RADIONYA ANAK UNJ

Keep Inspiring, Kee Struggling, And Keep Being Low Profile.

Listening ERA FM UNJ Chat With DJ

ON AIR!

Morning Soul

Senin- Jumat. Jam 08.00 - 10.00 wib.

Read More

Kampus Kita

Senin- Jumat. Jam 10.00 - 12.00 wib.

Read More

Lunch Break

Senin- Jumat. Jam 12.00 - 14.30 wib.

Read More

Era Explore

Senin- Jumat. Jam 14.30 - 17.00 wib.

Read More

Request Kamu

Senin- Jumat. Jam 17.00 - 19.00 wib.

Read More

Chart

Latest Update Chart

Read More

Update

Kamis, 31 Agustus 2017

Dunia Kampus #KATAUNJ8

Dunia Kampus #KATAUNJ8

Ketika kita lulus dari Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan dan ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, kita selalu berpikir kemana kaki kita akan melangkah, kemana kita akan melaju. Mungkin sebagian akan memilih untuk bekerja dan ada yang memilih untuk kuliah, ya kuliah, apa itu kuliah? apakah sama dengan sekolah? dahulu sebagai anak yang baru lulus sekolah dan memilih untuk berkuliah pasti akan bimbang dan bingung jurusan apa yang akan diambil, terkadang ketika sudah masuk kuliah ada yang mengambil jurusan tidak sesuai dengan keinginan hati, ada yang mengikuti kemauan orang tua, ada juga yang mengikuti teman. Di dunia kampus ini, banyak sekali orang yang salah jurusan, entah karena orangnya ataupun karena jurusan yang diambil? Ya mungkin itu hanya diri sendirilah yang bisa menjawabnya.

Apa yang harus di lakukan ketika kita akan masuk kuliah? Alangkah lebih baiknya kita memikirkan secara matang jurusan yang akan kita ambil, apalagi kita terjebak di jurusan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Berusahalah untuk mecintai jurusan yang kita ambil apa adanya, dan jalanilah dan motivasilah diri sendiri untuk terus maju dan menjalaninya, karena ketika kita benar-benar berusaha pasti akan baik hasilnya. Lalu, bagaimakah dunia kampus sebenarnya? Dunia kampus sangatlah luas, disini kita bertemu banyak teman dari berbagai jurusan yang berbeda, latar belakang berbeda, suku , budaya yang berbeda pula, di dunia kampuslah kita harus bisa bersikap toleransi, menerima dan bisa memahami setiap kebudayaan agar kita bisa bergaul dan berteman dengan siapa saja. Kita juga akan banyak menemui mahasiswa yang beranekaragam  dari yang julukannya kupu-kupu (kuliah pulang), kura-kura (kuliah rapat), kunang-kunang (kuliah nangkring) ya begitulah julukan bagi mahasiswa di kampus. Sebenarnya itu tergantung dari diri kita sendiri bagaimana cara kita untuk meng-exsplore diri kita sendiri, karena disitulah kita beranjak dewasa untuk menggapai cita-cita yang akan kita gapai.

Lalu, bagaimana cara meng-exsplore diri kita di dunia kampus? Banyak sekali cara untuk meng-exsplore diri kita di dunia kampus yaitu dengan kita kuliah prinsip 3S (santai, serius, sukses). Kuliah tidak harus serius-serius dan jangan terlalu santai yang penting kita fokus terhadap apa yang akan kita capai, kita juga bisa mengikuti organisasi di dalam atau bahkan di luar kampus sesuai apa yang kita inginkan, bergaul dengan siapa saja tetapi kita juga harus tau akan batasannya. Mulai dengan hal-hal yang kecil untuk meng-exsplore diri kita, karen dari suatu hal yang kecil akan berubah menjadi suatu hal besar nantinya. Ya itulah sepenggal kata tentang Dunia Kampus. Kenalilah diri kita, berusahalah untuk menjadi yang terbaik walaupun kita belum bisa memberikan yang terbaik setidaknya kita sudah mampu mencoba dan berusaha.

Anugerah Dwi Fitriani

Usaha Jasa Pariwisata 2015

Mahasiswa Jangan Asal Aktif #KATAUNJ7

Mahasiswa Jangan Asal Aktif #KATAUNJ7

Satu hal yang bikin kuliah asyik dibanding sekolah adalah kebebasan. Kebebasan untuk ikut apa aja (tanpa harus jadi pengurus OSIS dulu) dan juga karena banyak dari mahasiswa tinggal di kost, mobilitas diri makin leluasa dan memungkinkan kita untuk jalan - jalan tanpa harus menunggu izin orang tua. Nah, karena kuliah itu juga salah satu cara mempersiapkan masa depan maka coba manfaatkan kegiatan kamu agar punya manfaat yang maksimal untuk pengembangan dirimu.

