Rabu, 27 Juli 2016

Jangankan Membudayakan, Menumbuhkan Saja Susah #KATAUNJ8
107.8 ERA FM UNJRabu, Juli 27, 2016 0 komentar


Membaca sejatinya adalah jendela akan pengetahuan, sesuatu yang tidak terbatas luasnya. Baik fiksi maupun nonfiksi, budaya membaca harus senantiasa tertanam dalam diri.
Bagi pelajar, selain guru yang hampir setiap hari memberi arahan, terdapat buku yang harus setiap siswa baca. Jika semangat membaca belum tertanam, dapat dipastikan akan sulit menumbuhkan motivasi buku pelajaran.
Saat ini media membaca sudah sangat beragam, informasi sudah tersebar luas melalui internet. Pembaca dapat memilih bacaan apapun yang mereka inginkan. Tapi kembali lagi, apa keinginan, keingintahuan akan ilmu-ilmu di luar sana, yang bisa didapat melalui membaca sudah dimiliki?
Membiasakan diri untuk membaca adalah solusinya. Diri akan terbiasa melihat berbagai macam jenis tulisan apabila sering membaca. Pun sebaliknya, jika diri tidak terbiasa membaca, akan sulit membaca bahkan satu buku pun.
“Jangankan membudayakan, menumbuhkan minatnya saja susah”.
“Selalu saja malas ketika ingin membuka buku, baik fiksi maupun nonfiksi. Perlu usaha lebih untuk membaca buku,” itulah kenyataannya budaya membaca di Indonesia
Hal seperti ini tentu parlu disesali, membayangkan semakin sedikit orang yang memiliki keinginan membaca yang tinggi. Ke mana ilmu pengetahuan akan bersirkulasi jika tidak ada generasi muda yabg membaca ilmu-ilmu tersebut.
Sedih jika membayangkan tak ada lagi generasi muda yang mau menyisihkan uang demi buku. Lalu mau dibawa ke mana arah bangsa ini jika generasi mudanya memiliki minat baca yang rendah. Bahkan tak bisa dibayangkan jika tak ada lagi generasi muda yang berpikir bahwa membaca adalah jendela dunia. Jendela yang dapat menghubungkan kita dengan banyak hal di luar sana.

Dian Cahyani
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Fakultas Teknik 
2015

Apa Kabar Minat Baca Bangsaku #KATAUNJ7
107.8 ERA FM UNJRabu, Juli 27, 2016 0 komentar

Dalam setiap peradaban mempunyai tokoh-tokohnya masing-masing dan tokoh itu mempunyai cara sendiri untuk seutuhnya menjadi tokoh, membaca adalah salah satunya. Sejarah mencatat setiap bapak bangsa mempunyai daya tarik yang sangat erat dengan buku. Bung hatta tak membawa apa-apa dipenjara selain tumpukan buku dalam peti, Bung karno dalam rumahnya terdapat gudang buku yang luar biasa luas. Lantas bukannya itu sudah bisa merubah pandangan tentang membaca. Ya orang besar selalu berteman dengan buku dan membaca. sudah saat nya bangsa ini merenunginya.
UNESCO mencatat indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, pada setiap 1.000 orang hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Masyarakat di Indonesia rata-rata membaca nol sampai satu buku per tahun. Kondisi ini lebih rendah dibandingkan penduduk di negara-negara anggota ASEAN, selain Indonesia, yang membaca dua sampai tiga buku.Angka tersebut kian timpang saat disandingkan dengan warga Amerika Serikat yang terbiasa membaca 10-20 buku per tahun. Tingkat literasi kita juga hanya berada pada rangking 64 dari 65 negara yang disurvei. Satu fakta lagi yang miris tingkat membaca siswa Indoneisa hanya menempat urutan 57 dari 65 negara (Republika, 12 September 2015).

Dalam sebuah laporan penelitian yang dilansir di koran The Jakarta Post pada tanggal 12 Maret 2016, Indonesia ditempatkan pada posisi 60 dari 61 negara. Indonesia hanya setingkat lebih tinggi dari Botswana, sebuah negara miskin di Afrika. Penelitian di bidang literasi yang dilakukan oleh Central Connecticut State University di New Britain, Conn, Amerika Serikat, menempatkan lima negara pada posisi terbaik yaitu Finlandia, Norwegia, Islandia, Denmark, dan Swedia. Hasil penelitian ini menunjukkan betapa lemahnya budaya literasi dalam masyarakat Indonesia. Padahal tingkat literasi masyarakat suatu bangsa memiliki hubungan yang vertikal terhadap kualitas bangsa. Tingginya minat membaca buku seseorang berpengaruh terhadap wawasan, mental, dan prilaku seseorang.

Kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuannya, sedangkan kecerdasan dan pengetahuan dihasilkan oleh seberapa ilmu pengetahuan yang di dapat, sedangkan ilmu pengetahuan didapat dari informasi yang diperoleh dari lisan maupun tulisan. Semakin banyak penduduk suatu wilayah yang haus akan ilmu pengetahuan semakin tinggi kualitasnya .kualitas suatu bangsa biasanya berjalan seiring dengan budaya literasi, faktor kualitas dipengaruhi oleh membaca yang dihasilkan dari temuan-temuan para kaum cerdik pandai yang terekam dalam tulisan yang menjadikan warisan literasi informasi yang sangat berguna bagi proses kehidupan social yang dinamis. Bangsa Indonesia adalah bangsa dengan tingkat literasi yang masih rendah padahal sudah 71 tahun sejak Indonesia menjadi negara merdeka. Bagi seorang humas gerakan, kemampuan literasi menjadi suatu keharusan.
Sudah saat nya bangsa ini menanyakan kabar tentang budaya baca dan menulis para anak bangsa. Inilah kabar bangsa ku.

