RADIONYA ANAK UNJ

Keep Inspiring, Kee Struggling, And Keep Being Low Profile.

Listening ERA FM UNJ Chat With DJ

ON AIR!

Morning Soul

Senin- Jumat. Jam 08.00 - 10.00 wib.

Read More

Kampus Kita

Senin- Jumat. Jam 10.00 - 12.00 wib.

Read More

Lunch Break

Senin- Jumat. Jam 12.00 - 14.30 wib.

Read More

Era Explore

Senin- Jumat. Jam 14.30 - 17.00 wib.

Read More

Request Kamu

Senin- Jumat. Jam 17.00 - 19.00 wib.

Read More

Chart

Latest Update Chart

Read More

Update

Jumat, 18 Mei 2018

UNJ FASHION EVENT



Senin, 14 Mei 2018 telah diadakan sebuah acara yang bertajuk UNJ Fashion Event. Acara ini  merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Mahasiswa S1 tingkat akhir  Tata Busana Universitas Negeri Jakarta. Event ini biasa diadakan di Mall-mall besar di daerah Jakarta setiap tahunnya. Namun, pada tahun ini UNJ Fashion Event untuk pertama kalinya diadakan di Universitas Negeri Jakarta tepatnya di Gedung Pasca Sarjana, Aula Bung Hatta (lantai dua).

Acara ini dibuka oleh sambutan dari Dekan Fakultas Teknik, kemudian sambutan-sambutan dari dosen-dosen lainnya, acara dilanjutkan oleh beberapa hiburan seperti band dan tari-tarian daerah. UNJ Fashion Event kali ini mengangkat tema X-OTICS of Indonesia menggambarkan Animal Endemic of Indonesia yaitu hewan-hewan yang sudah mulai punah di Indonesia diangkat lagi dari kelima pulau, mulai dari Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Papua. Hewan-hewan yang hampir punah tersebut dijadikan sumber inspirasi dan inspirasi tesrsebut dijadikan sebuah karya dalam membuat desain untuk pagelaran Fashion Event kali ini.
Adapun tujuan dari UNJ Fashion Event ini yaitu, untuk memperkenalkan Jurusan Tata Busana di Universitas Negeri Jakarta, bahwa tata busana disini tidak hanya dalam hal menjahit baju maupun menggambar desain saja melainkan dapat merepresentasikan karya-karya mahasiswa tata busana yang dipelajari mulai dari semester satu hingga semester delapan. Acara ini mulai dipersiapakan dari lima bulan yang lalu. Selain itu, sasaran dalam kegiatan ini adalah untuk mahasiswa-mahasiswa tata busana dan pencinta fashion. So, buat Edufriend pecinta fashion tunggu yaa UNJ Fashion Event tahun-tahun berikutnya.
Ratna Sari

E-BULETIN ERAFM-UNJ MEI 2018












Kamis, 17 Mei 2018

Pelatihan Announcer Pengurus BPRS ERAFM-UNJ 2018-2019



Hallo edufriend! Gedung Dewi Sartika, lantai 7, Universitas Negeri Jakarta.  Sabtu, 11 mei 2018 lalu, pengurus BPRS ERAFM-UNJ periode 2018-2019 mengadakan pelatihan announcer yang dimana pembicaranya adalah Diaz Danar (Penyiar Semangat Pagi Pol 98,7 GENFM).  Acara pelatihan ini diselenggarakan pada pukul 10.15 - 16.00. Terdapat 2 sesi pada pelatihan tesebut, untuk sesi pertama membahas mengenai dasar-dasar dunia radio juga announcer lalu pada sesi kedua terdapat pelatihan untuk skill yang sudah diajarkan melalui pelatihan dasar. Pelatihan ini memiliki tujuan yaitu untuk meng-upgrade pengetahuan pengurus BPRS ERAFM-UNJ dan memperdalam ilmu mengenai dunia radio terutama sebagai announcer.

Sebagai seorang announcer kita harus berusaha menjadi seseorang yang pintar, antusias, mudah berkomunikasi, responsif dan memiliki performa diri yang baik. Menurut Diaz Danar hal yang paling penting dan harus dimiliki oleh penyiar yaitu 90% attitude dan 10% skill, hal itu karena pribadi seseorang menentukan apakah dirinya dapat bertahan didalam industri radio dan dapat mempertahankan eksistensi dirinya dengan lebih dekat dengan orang lain karena memiliki attitude yang baik. Akan lebih baik untuk penyiar apabila membaca script terlebih dahulu sebelum siaran, hal tersebut dapat membantu penyiar untuk lebih siap dalam mengolah kata yang akan disampaikan untuk pendengar.

Yang utama ketika menjadi seorang announcer adalah "memiliki karakter" yang kepada pendengar supaya mudah dikenali dan menjadi suatu ciri khas yang ada pada diri kita. Setelah itu saat siaran berlangsung, penyiar harus ingat bahwa pendengar adalah teman maka posisikan diri sedang berbicara dengan orang yang berada dihadapan kita sehingga akan lebih menyenangkan apabila penyiar dapat bersikap apaadanya walaupun berada dibelakang layar akan tetapi pendengar akan tahu apakah penyiar berbicara dengan tersenyum atau tidak,sedang merasa baik-baik saja atau sebaliknya.
Yang terakhir menurut Diaz Danar, semua berawal dari mimpi maka tulislah mimpi mu untuk mencapai satu persatu sebagai target kedepannya. Anggap diri kita sebagai barang dagangan, beritahukan kepada orang diluar sana bahwa kamu memiliki bakat untuk menjadi penyiar atau mimpi lainnya. Untuk mencapai hal tersebut tinggalah kebiasaan buruk dan lakukan hal-hal yang baik, akan lebih baik apabila meningkatkan kelebihan karena semakin lama diasah dan dipertajam maka kemampuan seseorang akan semakin baik dan yakinlah akan kemampuan diri sendiri.