Ikuti tujuan kuliah kamu, jangan pernah bilang “Belum tahu nih jadi apa nanti abis wisuda.Karena akan susah ngembangin diri kamu kalau tujuan kamu aja kamu ga tahu, oh ya ga semua skill harus kamu kuasai! Kamu ga perlu (atau tepatnya ga mungkin) jadi orang yg sempurna dan bisa semua hal dari ngedit foto dan poster sampai ngebantu penelitian dosen sembari jadi ketua acara mahasiswa dan merangkap ketua himpunan mahasiswa dengan titel anggota BEM. Yang penting adalah kamu punya skill yang sesuai di dunia kerja nanti. Plis banget jangan ngasal juga karena senior pun ga akan suka sama mahasiswa baru yang kebanyakan acara, ini karena kamu jadi nggak fokus sama kerjaan kamu, terlalu banyak kepanitiaan di awal juga bisa bikin kesempatan yang datang ke kamu berkurang karena kamu dianggap terlalu sibuk untuk terima kerjaan baru yang mungkin lebih bergengsi hehe.

Btw, kalau kamu mau punya posisi yang bagus, jadilah orang yang gampang diajak bekerja sama dan asyik, cantik/ganteng itu plus poin tapi kebanyakan senior kalau memilih bawahan selain dari kecakapan juga dari kecakepan dan keasikan anaknya hehe.


Atika Azmi Purnama

Tata Boga 2014

Senin, 28 Agustus 2017

Lead Club 2.0; Does Perfectionist Matter?

Lead Club 2.0; Does Perfectionist Matter?


Lead Club 2.0 dilaksanakan pada Jumat, 25 Agustus 2017 di Gedung Serba Guna Lantai 9, Kampus A, Universitas Negeri Jakarta. Acara Lead Club 2.0 dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Lead Club 2.0 ini bertema “Does Perfectionist Matter?”

Lead Club sendiri termasuk acara yang setiap tahun pasti diadakan oleh divisi Public Relation AIESEC Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Namun, kali ini tema acara Lead Club 2.0 diangkat dari AIESEC Value; Striving for Excellent, yang mana para AIESECER di UNJ akan mengubah pemikiran-pemikiran khalayak banyak tentang tidak enaknya bekerja dengan orang yang perfectionist dan mengembangkan ketrampilan di bidang kepemimpinan dari pemuda-pemudi yang ada di Indonesia. Maka dari itu, panitia-panitia acara Lead Club 2.0 ini mengundang beberapa speaker yang diketahui sebagai seseorang yang perfectionist. Mereka adalah Rahmat Fajri sebagai President of AIESEC Indonesia dan Jemi Ngadiono sebagai Founder of 1000 Guru. Selain itu, melalui acara Lead Club 2.0 ini para AIESECER di UNJ ingin menyebarkan berbagai informasi mengenai organisasi kami melalui events yang telah dibuat, menyebarkan pengaruh-pengaruh positif, menaikkan jumlah exchange participants yang akan pergi keluar negeri untuk melakukan projek sosial.

Dari acara Lead Club 2.0 ini, para AIESECER di UNJ mempunyai hasil yang ingin dicapai. Mereka ingin semua orang, khususnya mahasiswa/i di UNJ mengetahui tentang AIESEC, mereka bisa lebih penasaran dan mencari tahu tentang AIESEC, dan mereka bisa mengikuti program global volunteer yang diadakan oleh AIESEC agar mereka bisa memberikan pengaruh yang besar kepada sekitarnya. Lalu, pesan yang ingin disampaikan adalah anak muda khususnya yang ada di UNJ bisa mengambil bagian dalam membangun lingkungan kampus yang lebih baik.



Annisa Novitasari


Roadshow ERAFM UNJ

Roadshow ERAFM UNJ

Jumat, 25 Agustus 2017 telah dilaksanakan Closing Ceremony Masa Pengenalan Akademik (MPA) Universitas Negeri Jakarta 2017. Kegiatan tersebut berisi parade dari OPMAWA dan ORMAWA Gedung G Kampus A Universitas Negeri Jakarta dari Lantai 1 sampai dengan Lantai 3.

Kegiatan tersebut dipandu oleh 2 orang MC. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta 2017. Semua mahasiswa baru terlihat antusias melihat parade tersebut. Khususnya pada saat ERAFM-UNJ menampilkan paradenya, semua mahasiswa baru ikut bernyanyi dan menari.

