RADIONYA ANAK UNJ

Keep Inspiring, Kee Struggling, And Keep Being Low Profile.

Listening ERA FM UNJ Chat With DJ

ON AIR!

Morning Soul

Senin- Jumat. Jam 08.00 - 10.00 wib.

Read More

Kampus Kita

Senin- Jumat. Jam 10.00 - 12.00 wib.

Read More

Lunch Break

Senin- Jumat. Jam 12.00 - 14.30 wib.

Read More

Era Explore

Senin- Jumat. Jam 14.30 - 17.00 wib.

Read More

Request Kamu

Senin- Jumat. Jam 17.00 - 19.00 wib.

Read More

Chart

Latest Update Chart

Read More

Update

Minggu, 17 Juni 2018

PAMERAN FOTO XXXVII KELOMPOK MAHASISWA PEMINAT FOTOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA






Kelompok Mahasiswa Peminat Fotografi (KMPF) UNJ menyelenggarakan pameran foto-foto hasil karya angkatan 37 di Lobi IDB 2 Gd. Dewi Sartika UNJ pada tanggal 6—8 Juni 2018. Pameran ini sudah dikunjungi lebih dari 200 orang. Karya-karya yang dipamerkan berjumlah 29 foto dan merupakan karya orosinal dari anggota baru KMPF. Pameran ini merupakan syarat untuk mendapatkan PDH (Pakaian Dinas Harian) bagi anggota baru KMPF. Tema yang diangkat pada pameran tahun ini adalah “Seri Muka”.

“Tema ini memiliki arti, yaitu seri adalah rangkaian dan muka adalah wajah, jadi rangkaian wajah memiliki banyak ekspresi. Nah ekspresi itu lahir dari sebuah perasaan. Disini para pameris memvisualkan perasaan masing-masing.  Perasaan selama menjadi CAB (calon anggota baru)  sampai menjadi anggota.” Menurut Irfan (ketua pelaksana pameran).

Tujuan diadakannya pameran ini adalah memvisualkan perasaan anggota baru KMPF kedalam bentuk karya foto kepada seluruh civitas UNJ dan meningkatkan semangat berkarya pada anggota.
“Untuk persiapannya sendiri dilaksanakan sejak bulan April 2018 dengan tahapan mencari SC pameran,  penentuan tema, mencari kurator, melakukan kurasi, dan foto yang lolos kurasi akan diangkat di pameran.” Ujar Irfan.


Rista Setiami


Seminar Lintas Agama





Sabtu, 9 Juni 2018, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa Gedung G, Universitas Negeri Jakarta yaitu KMHB (Keluarga Mahasiswa Hindu Buddha) UNJ mengadakan seminar yang sangat tidak biasa yaitu Seminar Lintas Agama. Bertempat di Gedung Ki Hajar Dewantara, Lantai 9, Universitas Negeri Jakarta. Seminar ini dibuka untuk mahasiswa UNJ dan umum, baik yang termasuk generasi Y dan Z maupun orang tua. Tak ayal, dengan tema yang diusung yaitu Pandangan Agama tentang Media Sosial yang Mempengaruhi Kebiasaan Generasi Millenial membuat seminar ini mempunyai daya tariknya sendiri. Hal ini terbukti dari antusiasme peserta yang mendaftar secara online maupun offline.

Beberapa peserta yang ditemui menaruh ekspetasi tinggi mengingat baru pertama kali mengikuti seminar yang menghadirkan pembicara dari kelima agama yang ada di Indonesia. Sementara beberapa peserta lain mangaku penasaran dengan kemasan Seminar Lintas Agama, apakah di dalamnya akan terjadi pro atau kontra pada setiap pandangan agama atau malah sebaliknya akan menjadi sebuah diskusi yang menarik.

Seminar dibuka dengan sambutan dari berbagai pihak, penampilan tari dari UKM UNJ, dan dimoderatori oleh Adica Wirawan, S.S. selaku Pekerja Millenials dan Alumni KMHB. Seminar dikemas dengan mempersilahkan setiap pembicara memaparkan tema sesuai dengan pandangan agama yang dianut. Dimulai dari pandangan agama Konghucu, Kristen, Buddha, Hindu, dan yang terakhir pandangan dari agama Islam. Setiap pembicara diberikan waktu selama 20 menit. Dari setiap pemaparan, selalu ditekankan oleh pembicara bahwa memang untuk ajaran universal semua agama itu sama. Namun, dalam memandang suatu kasus setiap agama mempunyai nilai-nilai ajaran yang dipegang sendiri.

Dari pandangan agama Konghucu dipaparkan oleh Drs. Uung Sendana, SH selaku Ketua Umum MATAKIN. Menurut Pak Uung, media sosial adalah suatu niscaya dari hukum perubahan. Tiada yang tetap pada hukum perubahan. Media sosial oke, tetapi harus dibatasi dengan sikap tengah dan harmonis.