  
Aziizah Mu'minah

Seminar Refleksi Merah Putih



Telah berlangsung acara seminar Refleksi Merah Putih yang dilaksanakan terkait program dari WR 3 yang berkaitan dengan bela negara. Acara ini bertemakan Memperkokoh Persatuan untuk Berkontribusi Bagi Indonesia.

Dilaksanakan pada tanggal 27 April 2018 lalu di Aula Latief, Gedung Dewi Sartika, Kampus A, Universitas Negeri Jakarta ini dimulai pukul 14.00-20.00 WIB. Acara ini mengadakan tiga sesi pembahasan. Pembahasan pertama dibuka oleh Dr. Imam B. Prasodjo yang merupakan Sosiolog Universitas Indonesia pada pukul 14.00-15.30 WIB. Sesi pertama ini membahas tentang “Mengokohkan Rasa Nasionalisme NKRI”. Peserta seminar diajak bagaimana dapat mengokohkan rasa nasionalisme dengan menghargai perbedaan, mengulas tahapan perkembangan nasionalisme,dan lain-lain. Pembahasan kedua dilanjutkan oleh AKBP Imam Subandi, SS, SH, MH yang merupakan Densus 88 AT POLRI pada pukul 16.00-17.45 WIB. Sesi kedua ini membahas tentang “Pemuda Pelopor Anti Radikalisme dalam Perspektif Kehidupan Kontemporer”. Peserta seminar pada sesi ini diajak untuk mengerti pembahasan tersebut menurut ontologi, epistomologi dan aksiologi. Sedangkan sesi ketiga pada pukul 18.30-20.00 WIB membahas tentang “I Love To Contribute: Conecting Agent of Change” oleh Mohammad Kamiludin, S.T. M.Sc. yang merupakan Ketua PPMI Riyadh Arab Saudi 2010.

Acara seminar ini mengundang OPMAWA dan ORMAWA yang ada di UNJ dan diikuti oleh sekitar 130 peserta dengan harapan supaya sesudah mengikuti acara ini, mereka dapat memperkokoh kesatuan NKRI.

“Jadilah Pemuda/di sebagai pelurus bangsa, bukan penerus bangsa.” Itulah salah satu kutipan yang dapat diambil dari acara ini. Kita harus meluruskan bangsa ini, membawa perubahan yang baik, bukan meneruskan apa yang sudah terjadi yang tidak membawa perubahan apapun.


Dewi Fatimah Hardiyanti

Senin, 14 Mei 2018

Memaknai Hari Kebangkitan Nasional



20 Mei 1908 merupakan hari berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Namun tanggal tersebut baru ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional pada tahun 1948. Berdirinya organisasi Boedi Oetomo dianggap sebagai awal mula bersatunya pemuda Indonesia dalam semangat memerdekakan Indonesia.

Jika dilihat dari sejarah, pemuda Indonesia di era sebelum kemerdekaan Indonesia memiliki semangat juang yang sangat tinggi. Mari kita bercermin pada pemuda di era tersebut, apakah saat ini kita memiliki semangat juang yang tinggi? Saya pribadi merasa belum memiliki semangat setinggi itu.

Boleh kah saya memberi makna lain di Hari Kebangkitan Nasional?

Bangkit menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bangun dari duduk/tidur, lalu berdiri. Mengapa hari berdirinya organisasi Boedi Oetomo ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional? Menurut saya, ketika itu pemuda Indonesia sadar bahwa bangsa Indonesia sudah terlalu lama dijajah oleh bangsa lain. Mereka berani mengambil segala risiko demi memerdekakan Indonesia. Mereka semangat untuk mengambil bagian dari perjuangan.

Sudah kah pemuda masa kini sadar dan bangkit dari keterpurukannya?

Mari kita ambil contoh sederhana. Seringkali rasa malas menghantui diri kita. Malas akan menggerogoti diri kita jika ia terus dibiarkan. Malas akan membawa kita pada kebodohan. Saya memang tidak memiliki data statistik mengenai rasa malas pada pemuda masa kini. Namun, saya mengamati bahwa kini tidak sedikit pemuda yang mengikuti rasa malasnya. Malas kuliah, malas mengerjakan tugas, malas berinovasi, dan lainnya. Padahal apa yang mereka lakukan adalah untuk dirinya sendiri, bukan orang lain. Benar atau salah? Sadar atau tidak? Sila dijawab masing-masing.

Untuk itu, saya berharap sekali pemuda di era kini mampu bangkit dari rasa malas yang ada pada setiap diri. Bagaimana mau membangkitkan negara ini dari keterpurukan bila diri ini masih belum mau membangkitkan dirinya sendiri?


Danies Almas Thifal

Our Blog

Our Team

HRD
DEPARTMENT
BROADCAST
DEPARTMENT
PUBLIC RELATIONS
DEPARTMENT
LOGITECH
DEPARTMENT

Contact

Talk to us

Badan Penyelenggara Radio Siaran Educational Radio

Address:

Universitas Negeri JakartaGedung G Lantai 1 Ruang 1

Work Time:

Monday - Friday from 10am to 5pm

Phone:

0896-1006-1078