Pada hari itulah para mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta terlihat sumringah karena telah berakhirnya juga Masa Pengenalan Akademik yang telah berlangsung dari tanggal 17 Agustus 2017. Mereka juga terlihat sangat puas dan sangat menikmati parade tersebut. Karena setiap ORMAWA dan OPMAWA menampilkan hal-hal yang menarik dan berbeda yang membuat mereka tidak merasa bosan. Kegiatan tersebut pun ditutup pada pukul 17.30 setelah berlangsung mulai pukul 06.00.

Mahasiswa baru pun dikondisikan untuk pulang oleh panitia yang bertugas. Dan mahasiswa baru pun akan memasuki perkuliahan perdananya pada tanggal 4 September 2017.



Ribka Vanesa


Senin, 21 Agustus 2017

Lakon Umang - Umang

Lakon Umang - Umang

Bengkel Sastra UNJ mengadakan pementasan teater Orkes Madun II dengan lakon “Umang-Umang” karya Arifin C. Noer yang  disutradarai oleh Mussab Askarullah. Pada hari Sabtu, tanggal 19 Agustus yang bertempat di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Lakon “Umang-Umang” pun digelar dengan sangat sukses.

Orkes Madun II Umang-Umang ini merupakan produksi ke-37 oleh Bengkel Sastra Universitas Negeri Jakarta. Bengkel Sastra merupakan komunitas teater kampus yang pada awalnya didirikan oleh sekumpulan mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dibawah bimbingan Helvy Tiana dan Edi Sutarto selaku dosen di jurusan tersebut dan diresmikan pada tanggal 3 Juli 2008.

Bercerita tentang seorang kepala perampok yaitu Waska yang mengalami masa mencapai ajal ketika sedang rapat dengan pengikut setianya mengenai perampokan semesta. Melihat kejadian tersebut, para pengikutnya berusaha mencari cara agar waska tidak meninggalkan mereka. Jantung bayi merupakan obat yang dapat menyembuhkan waska dari masa mencapai ajalnya, namun obat tersebut memberikan efek samping yang sangat kuat yaitu keabadian yang dimiliki oleh Waska.



Hajar Nur Qibtyah


Selasa, 15 Agustus 2017

Young on Top National Conference

Young on Top National Conference

Young On Top National Conference atau yang biasa disebut YOTNC merupakan event besar tahunan yang diselenggarakan oleh PT YOT Inspirasi Nusantara. Tahun 2017 ini menjadi tahun ke-7 diselenggarakannya conference tingkat nasional tersebut. Sejak digelar pertama kalinya pada tahun 2011, YOTNC telah berhasil menarik perhatian para generasi muda Indonesia.

Dalam conference ini, setiap tahun mengangkat tema yang berbeda dan diisi oleh para praktisi yang ahli di bidangnya masing-masing. Tujuan diadakan YOTNC yaitu agar generasi muda Indonesia mendapatkan inspirasi yang diperoleh dari para speakers. Selain itu juga agar generasi muda bisa terhubung dengan satu sama lain alias bisa menambah koneksi pertemanan.

Young On Top National Conference lahir sebagai bentuk kepedulian Young On Top untuk menciptakan generasi muda Indonesia yang berkualitas. Sama seperti visinya yaitu “To Create a Stronger Generation For Indonesia”. Young On Top sadar betul bahwa generasi mudalah yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Maka dari itu, peran generasi muda sangatlah penting demi membawa perubahan kepada Indonesia.

Selain itu, Young On Top National Conference juga memiliki misi untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda Indonesia bahwa sukses tidak hanya bisa diraih saat usia menginjak tua, sukses bukan tidak mungkin diraih pada usia muda. Dengan tagline “Kalau bisa sukses di usia muda, kenapa mesti nunggu tua?” Young On Top memotivasi generasi muda Indonesia untuk meraih kesuksesannya di usia muda.

YOTNC 2017 mengangkat tema “FORWARD”, YOTNC 2017 menargetkan kepada generasi Millenials. Generasi Millenials (atau biasa disebut generasi Y) adalah generasi yang lahir diantara tahun 1980an sampai tahun 2000 yang kisaran umurnya antara 15 sampai 34 tahun. Sedangkan maksud dari tema tersebut adalah, YOTNC 2017 ingin menjadi ajang para millennials untuk terus sama-sama melangkah ke depan agar bisa turut memajukan Indonesia. Karena Young On Top sadar betul bahwa millennials adalah generasi yang menjadi penentu kemajuan bangsa.