Dari pandangan agama Kristen dipaparkan oleh Pdt. Manuel E. Ralntung, S.SI, MM. selaku Ketua Umum PGI DKI Jakarta. Menurut Pak Pendeta Manuel, aktualisasi diri menjadi suatu kebutuhan karena keinginan tersebut menjadikan kita eksis dan narsis. Namun, yang tidak baik apabila aktualisasi yang kebablasan, karena menjadikan kita berpusat pada diri sendiri bukan Tuhan. Jika kita ingin meng-upload foto ke Medsos, pilihlah foto yang memperlihatkan kemuliaan hidup dan keindahan bersama dengan Tuhan.

Dari pandangan agama Buddha dipaparkan oleh Drs. Suherman Widjaja, MBus. Acc. Fin selaku Direktur BVDI Universitas Prasetiya Mulya dan President AMA Indonesia, Jakarta. Menurut Pak Suherman, kita mesti menyadari dan memahami yang tinggal di dunia ini bukan hanya kita saja, tetapi banyak yang lain. Setiap orang mempunyai pemahaman yang berbeda dalam memandang suatu fenomena, salah satu bahasannya tentang Media Sosial. Dari nilai-nilai yang ada di ajaran Buddha, kita bisa ambil satu nilai untuk melihat persoalan tentang Media Sosial yaitu Panna (wisdom) atau kebijaksanaan. Nilai kebijaksanaan bisa muncul jika kita update berbagai pengetahuan. Pengetahuan selain ada sisi positif, ada sisi negatifnya juga. Karena segala sesuatu tidak kekal, maka perubahan dan perbedaan ambil sisi positifnya tanpa terganggu pada pengaruh sisi negatif.

Dari pandangan agama Hindu dipaparkan oleh I Wayan Kantun Mandara, S.Ag., M.Fil.H selaku Ketua PHDI Jakarta Pusat. Menurut Pak Wayan, di dalam agama Hindu mengenai agama dan Media Sosial berjalan dengan sejajar. Maka dari itu, kita belajar mengelola pikiran bijaksana untuk media sosial itu sendiri. Ajaran cinta kasih dan toleransi itu diterapkan agar tercipta kedamaian di dunia serba teknologi ini.

Lalu yang terakhir, pemaparan dari pandangan agama Islam oleh Dr. Mulawarman Hannase, LC., MA.Hum selaku Sekretaris NU Jakarta, menurutnya kita ini sedang memasuki peklik netizen dimana ada sisi positif dan negatif. Media Sosial seharusnya menjadi media penyebar informasi. Di dalam Islam, penyebaran di Media Sosial ada 3 informasi yang baik yaitu menyebar dengan penuh hikmah, memberikan nasehat, dan mengajak dialog yang baik. Untuk beretika di Media Sosial, sedekat atau sekenal apapun kita dengan orang lain, tetap gunakanlah bahasa yang layak.

Selepas diadakannya acara Seminar Lintas Agama ini, panitia pelaksana mempunyai harapan kepada peserta yang datang ke acara ini untuk selalu menggunakan media sosial dengan bijak, bertanggungjawab dan tidak melupakan ajaran-ajaran agama. Jadi, saat ingin men-share sesuatu yang bersifat hoax harus berpikir dengan panjang, diingat juga aturan-aturan agama, karena menyebarkan berita hoax tidaklah sesuai dengan ajaran di agama manapun.

Vidya Siti Wulandari


EKSOFORA



Program Studi Bahasa Indonesia, Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan kegiatan seminar keterampilan berbicara di Aula Maftuchah Yusuf UNJ (05/06/2018). Kegaiatan ini diberi nama Eksofora yang merupakan ujian terbuka mahasiswa pada mata kuliah berbicara interaktif prodi tersebut. Bentuk ujiannya dikemas dalam suatu acara seminar agar dapat dinikmati khalayak umum.
Tema kegiatan acara ini adalah “Terapkan Jati Diri di Zaman Milenial dengan Terampil Berbicara”. Menurut Fahmi Basya sebagai ketua pelaksana, tema ini diangakat karena eksistensi seseorang tidak dapat dilepaskan dari keterampilan berbicara, jadi keterampilan berbicara dapat menunjukkan jati diri seseorang.

Dalam acara ini diundang pula Maman Suherman atau biasa disapa Kang Maman, Pegiat Literasi, Presenter acara Kompas TV, Jurnalis kelompok Kompas Gramedia, Notulen dalam acara Indonesia Lawak Klub di Trans7, dan Penulis Buku BAPAKKU INDONESIA & BHINNEKA TUNGGAL CINTA. Menurut beliau, alasan bersedia untuk menjadi pembicara acara ini adalah kampus tidak lagi boleh menjadi menara gading yang hanya mengajarkan ilmu, mengajarkan hal-hal yang sifatnya teoritis, tapi juga harus dipadukan dengan keterampilan praktis.