Danu Rizky Fadilla
Pendidikan Teknik Elektro
2015

Selasa, 26 Juli 2016

Seleksi Ujian Penmaba Mandiri UNJ 2016
107.8 ERA FM UNJSelasa, Juli 26, 2016 0 komentar





Sabtu, 24 Juli 2016 diselenggarakan Seleksi Ujian Penmaba Mandiri Universitas Negeri Jakarta tahun 2016. Ujian Penmaba Mandiri UNJ dilaksanakan hari sabtu untuk ujian tulis dan hari minggu untuk ujian keterampilan bagi yang memilih program studi seni dan olahraga. Universitas Negeri Jakarta melaksanakan seleksi masuk mahasiswa baru lewat ujian tulis mandiri dimulai pukul 08.00 s.d 14.00.


            Calon mahasiswa yang mengikuti Ujian Tulis terdaftar sebanyak 16.857 peserta. Untuk mengisi sekitar 30% alokasi daya tampung (maksimal 2000 orang). Mengambil tempat di 85 lokasi ujian yang melibatkan SMA, SMK (baik negeri maupun swasta) PTS, dihampir seluruh wilayah DKI Jakarta.

            “Terima kasih kepada Rektor Universitas Trilogi, Rektor UMB, Pimpinan ASMI, Kadis Pendidikan DKI, Para Kepala Sekolah di DKI Jakarta atas kerjasama dan bantuannya.”, ujar Kepala UPT Humas UNJ dalam menyampaikan informasi seputar Seleksi Penmaba Mandiri UNJ.

            Ada pula yang berbeda dalam penyelenggaraan Seleksi Mandiri UNJ ini, dimana bukan hanya peserta reguler saja tetapi para peserta penyandang disabilitas pun difasilitasi dalam Ujian Mandiri ini. Selama penyelenggaraan Ujian Mandiri bagi penyandang disabilitas, UNJ telah menyiapkan tenaga pendamping khusus yang diambil dari program studi Pendidikan Luar Biasa (PLB).

Mifta Putri Apriyani

Jumat, 22 Juli 2016

Lapor Diri Lolos SBMPTN UNJ 2016
107.8 ERA FM UNJJumat, Juli 22, 2016 0 komentar




Mulai tanggal 21-28 Juli 2006, tepatnya kemarin sampai dengan hari kamis calon mahasiswa yang lolos SBMPTN UNJ melakukan lapor diri dan daftar ulang serta pembayaran UKT. Sebelum melakukan lapor diri, calon mahasiswa harus membawa Tanda Peserta SBMPTN 2016, lalu calon mahasiswa lapor diri ke loket Baak. Setelah lapor diri calon mahasiswa membayar UKT di Bank BNI 46 dengan menunjukan Nomor Pembayran yang didapat dan dicetak dari halaman http://siakad.unj.ac.id. Setelah menerima bukti pembayaran UKT dari Bank BNI 46, calon mahasiswa menyerahkan bukti pembayaran asli dari Bank, setelah itu calon mahasiswa akan menerima almamater dan baju MPA serta mahasiswa baru melengkapi beberapa berkas yaitu mengisi formulir perpustakaan, formulir tes kemampuan bahasa inggris serta memberikan hasil tes kesehatan dan Surat keterangan bersih dari narkoba yang dikeluarkan oleh puskemas atau rumah sakit.

Pradana Yoga

Sabtu, 16 Juli 2016

Halal Bihalal dan Silaturahim Civitas Universitas Negeri Jakarta
107.8 ERA FM UNJSabtu, Juli 16, 2016 0 komentar




Kamis, 14 Juli 2016 diadakan halal bihalal seusai Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah dengan tujuan sebagai penyambung tali silaturahim Civitas Universitas Negeri Jakarta, baik pimpinan, dosen dan karyawan atau staff, serta mahasiswa. Halal Bihalal ini diselenggarakan di Gedung Serba Guna (GSG) Kampus B Universitas Negeri Jakarta, Velodrome. Dan acara halal bihalal ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Dies Natalis UNJ kemarin. Tamu dan karyawan terlihat mulai berdatangan sekitar jam 09.00 pagi diarahkan untuk registrasi terlebih dahulu.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Djaali. Kedatangan Ketua Muhammadiyah, Bapak Prof. Dr. KH Din Syamsuddin juga turut hadir dan memberikan ceramah mengenai 'Fitrah' di hari yang Fitri ini. Tak lupa, mantan Rektor Universitas Negeri Jakarta juga turut hadir yakni Prof. Bedjo.

Acara berikutnya yakni bersalam-salaman. Karyawan dan staff mulai berbaris menuju panggung utama untuk bersalam-salaman dengan seluruh pimpinan UNJ. Acara dilanjutkan dengan makan bersama. Sekitar pukul 12.30 siang acara selesai dan pimpinan beserta karyawan meninggalkan Kampus B UNJ untuk kembali beraktivitas seperti biasa.


Mifta Putri Apriyani