YOTNC 2017 menghadirkan sederet pembicara yang sangat ahli di bidangnya dan siap menginspirasi para millennials. Pembicara yang sudah pasti akan hadir adalah, Dian Siswarini (CEO XL Asiata), Wishnutama (CEO & Co-Founder NET Mediatama Televisi), Desi Anwar (Senior Anchor & Director CNN Indonesia), Yuliandre Darwis (Ketua Komisi Penyiaran Indonesia), Yoris Sebastian (CCO OMG Creative Consulting), Salman Subakat (Marketing Director Wardah Cosmetics), Ongki Kurniawan (Managing Director LINE Indonesia), Veronica Colondam (Founder & CEO YCAB Foundation), dan para mentors BIG CIRCLE Metro TV (Rene Suhardono, William Tanuwijaya, Arto Soebiantoro, Danton Sihombing, dan Ben Soebiakto) dan dipandu langsung oleh Billy Boen (Founder Young On Top) dan Andi F Noya (Host Kick Andy).



Nurul Azizah

Rabu, 09 Agustus 2017

Semarak Gelar Jepang UI 2017

Semarak Gelar Jepang UI 2017

Pada Minggu 6 Agustus 2017 telah digelar acara tahunan milik Program Studi Bahasa Jepang FIB Universitas Indonesia. Acara ini memiliki nama Gelar Jepang UI atau disingkat GJUI dan telah memasuki tahun ke-23. Acara ini digelar selama 3 hari yaitu mulai tanggal 4-6 Agustus 2017. Pada tanggal 4&5 Agustus acara digelar di Pusat Studi Jepang FIB UI Depok, dan pada tanggal 6 Agustus acara digelar di Boulevard UI Depok. Selain tempat yang membedakan, harga tiket masuk pun berbeda. Pada tanggal 4&5 Agustus jika datang ke acara ini tidak dikenakan biaya alias free, sedangkan pada tanggal 6 Agustus dikenakan HTM sebesar Rp 30.000.

Menurut penyelengggara, tujuan diadakannya acara ini yaitu karena ingin budaya Jepang lebih dikenal oleh masyarakat umum. Tema yang diusung pada acara gelar jepang tahun ini yaitu “Japan in Harmony” dengan harapan adanya harmony antara budaya, seni, dan pendidikan. Acara gelar Jepang ini telah dipersiapkan sejak 6 bulan lalu dan hanya anak Program Studi Jepang FIB UI yang terlibat dalam acara ini. Pada awalnya, sasaran yang ditunjukkan oleh acara ini yaitu untuk kalangan mahasiswa dan anak sekolah tetapi banyak juga karyawan atau pekerja yang datang ke acara gelar Jepang ini.


Penyelenggara juga memilik harapan agar pengunjung setiap tahun naik dan yang datang tidak hanya wibu saja, tapi dari semua kalangan.



Atuy

Selasa, 08 Agustus 2017

Yuk Belajar di Kursus Bahasa Prancis LGV 2017

Yuk Belajar di Kursus Bahasa Prancis LGV 2017

 
Acara LGV berlangsung dengan open registration jam 7 sampai 9 pagi dan dilanjutkan membuka acara oleh dua MC yang menyapa hangat peserta kursus. Selanjutnya diberikan kesempatan kepada ketua pelaksana untuk memberikan sambutan dan dilanjutkan dengan penampilan-penampilan yang melibatkan mahasiswa dan mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Prancis. Mulai dari panitia angkatan 2016 sampai senior angkatan 2013 yang ikut tampil menunjukkan bakatnya dalam menguasai budaya dan bahasa Prancis.

Ada sebuah penampilan yang menyanyikan salah satu lagu berbahasa Perancis dengan judul Le Sens de la Vie dan satu lagu lainnya. Dilanjutkan oleh penampilan Standup Comedy oleh mahasiswa prodi lain yang diundang khusus di LGV ini.

Kelangsungan acara cukup ramai karena seperti yang sudah dikatakan bahwa jumlah peserta memenuhi kuota. Menariknya akan dipilih salah satu peserta terbaik yang mengikuti kursus dengan keseriusan dan keaktifannya dalam mempelajari bahasa Prancis saat kursus berlangsung.

Setelah menyaksikan bermacam-macam penampilan, tibalah saatnya para peserta dibagi berdasarkan kelas kursus. Pada tahun ini, nama-nama kelas kursus diambil dari nama-nama keju yang ada di Prancis. Terdapat 5 kelas yaitu Brie, Faiselle, Delice, Vachrins, Camemberf.  

Peserta mengikuti fasil masing-masing menuju ruang kelas yang dimana adalah kelas-kelas di salah satu gedung IDB yang juga berada di kampus A, Universitas Negeri Jakarta.