“Apa yang dilakukan pada Eksofora hari ini merupakan bagian dari perwujudan apa yang saya ingingkan. Bagaimana mahasiswa tidak hanya mendapat ilmu dari buku, namun juga mempraktikan dalam kehidupan sehari-hari yang diberikan oleh ahli atau orang berpengalaman.Jadi acara seperti inilah yang sebenarnya dibutuhkan mahasiswa sehingga perguruan tinggi tidak hanya menjadi menara gading, namun juga menara air.”

Beliau juga menambahkan bahwa generasi sekarang ini dikenal sebagai generasi menunduk, yaitu generasi yang sangat individual sehingga perlu adanya jembatan sosialisasi melalui komunikasi dua arah. Pesan yang ingin disampaikan beliau dalam acara ini adalah berbicara yang baik atau diam, tentunya jika ingin berbicara yang baik haruslah banyak membaca.



Rista Setiami

Jumat, 08 Juni 2018

MEMBANGUN BERITA SEBAGAI MEDIA INTELEKTUAL DI PEKAN JURNALISTIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA



Auditorium Sertifikasi Guru Lt. 9, Universitas Negeri Jakarta (22 Mei 2018). Pekan Jurnalstik yang dilakukan selama 2 hari. Hari pertama dimulai dengan 2 sesi, dari jam 08.00-17.00 WIB. Di seminar jurnalistik ini sangat cocok bagi kalian yang suka dan kepo banget sama dunia jurnalistik. Disini Edufriend akan diberitahu mengenai seluruh kegiatan yang terlibat dalam penjurnalistikan. Dimulai dari sejarah jurnalistik, bagaimana kita menulis dengan baik, informasi yang baik dan benar  untuk diambil, sampai kode etik ketika kita akan menulis dan memposting tulisan kita ke media sosial.
Di sesi ke 2, Bapak Sasmito (Ketua Federasi bSerikat Media Independen) akan mempresentasikan dan memberitahu mengenaI dunia jurnalistik, kalian akan disuguhkan dengan Sejarah Jurnalistik, dengan contoh dan kisah-kisah wartawan yang sudah marak dibicarakan, plus minus yang akan terjadi kalau kita bercita-cita sebagai jurnalis, sampai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi apabila menjadi seorang jurnalis,
So..Tunggu apalagi Edufriend..menarik banget bukan pembahasannya??,,Jadi, bagi Edufriend yang mau banget bahkan memiliki ambisi untuk menjadi seorang jurnalis, Edufriend tidak perlu khawatir karena masih ada Seminar Pekan Jurnalistik tahun depan, sampai jumpa tahun depan yaaaa.


Zahra Verona Putri.

Jumat, 01 Juni 2018

14TH ERAFM-UNJ Mengudara



Sabtu,26 Mei 2018 bertempat di teater terbuka kampus A, Universitas Negeri Jakarta, ERAFM-UNJ menggelar sebuah acara ulang tahun guna merayakan HUT ERAFM     -UNJ yang ke 14th, disamping merayakan ulang tahun, sebagai ajang silaturahim di bulan ramadhan ini maka juga diadakan acara buka bersama dengan keluarga besar ERAFM-UNJ, perwakilan unit-unit gedung G, serta adik-adik dari yayasan Al-Huda.

Acara ini berlangsung dengan lancar dan hikmat.Mengusung tema “The Journey of ERAFM-UNJyang bermakna mengenang kembali ERAFM-UNJ dari pertama hingga sekarang. Empat belas tahun sudah ERAFM-UNJ mengudara amat banyak cerita termasuk jatuh-bangun dalam berorganisasi, dan dunia siaran. Acara ini juga dilengkapi dengan kegiatan charity yang hasilnya diberikan kepada adik-adik yayasan Al-Huda sebagai bentuk rasa syukur atas ulang tahun ERAFM-UNJ.

Hasil dari yang didapatdari acara ini adalah, pentingnya dalam berbagi kepada sesame dan tetap menjalin silahturahim kepada semuanya agar ERAFM-UNJ tetap ada dan terus ada.

Dinty Intan P.

Our Blog

Our Team

HRD
DEPARTMENT
BROADCAST
DEPARTMENT
PUBLIC RELATIONS
DEPARTMENT
LOGITECH
DEPARTMENT

Contact

Talk to us

Badan Penyelenggara Radio Siaran Educational Radio

Address:

Universitas Negeri JakartaGedung G Lantai 1 Ruang 1

Work Time:

Monday - Friday from 10am to 5pm

Phone:

0896-1006-1078