan kawan-kawan sempat ragu karena mendapat tantangan menggarap tembang ini. Namun karena rasa hormat Geisha pada sang komposer, membuat anak-anak band ini bersemangat menggarap aransemen dan rekaman di studio. “Kami menghadapi tantangan berat. Karena lagu ini sudah terkenal banget di masanya.
Tapi, kami bangga karena Om Rinto merupakan salah satu musisi dan pencipta lagu yang kami kagumi,” ujar Momo. Roby dan kawan-kawan memiliki kecerdasan tinggi mengaransemen lagu ini menjadi ‘rasa saat ini’.

Video klipnya menguatkan lirik dan atmosfer melodi lagu ini. Momo sebagai penyanyi perempuan dari sebuah band seperti memiliki single baru sendiri karena bisa menghadirkan ‘rasa lain’ pada lagu Seandainya Aku Punya Sayap. Bahkan, dengan story board yang menyentuh, Momo memberikan masukan cukup cerdas dengan memilih Chicco Jerikho sebagai model utama klip dan beradu akting dengannya. “Saya bukan orang yang  besar di dunia akting. Saya coba menghayati liriknya sehingga bisa mengimbangi akting Chicco. Dari Chicco bermain dalam film Cahaya Dari Timur : Beta Maluku, aku sudah suka dengan aktingnya,” kata Momo. Dan sebagai informasi video klip single Seandainya Aku Punya Sayap dibuat dalam versi interaktif, jadi penonton bisa memilih sendiri 3 versi dari cerita yang berbeda sesuai dengan yang mereka inginkan, seperti yang ada dalam website Musica Studio’s http:goo.gl/PmZ92s

Dan, My Geisha, sapaan khas penggemar band asal Pekanbaru ini, bukan saja bakal menjadi penyuka tembang ini, tapi juga masyakarat yang di tahun 1980-an masih remaja dan akrab dengan tembang ini. Bukan sekedar bernostalgia, tapi boleh jadi mereka bakal makin mencintai Geisha…*****