Manfaat yang di dapat dengan mengikuti kursus ini adalah sertifikat, modul pembelajaran, merchandise, cemilan khas Prancis sampai menonton film Prancis.

Motivasi diadakannya acara ini untuk melatih mahasiwa maupun mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Prancis agar terlatih memberikan ilmu, mengajar sesama mengenai budaya dan bahasa Prancis. Sehingga keuntungan tidak hanya dirasakan oleh peserta kursus namun juga untuk panitia.

Suatu acara pasti tidak hanya memiliki hal-hal yang baik saja, adapun faktor penghambat seperti yang terjadi dalam LGV. Menurut sang ketua, Muhammad Irfan, ada beberapa kendala seperti kurang menguatkan dalam hal publikasi, mengajak mahasiswa baru (maba)  untuk memenuhi target sosialisasi budaya dan bahasa Prancis kepada mereka, sampai hal administrasi. Namun, beruntungnya semua itu bisa dihadapi karena acara LGV ini bisa terlaksanakan.

Dengan berlangsungnya acara ini dan beberapa kendala yang sempat ada, Irfan mengharapkan LGV pada tahun berikutnya akan lebih baik lagi dengan persiapan yang lebih matang agar acara nya tetap menjadi acara unggulan yang ada di dalam Prodi Pendidikan Bahasa Prancis.




 Ravica

Sabtu, 05 Agustus 2017

Peluncuran Program Kampung Terang Hemat Energi 2017

Peluncuran Program Kampung Terang Hemat Energi 2017

1.1. Peresmian secara simbolis oleh jajaran direksi Philips Lighting Indonesia dan Kopernik
Jakarta, 2 Agustus 2017- Philips Lighting resmi meluncurkan program “Kampung Terang Hemat Energi”. Philips Lighting memberikan sistem pencahayaan LED tenaga surya untuk menerangi lebih banyak desa terpencil di seluruh Indonesia melalui program ini. Sebelum adanya program ini desa-desa mengandalakan sumber pencahayaan yang menggunakan minyak tanah dan lilin sehingga penduduknya rentan terhadap bahaya kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.


Program “Kampung Terang Hemat Energi” ini telah dimulai sejak tahun 2015 dan sudah berhasil di Sembilan desa yang tersebar di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan. Program “Kampung Terang Hemat Energi” ini menyediakan penerangan untuk rumah dan fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah, balai desa, dan jalan umum di desa tersebut. Pada tahun ini (2017) Philips akan melakukan ekspansi ke wilayah Sumatera utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah, dan Maluku, diawali dengan menjangkau enam desa di Sumatera Utara.
1.2 Percontohan LED tenaga surya
1.3. Proses distribusi lampu LED ke desa-desa

Untuk setiap desa terpilih, program “Kampung Terang Hemat Energi” memberikan paket pencahayaan LED tenaga surya Philips yang inovatif, yang terdiri atas; Solar Indoor Lighting System lengkap dengan panel surya, Philips LifeLight yang 10 kali lebih terang dari lampu minyak tanah, dan Solar LED Road Light untuk menerangi jalan-jalan di desa pada malam hari. Tenagasurya yang digunakan Philips LED ini sangat membantu karena tidak perlu penaikan kabel-kabel dari PLN.  

“Kami sanagat senang dapat menolong lebih banyak lagi masyarakat dengan menjembatani kesenjangan pencahayaan antara kota dan wilayah pedesaan melalui program “Kampung Terang Hemat Energi”. Pencahayaan akan membantu kehidupan masyarakat, memampukan kegiatan sehari-hari seperti belajar, dan kegiatan kemayarakatan atau pekerjaan rumah lainnya setelah matahari terbenam.” ujar Rami Hajjar, Country Leader Philipis Lighting Indonesia.

Philips Lighting Indonesia juga bekerjasama sejak tahun 2015 dengan lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Kopernik yang bergerak di bidang teknologi untuk memberdayakan penduduk di desa terpencil. Di thaun yang sama, Philips Lighting secara globalmenyerukan ajakan untuk mengakhiri kemiskinan cahaya dalam rangka Tahun Cahaya Internasional PBB. 



Enggal

Our Blog

Our Team

HRD
DEPARTMENT
BROADCAST
DEPARTMENT
PUBLIC RELATIONS
DEPARTMENT
LOGITECH
DEPARTMENT

Contact

Talk to us

Badan Penyelenggara Radio Siaran Educational Radio

Address:

Universitas Negeri JakartaGedung G Lantai 1 Ruang 1

Work Time:

Monday - Friday from 10am to 5pm

Phone:

0896-1006-1078