Kamis, 11 Januari 2018

Ajaibnya Kotaku, Indahnya Kotaku Bojonegoro Matoh #KATAUNJ13

Ketika kita mendengar keajaiban, kita pasti berpikir sesuatu yang magic, langka, luar biasa, dan lain sebagainya. Adakah di dunia ini keajaiban? Dunia ini penuh dengan keajaiban ya keajaiban dari yang Maha Kuasa, jika di hubungkan dengan pariwisata dan pariwisata tidak lepas dari destinasi wisata. Adakah keajaiban dunia yang dijadikan destinasi wisata? Wah, pastinya ada, yang kita kenal sebagian besar keajaiban dunia seperti Menara Eifel di Paris, Tembok Besar di China, Taj Mahal di India, Candi Borobudur di Yogyakarta, Indonesia.

Indonesia? Jika berbicara tentang Indonesia, Indonesia sangatlah beragam dari mulai bahasa daerah, suku, seni, dan budaya tersebar dari Sabang sampai Merauke, begitu juga dengan destinasi wisatanya, banyak sekali yang terkenal diantaranya Bali, Lombok, Manado, Papua, Aceh, dan lain sebagainya. Indonesia memiliki keajaiban dunia yang sudah di kenal di dunia ya namanya juga keajaiban dunia yaitu Candi Borobudur, tapi sebenarnya banyak sekali kalau mau di Eksplore salah satunya adalah Api Abadi ? Wah dimana itu ? Neraka ? Seram sekali, amit-amit ya. Api Abadi yang satu ini beda dari yang lainnya api abadi ini berada di Kayangan Api. Kayangan api adalah destinasi wisata yang terletak di sendangharjo, ngasem, dander, bojonegoro, Jawa Timur. Kayangan api adalah salah satu keajaiban dunia yang belum tereksplore, kayangan api memiliki sumber api abadi yang tak kunjung padam yang terletak di kawasan hutan lindung. Api ini tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun. Biaya untuk memasuki khayangan api hanya Rp. 7500 dan Rp.1.000 untuk asuransi jiwa. Sungguh terjangkau ya harga tiket masuknya apalagi juga terdapat asuransi jiwanya.  

            Kayangan Api adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Empu Supa atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Pandhe berasal dari Kerajaan Majapahit. Di sebelah barat sumber api terdapat kubangan lumpur yang berbau belerang dan menurut kepercayaan saat itu Mbah Kriyo Kusumo masih beraktivitas sebagai pembuat alat-alat pertanian dan pusaka seperti keris, tombak, cundrik dan lain-lain. Sumber Api, oleh masyarakat sekitarnya masih ada yang menganggap keramat dan menurut cerita, api tersebut hanya boleh diambil jika ada upacara penting seperti yang telah dilakukan pada masa lalu, seperti upacara Jumenengan Ngarsodalem Hamengkubuwana X dan untuk mengambil api melalui suatu prasyarat yakni selamatan/wilujengan dan tayuban dengan menggunakan fending eling-eling, wani-wani dan gunungsari yang merupakan gending kesukaan Mbah Kriyo Kusumo. Oleh sebab itu ketika gending tersebut dialunkan dan ditarikan oleh waranggono tidak boleh ditemani oleh siapapun.

Dan pada hari-hari tertentu terutama pada hari Jum'at Pahing banyak orang berdatangan di lokasi tersebut untuk maksud tertentu seperti agar usahanya lancar, dapat jodoh, mendapat kedudukan dan bahkan ada yang ingin mendapat pusaka. Acara tradisional masyarakat yang dilaksanakan adalah Nyadranan (bersih desa) sebagai perwujudan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa. Pengembangan wisata alam Kayangan Api diarahkan pada peningkatan prasarana dan sarana transportasi, telekomunikasi dan akomodasi yang memadai.

Tidak hanya itu di kayangan api juga ada “pohon cinta”. Pohon cinta merupakan dua pohon besar yang bergabung jadi satu membentuk semacam gerbang. Konon ini adalah gerbang ke kayangan. Wah Ajaib sekali kan? Katanya sih, pasangan yang melewati "gerbang" Pohon Cinta ini, akan langgeng alias cinta pasangan akan abadi. Disekitar Pohon Cinta ini, juga disediakan tempat duduk yang sudah dibangun. Jadi kita bisa berfoto ria disana dengan pemandangan pohon-pohon yang sangat asri.

Selain terdapat sumber api abadi dan pohon cinta, disekitar lokasi juga terdapat semburan air bercampur lumpur yang mengandung belerang. Sumber mata air ini kelihatan panas jika dilihat tapi dingin jika disentuh, sehingga yang biasa disebut masyarakat sebagai air blukuthuk, karena menyerupai air mendidih. Dan konon, “air blukuthuk” di percaya masyarakat sekitar maupun pengunjung dapat menyembuhkan segala penyakit seperti sakit gigi dan gatal – gatal, dan dianggap dapat membawa keberuntungan bagi mereka yang datang memintanya.


Anugerah Dwi Fitriani
Usaha Jasa Pariwisata 2015


0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Badan Penyelenggara Radio Siaran Educational Radio

Address:

Universitas Negeri JakartaGedung G Lantai 1 Ruang 1

Work Time:

Monday - Friday from 10am to 5pm

Phone:

0896-1006-1078